153. ’Pandora Box’

Viewed : 1,640 views

Sahabat! Dari sejak semula. Semenjak awal. Sebelum ada segala sesuatu yang tercipta. Original design. Manusia diciptakan untuk tinggal di Taman Eden, Taman Sorga. Itu maksud abadi Sang Ada (Efesus 3:11). Itulah rindu dendam-Nya. Keinginan dan kehendak-Nya yang terdalam. Cita-cita abadi-Nya, tak lain tak bukan, adalah untuk ‘bergandengan tangan’ dengan umat Adam. Bercengkrama sambil ngobrol ‘ngalur ngidul’ bahkan hingga larut malam. Bak kekasih yang lagi kesengsem.

‘Cinta itu gaib. Di pelukan-Nya aku raib.’ (Inspired by CM)

Ooo, alangkah indahnya! Betapa nyamanya. Senang tiada duanya. Jika dua hati tertambat cinta. Setiap kata bermakna ganda. Senantiasa canda tawa. Hati, sanubari, jiwa, semua berbunga-bunga. Hidup untuk cinta. Itu sebabnya dikau ada. Dulu, jauh sebelum bumi tercipta, begitu. Sekarang, abad ke 21, juga berlaku. Dan selama-lamanya akan tetap seperti itu, bahkan walau waktu beralu. Cinta-Nya selama-lamanya takkan layu (Yeremia 31:3).

Cinta itu permata.
Idaman setiap manusia.
Biarkanlah aku larut dalam cinta-Nya.

Karena cinta manusia jadi ada.
_Tanpa cinta?
Semuanya hampa belaka.

Namun? Adam telah tentukan pilihan. PIlihan cinta. Cinta beralih ke pihak ke tiga. Keprcayaan dikangkangi. Rindu jadi benci. Cinta terluka saat ia dihiyanati. Rasanya perih sekali.

Mereka membangkitkan cemburu-Nya dengan allah asing, mereka menimbulkan sakit hati-Nya dengan dewa kekejian, (Ulangan 32:16,17)

Allah sakit hati. Aku. Dikau. Semua tercederai. Itu Dia tak ingini. Suasana hati yang tak pernah Dia kehendaki. Keadaan yang tak pernah ada dalam ‘mimipi-Nya.’ Situasi yang tak pernah terkilas dalam hati-Nya. Apalagi itu ada dalam rencana-Nya! Tak mungkin Allah menciptakan manusia untuk mencederainya.

Mengapa jadi begini? Suasana hati ini serius sekali! Jangan anggap enteng. Apalagi berdecak angkat bahu sambil geleng-geleng. ‘Maaf! Apa itu hubungannya dengan aku yang hidup kini?’

Rasa takut dan perasaan malu karena tak berbusana (Kejadian 3:10). Saling tuduh menuduh. Hakim menghakimi. Tipu menipu. Lempar tanggungjawab. Mainkan telunjuk dan anggap yang lain yang tertuduh (Kejadian 3: 12-13). Berkat berubah jadi laknat. Permusuhan. Perselisihan. Perpecahan. Konflik. Sikut menyikut. Perseteruan terus menerus. Peperangan tiada henti baik di dunia maya maupun kasat mata. Pertikaian secara fisik maupun bathin (Kejadian 3:14-15). Sakit. Luka. Cedera. Darah di mana-mana (Kejadian 3:16). Bukan hanya manusia, alampun merintih. Menjerit. Berpeluh untuk mempertahankan hidup. Setiap tarikan napas adalah penderitaan. Siksaan. HIngga akhirnya mati! Debu kembali lagi ke abu! (Kejadian 3:17-19)

‘Tidakkah itu kau sadari?’ Semua ini bukan basa basi! Itu realita hidup masa kini. Setiap Insan mengalami. Tak ada yang terkecuali. Dulu begitu. Kini berlaku. Dan akan tetap seperti itu.

Bagaimanakah itu bisa terjadi?

Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; (Kejadian 3:22)

Wah wah wah. Adam telah langkahkan kaki. Aku dan dikau ikuti ritme tari. Tak ada yang dilewati. Manusia hidup dari buah ‘Pengetahuan.’ Setiap insan ada kemampuan untuk mengetahui apa yang baik dan jahat. Pengetahuan yang sejatinya hanya Sang Kuasa yang berhak. Selamat datang di dunia -‘baik vs jahat.’_ Dunia di luar Taman Sorga. Sadis. Liar. Jahat. Licik. Tak ada belas kasihan. No mercy!

Dikau bisa bilang: ‘Dia yang gagal.’ Silakan! Dia yang kurang akal. Monggo! Ataupun tak percaya Dia ada. Ok, tak apa-apa. Tak ada yang melarang. Setiap insan, silakan putuskan. Ada pula yang berprasangka yang bukan-bukan. Mengapa Dia diam? Mengapa Dia biarkan? Semua telunjuk ke arah Dia sebagai biang segala permasahaan. Dan akhirnya, tak terbilang ikuti sikap _’EGP (emangnya gue pikirin)?’ And business as usual! Kehidupan berjalan seakan-akan tak ada persoalan. Semua baik-baik aja. Emangnya, ada apa? Boleh jadi, kelompok terakhir ini yang paling menyakitkan-Nya.

Atau barangkali ibarat ’Pandora Box’ dalam mitologi Yunani? Kotak ajaib yang bila terbuka maka semua ‘yang jahat’ keluar tersebar ke mana-mana? Apakah Adam telah membuka kotak itu? Sehingga teror. Ketakutan. Peperangan. Dan aroma kematian telah menjalar dalam ‘darah’ umat manusia? ’Aku tak tahu!’

Ataukah seumpama makan cabai rawit! Maksudnya? Sejatinya, dikau tercipta untuk hidup di taman nirwana karena tak ada niat-Nya secuilpun dikau akan hidup di luar taman sorga. Metabolisme dan organ tubuh dirancang untuk tak mencerna makanan pedas. Bisa dibayangkan saat dikau makan cabai yang pedas sekali! Diare! Baung air tak henti-henti. Jika dibiarkan, jadi akut. Akibatnya dehidrasi. Kekurangan cairan elektrolit. Lantas dapat menyebabkan gagal ginjal. Dan akhirnya ’Wassalam!’

Apakah Dia yang menciptakan diare? Mungkin lebih baik. Lebih berguna. Jauh lebih bermanfaat memikirkan obat diarenya, bukan?

Celaka! Aku tak merasa kurang apa-apa. Sehat-sehat saja. Dan merasa tidak perlu obat ataupun hal lainnya. Jangan-jangan, aku cenderung EGP. Moga Sahabat tidak! Sadar bahwa semua insan telah tertular sakit ‘diare’! Lebih baik mengakui dari pada menyangkali. Namun, itupun pilihan sendiri! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM

Comments

comments