Penciptaan alam semesta. Galaksi dan tata surya. Dunia dan akhirnya manusia. Segenapnya itu ekspresi cinta. Cinta yang membara. Dirajut. Diukir. Setiap elemen. Setiap pola. Seluruhnya dikerjakan dengan teliti tanpa cacat cela. Terkait satu dengan lainnya dalam irama harmoni tak terduga. Bak tenunan benang warna warni membentuk permadani indah tak terkira. Dan hasilnya? Karya cinta senantiasa…
Category: Cinta
179. ‘Divine Mystery’
Hidup ini dipenuhi misteri. Perjalanan setiap insan bak teka-teki. Kadang belok kanan lalu ke kiri. Namun bisa juga tiba-tiba mendaki! Kemudian terhempas lemas terhenti. Tidak ada yang pasti. Nanti? Siapa yang dapat menduga apa yang akan terjadi. Pagi ini segar bugar sehat walafiat. Siang sudah ada di ruang gawat darurat. Hari ini sahabat. Esok jadi…
178. ’A Profound Mistery’
Sahabat! Kisah yang telah kita baca, bermula jauh sebelum dikau ada. Narasinya dirancang lebih dini dari masa. Storinya dibuat lebih awal dari alam semesta. Sebelum ada apa-apa, dikau sudah ada di hati-Nya (Efesus 1:4). Misteri ini dibungkus dalam metafora drama cinta. Haru birunya romantika cinta anak manusia. Cerita ini penuh rahasia. Terselubung rapat sejak purba…
177. ’The Divine Loss’
Bagaimanakah ini dapat diungkapkan? Dengan apakah dapat dikisahkan? Kosa kata tak cukup banyak untuk merangkai. Deretan kalimat pun angkat tangan walau hanya sekedar menganda-andai. Sekaliber sastrawan William Shakespeare pun kelihatan jadi kurang pandai. Ini tentang hati-Nya yang telah berabad-abad diabai. Allah Kehilangan! Walau dikau dapat belajar dari pengalaman orang lain. Sanggup menganalisanya. Memahami secara psikologi…
176. ’Divine Reality’
Allah memandang manusia begitu spesial. Cinta-Nya bersifat individual. Walau penduduk dunia lebih 7 milyar, namun hanya dikau seorang sepertinya yang ada di hati-Nya. Perhatian-Nya tercurah habis kepada dikau saja. Seakan apa pun yang Dia lakukan. Segala yang Dia pikirkan. Semua yang Dia rencanakan. Itu tak lain tak bukan. Semata-mata hanya untuk dikau seorang. Begitulah cinta-Nya…
175. ’The Burning Love’
Penciptaan manusia adalah langkah yang teramat serius. Itu bukan permainan lucu-lucuan bak menonton sirkus. Daku dan dikau tercipta dari cinta yang sangat tulus. Cinta yang keluar dari hati-Nya yang betul-betul kudus. Suci. Mulia. Begitu indah. Tak ada yang disembunyikan. Semua terang diungkapkan. Tidak pula itu berbelit-belit membingungkan. Karena semua jalan-Nya lurus. Sebagaimana di Taman Surga….
174. ‘Divine Dilemma’
Selingkuh cinta di Taman Eden adalah narasi hidup di luar Taman Sorga. Penyelewengan itu tertanam dalam setiap jiwa. Sekalian yang lahir ke dunia terjebak dalam kisah cinta. Cinta sudah ternodai. Itu berbekas dalam sanubari. Saling percaya turut terciderai. Ragu dan sak wasangka menjadi bumbu sehari-hari. Tingkah laku insani dibingkai dalam narasi ini. Adam dan Hawa…
173. ’Anesthetizing The Heart’
Dengan apakah dapat diibaratkan kejadian di Taman Sorga? Kiasan yang dapat dirasakan hingga itu seolah nyata. Contoh yang dapat dimengerti oleh mereka yang telah dewasa. Ilustrasi yang menggambarkan kisah cinta. Narasi kekasih main mata. Pengkhianatan cinta. Cerita hati yang terluka. Stori tentang dikau dan Sang Pencipta. Tetapi mereka itu telah melangkahi perjanjian di Adam, di…
172. ’Allah-pun Belajar’
Akhirnya, manusia tercipta. Sejatinya, itu petualangan berbahaya. Tindakan berisiko tak terduga akibatnya. Kebebasan kehendak, free will, adalah anugerah tiada duanya. Namun itu juga sekaligus berpotensi menjadi sumber petaka. “Man is God’s risk!’ Kemampuan insan untuk memilih ternyata telah menjadi sumber bencana. Risiko bagi manusia. Siapa sangka? Terbukti! Ini bukan basa basi. Ini fakta! Sang Pencipta-pun,…
171. ’Divine Software’
Betapa uniknya manusia. Setiap orang khas dan berbeda. Bahkan si kembarpun tidak sama. Abang adik perangai tak serupa. Warna kulit, rambut, semua beragam rupa. Lebih dari 10 milyar manusia yang pernah ada, tak satupun yang mempunyai sidik jari yang sama. Keragaman yang begitu tak terkira. Itu seumpama Sang Maestro membubuhi warna dan goresan yang khas…
170. ’A Double Risk’
Selamanya ini mungkin akan tetap menjadi misteri. Mengapa Allah diam dengan peristiwa di Taman Ilahi? Rayuan maut, yang dengar kisahnya saja membuat nyeri hulu hati. Mengapa Hawa menjulurkan tangan dan tidak dihalangi? Bahkan Dia seolah tutup mata ketika Adam tentukan pilihan sendiri. Bukankah itu namanya Dia membiarkan manusia menyiksa diri? Aaahhh, mengapa Dia biarkan manusia…
169. ’A Spiritual Ecstasy’
Beban ini dipikul terlalu berat. Siapa yang tak tergagap-gagap. Tiap langkah begitu tersendat. Terasa ada rintangan yang menghambat. Kadang patah semangat. Apalagi jalan menanjak dan puncak tak pernah terlihat. Kaki seperti ada pemberat. Tiap langkah itu suatu perjuangan yang memeras keringat. Napas jadi sekarat. Kita seharusnya tak bertanggungjawab. Namun, aku dan dikau telah ambil sikap….