119. ’Ini itu Cinta’

on
Viewed : 656 views

Ada rasa puas tersendiri andai dapat memenuhi tuntutan kewajiban ritual keagamaan. Semakin panjang dan berat serta mahal kewajiban itu semakin besar rasa lega bila dapat lengkap menunaikannya. Masyarakat respek dengan capaianmu dan menjuluki dikau sebagai insan yang takwa. Keluarga bangga, tetangga tak pandang lagi sebelah mata. Bersiaplah menjadi tokoh agama dan bisa jadi kandidat pengurus jemaat yang di sini dan di situ.

Dikau khatam membaca dari halaman pertama hingga akhir Alkitab? Itu prestasi yang baik dan patut diteladani. Apalagi dikau hafal puluhan ayat dan cakap pula menjelaskannya dengan bumbu humor zaman now, serta rupawan pula. Wow, sempurna, dikau pasti di-cari² sebagai pembicara favorit di berbagai seminar ini dan itu.

Suaramu merdu bak buluh perindu? Siapa yang tak terpukau, siapa yang tak rindu menyaksikan pementasanmu? Mendengar kidung pujian yang dikau lantunkan membuat bulu kuduk berdiri, merinding! Luar biasa, terasa hadirat Tuhan turun! “Setiap kata dan nada sungguh diurapi Tuhan,” kata jemaat yang menyaksikan. “Benarlah Tuhan bertahta di atas puji²an,” kata yang lainnya dengan nada puas sambil mengutip dari Maz 22:4. Puji Tuhan untuk talentamu! Berkemaslah menerima undangan ber-tubi² sebagai pemimpin ibadah pujian & penyembahan di perayaan ini dan itu.

Seandainya jumlah peserta persekutuan ini dan itu terus bertambah, siapa yang gak memuji Tuhan? Seumpama yang hadir di perayaan ini dan itu membludak, lumrahlah kaum elite rohani ‘partai’ merasa diberkati Tuhan. Bersegeralah adakan panitia pembangunan untuk meluaskan ruang pertemuan. Sesuaikan sound system ruangan. Dan tentu jangan lupa siapkan proposal penggalangan dana dengan alasan sebagai kesempatan berpartisipasi bagi pekerjaan TUHAN. Lantas, itu diberikan ke si ini dan si itu.

6Apakah yang harus kita persembahkan kepada TUHAN, ALLAH di surga, apabila kita datang untuk beribadat kepada-NYA? Haruskah kita membawa sapi muda yang terbaik untuk dipersembahkan sebagai kurban bakaran kepada-NYA? 7Apakah TUHAN akan senang kalau kita membawa kepada-NYA beribu-ribu domba atau berlimpah-limpah minyak zaitun? 8Tidak! TUHAN telah menyatakan kepada kita apa yang baik. Yang dituntut-NYA dari kita ialah supaya kita berlaku adil, selalu mengamalkan cinta kasih, dan dengan rendah hati hidup bersatu dengan ALLAH kita. (Mika 6,BIS)

Tidak tidak dan tidak! Lumrah, andaikan ‘ini dan itu’ di atas mendapat aplaus dan menjadi ‘jalan sebelah’ yang ramai digandrungi. Lazim, bila ‘ini dan itu’ dikeplokin ber-ribu² pasangan tangan tanda apresiasi pencapaian dalam beribadah kepada TUHAN. Apakah DIA senang? Trenyuh, tidak tidak dan tidak! Wah, celaka, jangan² aku saja yang ber-bunga²!

Apakah yang DIA dambakan?

Berlaku adil! Selfless love tidak diskriminatif, apalagi memihak. Apakah dikau bersentuhan di bidang hukum? Ataukah dikau punya kuasa walau secuil? Mantap! Perjuangkan dan bela hak mereka yang tertindas. Apakah dikau seorang boss? Puji Tuhan, jangan tahan hak buruh. Maaf, aku hanya karyawan bawahan. Ooo, itupun status mulia. Kerjakan segala sesuatu seperti kepada Tuhan. Jangan berharap pujian. Sebaliknya, karena sikapmu itu bisa jadi dikau akan dicela! Sambut itu dengan lapang dada.

Amalkan selfless love, lakukan kebajikan ini dan itu tanpa harap balasan. Amalan ini dan itu bukan untuk dibicarakan, apalagi hanya sampai dikhotbahkan. Tidak juga hanya sekedar ditulis dan dibukukan agar dapat decak kagum pembaca. Kebaikan ini dan itu untuk dilakukan, dinyatakan dalam keseharian.

Hidup bersatu dengan ALLAH. ALLAH adalah kasih, hanya dengan mengamalkan cinta yang ini dan itu, dikau dan aku dapat mengenal DIA, bersatu dengan Alturistic Love. Ini rencana dari semula, itu rindu dendam-NYA sebelum ada kosa kata ‘dosa’. Dikau dan DIA satu, ooo alangkah mulianya.

‘Ini itu cinta’, jalan sepi. Tidak seperti ‘ini dan itu’ sebelah yang ramai. Aaahhh aku terlena di jalan sebelah. Moga dikau tidak! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.

 

Comments

comments