Kitab Kejadian halaman pertama dimulai dengan kisah penciptaan. Dihabiskan 5 siklus hari untuk mempersiapkan kehadiran insan. Setelah segalanya disiapkan. Semua kebutuhan telah disediakan. Akhirnya manusia dijadikan. Diperkirakan siklus itu memakan waktu sekitar 13-14 milyar tahun. Itu waktu yang tidak singkat. Seakan Sang Pencipta butuh sebegitu lama untuk menyediakan tempat. Alam yang ideal bagi Adam dan…
Category: Cinta
207. ’A Long Road’
Sang Cinta seakan berdiri sambil memandang tertegun. Pandangan ke depan polos Dia serasa melamun. Bukankah sejak semula semuanya rukun-rukun? Setiap ekspresi cinta dirangkai dalam tutur kata sopan nan santun. Bukankah masih terngiang-ngiang ucapan janji setia? Tekad untuk senantiasa menyenangkan hati Sang Cinta. Cinta bertabur tegor sapa nan mesra. Setiap kerlingan mata menggoda. Kata-kata bak puisi…
206. ’Dark Valley’
Adam dan Hawa berat hati melangkah. Keluar dari taman yang penuh berkah. Hidup di dunia yang dilanda wabah. Alam yang tak ramah. Ikuti naskah. Manuskrip pilihan. Cerita hidup yang ujungnya perpisahan. Kematian yang menyakitkan. Itulah nasib setiap insan. Pohon kehidupan telah ditinggal di belakang. Pedang api menjaga dengan menyambar melayang-layang. Akses ke pohon telah terhalang….
205. ’The Book of Death’
Hallo Sahabat! Tahun 2019 telah lewat. Tak terasa 12 bulan telah dilalui dengan selamat. Suka duka silih berganti begitu cepat. Akhirnya berlalulah tahun yang begitu penat. Terasa lega Saudara handaitolan semua sehat walafiat. Bersyukur dengan talisilaturahmi diantara kerabat. Namun tetap sabarlah walau sebagian tidak sehat. Hari-hari yang pahit getir akan dikenang hingga hidup tamat. Selamat…
204. ’Peluang Ketiga’
Hidup tak ada tujuan. Kaki melangkah serampangan. Tak tahu arah labuhan. Akhirnya waktu habis dalam khayalan. Bahwa keberhasilanlah sebagai puncak harapan. Hingga kepahitan menyerang. Saudarapun tak dapat dipegang. Sahabat bisa berseberang. Kawan menusuk dari belakang. Keberhasilan tidak jaminan untuk menang. Barulah daku mengerti. Setelah Dia kutinggal pergi. Hidup hilang makna tanpa Dia di sisi. Suksespun…
203. ’Cerai!’
Hidup terasa lelah. Tak tahu ke mana arah. Adakalanya di setiap tikungan mau menyerah. Walau langit cerah. Sinar mentari berlimpah-limpah. Hidup mewah. Tampilan gagah. Dan nasib tidak seperti yang di sebelah. Ataupun yang hidup jauh dari berkah. Hari ke sehari hidup berharap dari sedekah. Akhirnya semuanya juga akan kalah. Sang waktu menuntut semua untuk pasrah….
202. ’Manuskrip Asing’
Tinggallah daku sendiri. Walau sekitar ribut dengan berbagai macam bunyi. Telinga pekak karena suara bising sekali. Namun hidupku terasa sepi. Hati ngilu seakan tersayat sunyi. Itu terjadi ketika Dia ku tinggal pergi. Suara-Nya sudah tak terdengar lagi. Nada tak berirama. Vokal tanpa kata-kata. Tanda-tanda kehadiran. Bukti penyertaan. Dan jejak kakinya-Nya. Itu sudah hilang entah ke…
201. ’The Sound of Silence’
Sakit bersalin menyebar ke seluruh dunia. Tak pandang bulu. Pria atau wanita. Orangtua, anak-anak ataupun remaja. Semua terperangkap dalam deranya. Itu nasib manusia. Mahkluk yang terusir dari Taman Sorga. Setiap individu menanggung bebannya. Berjalan rintih di jalan gulita. Harap-harap cemas secercah cahaya terbit di ujung sana. Mungkinkah tadinya bersalin itu pengalaman gembira yang dinanti-nantikan? Kabar…
200. ’A Painful World’
Hidup di luar Taman Sorga. Itu pilihan Adam dan Hawa. PIlihan yang dibuat akibat tipu daya. Dusta yang membelokkan makna cinta. Alih-alih asmara berbuah manis semata. Kasih mesra ternyata justru berujung nestapa. Rasa sakit yang tak terkira. Kesusahan yang dapat berakibat malapetaka. Hilang nyawa. Itulah nasib setiap manusia. Pengalaman manusia pertama. Sakit bersalin, sakit yang…
199. ’Love Hurts’
Hidup ini bak mimpi buruk dalam kenyataan. Segera ingin sadar dari impian. Terbangun dari tidur yang menyakitkan. Terlepas dari beban yang tak diharapkan. Karena justru yang ditakutkan. Hal-hal yang dikhawatirkan. Dirisaukan. Itu semua antri terjadi dalam keseharian. Yang satu belum terselesaikan. Belum lagi kelar terjadi dalam kehidupan. Yang lain sudah buru-buru masuk dalam antrian. Sungguh!…
198. ’The Lonely Planet’
Tidak ada yang abadi. Semua akan mati. Walau ingin hidup seribu tahun lagi. Apa daya, tak ada yang terkecuali. Semua yang bernyawa pasti akan angkat kaki. Entah dikau rela ataupun acuh tak peduli. Itulah nasib hidup di bawah matahari. Dulu begitu. Kinipun tak berubah seperti itu. Dan terus akan berlaku. Hingga waktu berlalu. Bumi bukanlah…
197. ’Born 2 Die’
Dunia ini tempat konflik tak berkesudahan. Bernapaspun dalam aroma permusuhan. Perangnya tidak mengenal belas kasihan. Tak ada iba terhadap lawan. Ini perang habis-habisan. Tidak ada yang disisakan. Pertempuran yang melelahkan. Berlangsung sejak purba. Hingga berakhir masa. Dari satu generasi ke genarsi berikutnya. Tak henti. Tak tahu jedah. Tak pernah kehabisan amunisi. Semua turut berpartisipasi. Entah…