204. ’Peluang Ketiga’

Hidup tak ada tujuan. Kaki melangkah serampangan. Tak tahu arah labuhan. Akhirnya waktu habis dalam khayalan. Bahwa keberhasilanlah sebagai puncak harapan. Hingga kepahitan menyerang. Saudarapun tak dapat dipegang. Sahabat bisa berseberang. Kawan menusuk dari belakang. Keberhasilan tidak jaminan untuk menang. Barulah daku mengerti. Setelah Dia kutinggal pergi. Hidup hilang makna tanpa Dia di sisi. Suksespun…

203. ’Cerai!’

Hidup terasa lelah. Tak tahu ke mana arah. Adakalanya di setiap tikungan mau menyerah. Walau langit cerah. Sinar mentari berlimpah-limpah. Hidup mewah. Tampilan gagah. Dan nasib tidak seperti yang di sebelah. Ataupun yang hidup jauh dari berkah. Hari ke sehari hidup berharap dari sedekah. Akhirnya semuanya juga akan kalah. Sang waktu menuntut semua untuk pasrah….

202. ’Manuskrip Asing’

Tinggallah daku sendiri. Walau sekitar ribut dengan berbagai macam bunyi. Telinga pekak karena suara bising sekali. Namun hidupku terasa sepi. Hati ngilu seakan tersayat sunyi. Itu terjadi ketika Dia ku tinggal pergi. Suara-Nya sudah tak terdengar lagi. Nada tak berirama. Vokal tanpa kata-kata. Tanda-tanda kehadiran. Bukti penyertaan. Dan jejak kakinya-Nya. Itu sudah hilang entah ke…

201. ’The Sound of Silence’

Sakit bersalin menyebar ke seluruh dunia. Tak pandang bulu. Pria atau wanita. Orangtua, anak-anak ataupun remaja. Semua terperangkap dalam deranya. Itu nasib manusia. Mahkluk yang terusir dari Taman Sorga. Setiap individu menanggung bebannya. Berjalan rintih di jalan gulita. Harap-harap cemas secercah cahaya terbit di ujung sana. Mungkinkah tadinya bersalin itu pengalaman gembira yang dinanti-nantikan? Kabar…

200. ’A Painful World’

Hidup di luar Taman Sorga. Itu pilihan Adam dan Hawa. PIlihan yang dibuat akibat tipu daya. Dusta yang membelokkan makna cinta. Alih-alih asmara berbuah manis semata. Kasih mesra ternyata justru berujung nestapa. Rasa sakit yang tak terkira. Kesusahan yang dapat berakibat malapetaka. Hilang nyawa. Itulah nasib setiap manusia. Pengalaman manusia pertama. Sakit bersalin, sakit yang…

199. ’Love Hurts’

Hidup ini bak mimpi buruk dalam kenyataan. Segera ingin sadar dari impian. Terbangun dari tidur yang menyakitkan. Terlepas dari beban yang tak diharapkan. Karena justru yang ditakutkan. Hal-hal yang dikhawatirkan. Dirisaukan. Itu semua antri terjadi dalam keseharian. Yang satu belum terselesaikan. Belum lagi kelar terjadi dalam kehidupan. Yang lain sudah buru-buru masuk dalam antrian. Sungguh!…

198. ’The Lonely Planet’

Tidak ada yang abadi. Semua akan mati. Walau ingin hidup seribu tahun lagi. Apa daya, tak ada yang terkecuali. Semua yang bernyawa pasti akan angkat kaki. Entah dikau rela ataupun acuh tak peduli. Itulah nasib hidup di bawah matahari. Dulu begitu. Kinipun tak berubah seperti itu. Dan terus akan berlaku. Hingga waktu berlalu. Bumi bukanlah…

197. ’Born 2 Die’

Dunia ini tempat konflik tak berkesudahan. Bernapaspun dalam aroma permusuhan. Perangnya tidak mengenal belas kasihan. Tak ada iba terhadap lawan. Ini perang habis-habisan. Tidak ada yang disisakan. Pertempuran yang melelahkan. Berlangsung sejak purba. Hingga berakhir masa. Dari satu generasi ke genarsi berikutnya. Tak henti. Tak tahu jedah. Tak pernah kehabisan amunisi. Semua turut berpartisipasi. Entah…

196. ’Coup d’etat’

Kesadaran membuat insan itu manusia. Kemampuan berpikir membuat manusia berbeda dengan makhluk lainnya. Setiap individu terlahir dengan derajat kebebasan tiada duanya. Kebebasan untuk menentukan ‘mau kemana.’ Itu tersimpan dalam DNA. Ciri unik setiap manusia. Hak istimewa sejak purbakala. Di Eden Adam dan Hawa begitu. Sekarangpun dikau tidak berbeda seperti itu. Tidak ada di lainnya. Itu…

195. ’Rindu Pulang’

Kesadaran akan lingkungan sekitar. Kewarasan dalam mengalisa alam. Itu membuat manusia pintar. Cerdas sehingga bertahan hidup di alam liar. Manusia satu-satunya makhluk yang merasa paling pakar. Bukan saja ada kemampuan untuk merealisasikan yang samar-samar. Namun juga ada kecerdasan untuk berkelakar. Pintar, berkelakar, dan jangan lupa, pandai pula bermain gitar. ‘Aku berpikir. Maka aku ada!’ Keberadaan…

194. ’Hai Aku Ada!’

Kesadaran membuat kita tahu fakta itu adalah nyata. Khayalan dan kenyataan itu dua hal yang berbeda. Walau mimpi kerap terasa aktual, tapi itu terjadinya dalam dunia maya. Imajinasi membuat manusia kreatif. Angan-angan membentuk kehidupan ini terasa bergairah. Namun, hidup dalam kenyataanlah yang menentukan keberlangsungan peradaban di dunia. Kemampuan membedakan inilah yang membuat kita menjadi manusia….

193. ’Self Consciousness’

Hujan deras malam ini. Suasana mencekam, bulu kuduk terasa berdiri. Badan menggigil tak terkendali. Ruangan ini sempit sekali. Hanya cukup untuk satu orang duduk dan yang lainnya berdiri. Lampu remang-remang dan aku duduk sendiri. Ruangan pengap jauh dari wangi. Perasaan campur aduk antara takut dan segera ingin lari. Suara langkah sepatu jelas menghampiri. Jantungku berdetak…