Allah memandang manusia begitu spesial. Cinta-Nya bersifat individual. Walau penduduk dunia lebih 7 milyar, namun hanya dikau seorang sepertinya yang ada di hati-Nya. Perhatian-Nya tercurah habis kepada dikau saja. Seakan apa pun yang Dia lakukan. Segala yang Dia pikirkan. Semua yang Dia rencanakan. Itu tak lain tak bukan. Semata-mata hanya untuk dikau seorang. Begitulah cinta-Nya…
Category: Cinta
175. ’The Burning Love’
Penciptaan manusia adalah langkah yang teramat serius. Itu bukan permainan lucu-lucuan bak menonton sirkus. Daku dan dikau tercipta dari cinta yang sangat tulus. Cinta yang keluar dari hati-Nya yang betul-betul kudus. Suci. Mulia. Begitu indah. Tak ada yang disembunyikan. Semua terang diungkapkan. Tidak pula itu berbelit-belit membingungkan. Karena semua jalan-Nya lurus. Sebagaimana di Taman Surga….
174. ‘Divine Dilemma’
Selingkuh cinta di Taman Eden adalah narasi hidup di luar Taman Sorga. Penyelewengan itu tertanam dalam setiap jiwa. Sekalian yang lahir ke dunia terjebak dalam kisah cinta. Cinta sudah ternodai. Itu berbekas dalam sanubari. Saling percaya turut terciderai. Ragu dan sak wasangka menjadi bumbu sehari-hari. Tingkah laku insani dibingkai dalam narasi ini. Adam dan Hawa…
173. ’Anesthetizing The Heart’
Dengan apakah dapat diibaratkan kejadian di Taman Sorga? Kiasan yang dapat dirasakan hingga itu seolah nyata. Contoh yang dapat dimengerti oleh mereka yang telah dewasa. Ilustrasi yang menggambarkan kisah cinta. Narasi kekasih main mata. Pengkhianatan cinta. Cerita hati yang terluka. Stori tentang dikau dan Sang Pencipta. Tetapi mereka itu telah melangkahi perjanjian di Adam, di…
172. ’Allah-pun Belajar’
Akhirnya, manusia tercipta. Sejatinya, itu petualangan berbahaya. Tindakan berisiko tak terduga akibatnya. Kebebasan kehendak, free will, adalah anugerah tiada duanya. Namun itu juga sekaligus berpotensi menjadi sumber petaka. “Man is God’s risk!’ Kemampuan insan untuk memilih ternyata telah menjadi sumber bencana. Risiko bagi manusia. Siapa sangka? Terbukti! Ini bukan basa basi. Ini fakta! Sang Pencipta-pun,…
171. ’Divine Software’
Betapa uniknya manusia. Setiap orang khas dan berbeda. Bahkan si kembarpun tidak sama. Abang adik perangai tak serupa. Warna kulit, rambut, semua beragam rupa. Lebih dari 10 milyar manusia yang pernah ada, tak satupun yang mempunyai sidik jari yang sama. Keragaman yang begitu tak terkira. Itu seumpama Sang Maestro membubuhi warna dan goresan yang khas…
170. ’A Double Risk’
Selamanya ini mungkin akan tetap menjadi misteri. Mengapa Allah diam dengan peristiwa di Taman Ilahi? Rayuan maut, yang dengar kisahnya saja membuat nyeri hulu hati. Mengapa Hawa menjulurkan tangan dan tidak dihalangi? Bahkan Dia seolah tutup mata ketika Adam tentukan pilihan sendiri. Bukankah itu namanya Dia membiarkan manusia menyiksa diri? Aaahhh, mengapa Dia biarkan manusia…
169. ’A Spiritual Ecstasy’
Beban ini dipikul terlalu berat. Siapa yang tak tergagap-gagap. Tiap langkah begitu tersendat. Terasa ada rintangan yang menghambat. Kadang patah semangat. Apalagi jalan menanjak dan puncak tak pernah terlihat. Kaki seperti ada pemberat. Tiap langkah itu suatu perjuangan yang memeras keringat. Napas jadi sekarat. Kita seharusnya tak bertanggungjawab. Namun, aku dan dikau telah ambil sikap….
168. ’Halusinasi Rohani’
Suatu keajaiban. Kisah yang mencengangkan. Ketika belum ada ciptaan. Yang ada hanya Tarian Agung Ilahi, kesempurnaan Tritunggal dalam communion dan persekutuan. Mulia. Jaya. Megah tiada tara. Kemudian… Tak tahu itu bagaimana kejadiannya. Tersembunyi awal ceriteranya. Siapakah yang tahu alasannya? Rahasia! Hanya Dia yang tahu apa alasannya. Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang…
167. ’The Divine Great Dance’
Jauh di seberang semesta. Kala ‘waktu’ belum ada. Alam belum tercipta. Langit dan matahari belum ada. Ketika tidak terdengar suara apa-apa. Singkatnya, belum ada apa yang disebut ‘ada.’ Yang ada hanya Sang Ada. Tritunggal Yang Maha Kudus berdendang ria dalam ikatan kasih tiada tara. Tarian cinta. Tarian harmonis. Irama ikatan saling mencintai antara Sang Bapa,…
166. ’The Two Roads’
Two roads diverged in a wood, and I— I took the one less traveled by, And that has made all the difference. (Robert Frost) Dua jalan bercabang di hutan, dan aku— Aku ambil jalan yang jarang dilalui, Dan itu telah membuat semuanya jadi berbeda. Perjalanan hidup ini, sejatinya adalah perjalanan hati. Setiap orang harus menjalani….
165. ’The Wild Longing’
It’s in Christ that we find out who we are and what we are living for. (Efesus 1:11, the Message. Terjemahan bebas: Di dalam Sang Cinta-lah, kita mengetahui siapa dan untuk apa kita ada.) Telah banyak ditulis tentang apa yang terjadi di Taman Sorga. Berjubel doktrin jelaskan kisah Adam dan Hawa. Sebagian anggap itu hanyalah…