Ini cinta, bukan sandiwara tak pula sekedar ceritera, apalagi roman akal²an Sang Kuasa. Ini fakta, ini nyata. Ini jalan hidup manusia, jalan cinta. Cinta tak dapat dipaksa, tak usah di-duga² itu dapat dirasa walau tak dikata. Cinta itu pilihan, itu hasil seleksian, saringan atas dasar kesukaan. Tak ada alasan, seringkali di luar batasan, ujung cinta hanya bertumpu keyakinan.
Selanjutnya TUHAN ALLAH membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-NYA manusia yang dibentuk-NYA itu. (Kej 2:8)
Adam dan Hawa di taman kahayang, taman sorga di negara Irak sekarang. Ini jauh dari khayalan, namun kisahnya seperti impian setiap insan. Kala belum dikenal jenis nyamuk aedes aegypti, semasa belum perlu vaksinasi bayi. Di waktu dikau tak perlu takut ujian masuk perguruan tinggi, di era belum dikenal kompetisi. Ketika tak perlu peluh untuk sesuap nasi, di zaman bekerja bukan untuk mengejar prestasi. Saat belum ada pencuri, apalagi polisi. Di abad, iri dan benci belum ada di hati. Bisakah dikau rasakan mimpi seperti ini? Ini periode yang telah lama pergi. Kapankah itu akan kembali?
Ini taman nirwana, khayalan setiap agama. Walau itu di sorga, tapi ada di dunia nyata. Taman serba ada, semua yang dibutuhkan tersedia. Dikau tak butuh ke-mana², semua yang dibutuhkan ada. Taman yang tak perlu tokopedia, karena semua tersaji di depan mata. Tak perlu egois ber-lama² simpan stock makanan, dikau takkan kekurangan. “Hidangan yang cukup untuk setiap hari”, itu pola hidup di kayangan (Mat 6:11).
Itu pernah ada di dunia nyata, sekarang seperti di dunia maya. Ini taman firdaus, taman di hati yang sudah lama tergerus. Kisah masa lampau, masa dari purbakala yang telah berlalu. Ceritera semasa dikau dapat mendengar ‘bunyi langkah TUHAN ALLAH’ (Kej 3:8). Disitu, dikau tak perlu khawatir dengan inflasi karena kurs dollar semakin meninggi. Tak dikenal rekening pribadi, tak perlu kridit KPR di bank Mandiri. Jangan kecil hati, karena tak kan dikau dihantui dengan cicilan asuransi. Dikau tak perlu tenaga medis, tak perlu khawatir antri panjang BPJS. Kapankah impian ini datang kembali?
Sejoli di taman, tak seperti dikau dan aku, hidup dalam serba kecukupan. Insan yang tak kenal kekurangan, apalagi penyakitan. Tak seperti dikau dan aku, cintanya kepada Sang CINTA bukan karena terpaksa, apalagi berharap lepas dari KPK. Ibadahnya kepada Sang KUASA bukan juga berharap agar sukses usaha, apalagi untuk tolak bala. Dan, imannya kepada TUHAN ALLAH enggak agar masuk sorga, apalagi takut neraka!!! Ini cinta Adam dan Hawa, selfless love, cinta tak berharap apa². Ini cinta di taman sorga.
Wah gawat, celaka! Dapatkah insan berdosa mencintai-NYA tanpa berharap apa²? Mampukah terus mempercayai-NYA walau DIA terasa jauh disana? Bisakah konsisten berdoa walau DIA diam seribu bahasa? Mungkinkah masih bisa tetap beribadah kepada-NYA jika neraka tidak ada?
Kalo gitu, cinta kepada-NYA karena apa? Wah wah wah, se-jujur²nya, ternyata cintaku baru sebatas ‘cinta pelarian’. Cinta karena butuh apa²! Terdesak segera lepas dari bencana, lantas lari² datang kepada-NYA. Bebas dari malapeta? Aaahhh, aku lupa walau hanya sekedar tegur sapa. Dan lebih sering tidak sadar akan keberadaan-NYA! Ketika tak ada persoalan, DIA tersingkir diam membeku di pojok sana! Sejatinya, DIA hanya sebagai pelarian, bak ban cadangan. Baru teringat kalau ada kebutuhan. Cintaku cinta pelarian, cinta cadangan. Moga cinta dikau bukan demikian. (nsm)
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes. |




