164. ‘The Deepest Secret’

Taman Sorga, TKP perselingkuhan manusia pertama (Hosea 6:7). Itu ‘love affair’ dahulu kala. Dampaknya terasa sepanjang masa. Kita semuanya, terperangkap dalam ceriteranya. Kisah kekasih tidak setia. Tak bisa dipegang kata. Aku dan dikau pengkhianat cinta. Hati mendua. Tinggalkan cinta pertama. Dan Dia diam, walau terluka. Karena cinta-Nya, Dia persilakan Adam dan Hawa untuk hidup dengan…

163. ’Love Never Dies’

‘A Lucifer Fall,’ pekik Eugene H. Peterson (penterjemah Alkitab versi bahasa Inggris Kontemporer, the Message, dari Wahyu 2:4,5). Jitu dia menggambar situasi. Masalah penyakit kronis rohani. Ibadah dan ritual tinggal basa basi. Karena cinta telah sirna dari hati. Manakala cinta dikhianati. Bukankah, kesuksesanpun tak berarti? Keberuntungan tak lagi dicari. Sia-sia semua prestasi. Di tengah riuh…

162.’A Lucifer Fall!’

Aku dan dikau itu hasil karya cinta. Setiap kepribadian terbentuk dengan sentuhan mesra. Tiap-tiap tikungan perjalanan hidup bagian dari romantika. Waktu merangkai semuanya untuk mewujudkan karya renjana. Adakah yang dirindukan dari dikau selain asmara? Simple love. Cinta sederhana. Itu bak setulus cinta anak remaja. Polos. Putih. Bersih. Cinta yang apa adanya. Tidak hasil rekayasa. Apa…

161. ’Simple Love’

Sahabat! Penciptaan manusia itu dengan cinta, dalam cinta, dan untuk cinta. Tindakan Allah semuanya didasari dengan cinta (Efesus 1:5). Segala sesuatu ada itupun karena cinta-Nya. Tak ada satupun tindakan-Nya yang tidak berdasarkan cinta. Dia adalah sumber dari segala cinta. God is Love. (1 Yohanes 4:8, NIV) Tak terbayang Allah bertindak di luar jati diri-Nya. Karena…

160.’Cinta Usang’

Sahabat! Ada yang mengatakan peristiwa di Eden sebagai tragedi kehidupan. Itu menjadi sumber bencana dalam peradaban. Akar dari segala kemalangan. Kesengsaraan. Kesusahan. Penderitaan. Tangisan. Kesalahpahaman. Perpecahan. Permusuhan. Peperangan. Sakit yang tak tersembuhkan. Yang unjung-ujungnya. Pada akhirnya. Semuanya akan menuju kematian! Itu tak terelakkan. Tak terhindarkan. Dunia orang mati tak akan pernah berkata: ‘Maaf, sudah cukup!…

159.’Cinta Memang Gila’

Nasi sudah jadi bubur. Waktu tak mungkin lagi diundur. Dikau dan aku tak bisa lagi kabur. Bukan hanya basah, semua telah tercebur. Sudah terlanjur. Di Eden, tarian hidup telah dimainkan. Ritme telah ditentukan. Semua sudah dalam ‘lumpur.’ Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati…

158.’Penggoda Cinta’

Sejatinya, cinta itu adalah pilihan. Cinta tumbuh mekar dalam kebebasan. Dia tak dapat dipaksakan. Cinta sering datang di luar kebiasaan. Sejujurnya, cinta itu kepercayaan. Setia walau kekasih tak kelihatan. Apa boleh buat. Pilihan telah bulat. Adam terperangkap dalam rayuan. Ia terjebak godaan. Ikuti bujukan. Cinta dikhianati. Tak setia kepada janji. Akibatnya tidak hanya kepada dia…

157.’Rayuan Maut’

Sahabat! Kisah ini sudah dari sejak purba kala. Riwayat terjadi di Taman Sorga. Tak ada yang sangka. Bagaimana itu bisa diduga. Kemana harus bertanya. Seumpamapun dikau ada di sana. Seandainya dikau dapat berbicara. Sila protes kepada Adam dan Hawa. Ayo yo yo, bersuara! Mengapa diam seribu bahasa? Kira-kira apa yang dikau akan kata? Hidup di…

156. ’The Lost Romance’

Terlalu sulit untuk dimengerti. Tak sampai akal budi untuk dapat memahami. Bagaimana mungkin Dia biarkan itu terjadi? Ibaratnya seperti Dia lepas kendali. Sang Cinta tutup mata dan membiarkan mau-mu sendiri. Seolah-olah Dia sembunyi. Seperti tak peduli apapun yang akan terjadi. Itu terjadi di taman sorga lagi! Kala belum ada iri. Apalagi dengki. Telah terjadi sakit…

155. ’The Lost Eden’

Taman Eden, taman sorga. Di taman itulah bersinggungan dimensi sorga dengan dunia. Sorga ada di dunia. Spiritual dan fisik terjalin menyatu sempurna. Tuhan dan Adam bertegor sapa. Sang Ilahi dan manusia saling tatap muka. Ooo, cinta terjalin mesra. Bahkan langkah kaki-Nya terdengar dan terasa. Cinta, sejatinya, adalah kebebasan. Mungkinkah itu sebabnya aku dan dikau bukan…

154. ’Rewrite The Story’

Setiap kita datang dari latarbelakang berbeda. Masing-masing menjadi dewasa dengan jalan unik dan istmewa. Kembarpun tidak sama. Tidak ada seorangpun sebelumnya dapat menduga. Tak ada yang dapat mereka-reka. Kelak kita akankah jadi apa? Mungkinkah semuanya sudah ditentukan? Apakah nasib keturunan Adam sudah dipastikan? Dan jalan hidup setiap insan sudahkah dituliskan? Entahlah! Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu,…

153. ’Pandora Box’

Sahabat! Dari sejak semula. Semenjak awal. Sebelum ada segala sesuatu yang tercipta. Original design. Manusia diciptakan untuk tinggal di Taman Eden, Taman Sorga. Itu maksud abadi Sang Ada (Efesus 3:11). Itulah rindu dendam-Nya. Keinginan dan kehendak-Nya yang terdalam. Cita-cita abadi-Nya, tak lain tak bukan, adalah untuk ‘bergandengan tangan’ dengan umat Adam. Bercengkrama sambil ngobrol ‘ngalur…