191. ’The Millennial Deception’

Viewed : 611 views

Membaca kisah dalam Kejadian pasal 3 terasa hati pilu. Berbagai pertanyaan menyerang kalbu. Bagaimana tega Hawa dan lalu Adam dibiarkan tertipu. Bak anak remaja polos mereka termakan pengharapan palsu. Termakan janji cinta semu. Itu bak pertandingan tak sebanding antara PSSI vs MU. ‘Yes, itu pertandingan yang tak setimpal,’ pikirku. Mereka bertekuk lutut tak berdaya oleh bujuk rayu.

Ups! Tunggu dulu. Kisah belum selesai disitu.

Setelah itu sang ular berlalu. Bisa jadi dia puas sambil bersiul dan senyum tersipu-sipu. Sukses dengan strategi jitu. Taktik handal yang berlika-liku. Siasat dusta dan tipu menipu. Sehingga yang palsu terlihat bermutu. Yang KW menjadi kwalitas nomor satu.

Ups! Tunggu dulu. Kisah belum selesai disitu.

Celaka!

At this moment the world is in crisis. Now Satan, the ruler of this world…(Yohanes 12:31, the Message: Pada saat ini dunia sedang dalam darurat. Sekarang Setan, penguasa dunia ini…)

Sekarang si ular menjadi penguasa dunia, the prince of the world! Apa? Si ular menjadi penguasa dunia? Seakan dunia beralih kepemilikan. Seolah itu sebagai hadiah bagi sang juara. Di Eden dia menang. Sejak itu hingga sekarang. Dunia di bawah penguasa curang. Dusta menjadi komandan. Jalan-jalannya hanyalah kebohongan. Jalan lurus tidak dikenal. Yang tulus ditelan. Yang jujur disingkirkan.

Selamat datang di dunia tipu menipu. Dunia gawat dan kacau balau.

Maaf! Bagaimana ini bisa? Langkah kecil Adam dan Hawa. Ayunan tangan mereka. Itu telah merubah nasib dunia. Taman sorga telah hilang entah ke mana. Tak tahu apa yang akan menimpa. Dulu kala begitu. Sekarangpun seperti itu. Daku dan dikau hidup dengan bala. Tak bisa lepas dari celaka. Hingga tutup mata. Pedih betul hidup di dunia.

Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. (Yohanes 8:44)

Dunia krisis! Selamat datang di dunia. Penguasa si pendusta. Maaf, dia tak kenal iba. Apalagi cinta. Jika dia dusta itu memang dari dirinya. Karena dia ‘mbah’ segala tipu daya. Kebenaran tidak dikenal. Semua janji dan pengharapan bak rayuan gombal.

Yang dia inginkan kehancuran. Manusia diadudomba bak ayam aduan. Dia benci keharmonisan. Kemesraan diubah menjadi pertengkaran. Yang dipersatukan dia ceraiberaikan. Manusia saling tuduh menuduh. Hakim menghakimi. Akhirnya bunuh membunuh. Dulu kala begitu. Sekarangpun seperti itu.

Awas tipu daya! Jangan percaya kepada telinga. Hati-hati dengan mata. Bisa jadi musuh utama. Lawan yang paling berbahaya. Seteru yang utama. Itulah panca indra!

Dan itu ada di diri Anda. Sepanjang hari menggoda. Dikau tidak bisa lari ke mana-mana. Tidak guna pura-pura. Apalagi anggap itu tidak ada. Sejatinya, peperangan itu ada di dada. Selamat datang di dunia yang celaka! Dunia di dalam diri Adinda!

Yang terlihat lurus belum tentu jalan yang benar. Waspada dengan yang didengar. Bukankah begitu yang dialami Adam dan Hawa? Mereka dirayu dengan kata-kata. Terpikat dengan apa yang dilihat mata. Lantas diurai dengan logika. Akhirnya terperangkap oleh dusta. Mengikut bapa Sang Pendusta.

Itulah nasibmu, bagianmu yang telah Kuukur untukmu, demikianlah firman TUHAN, karena engkau melupakan Aku, dan mempercayai dusta. (Yeremia 13:25)

Aaahhh! Sudah nasib. Daku dan dikau lebih percaya dusta. Dicari kata-kata yang menyenangkan telinga. Dikejar hal-hal yang kasat mata. Yang nyata di depan mata. Seluruhnya untuk memuaskan jiwa. Janji-janji yang memberi pengharapan. Bukankah yang begitu yang membesarkan jiwa? Dirindukan walau curang semuanya. Kodratnya, daku dan dikau tak lagi bisa lari dari dusta.

Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. (2 Korintus 11:14)

The Message: And no wonder! Satan does it all the time, dressing up as a beautiful angel of light. (Dan tidak heran! Setan melakukannya sepanjang waktu, berpakaian seperti malaikat dengan cahaya yang begitu indah.)

Itu strateginya di taman sorga. Seolah ingin memuaskan hasrat Hawa. Menjanjikan yang diimpikan manusia. Mengoptimalkan potensi Anda. Memaksimalkan kerja logika. Puncaknya membantu Anda untuk ada di puncak dunia. Bukankah itu yang tersembunyi di dada manusia? Yang dikejar manusia. Menjadi yang pertama di semua arena.

Itu taktiknya di Eden. Muslihat jitu yang kena. Dan setelah ribuan tahun kemudian. Perangkap itu masih sama. Taktiknya tidak berbeda. Menjanjikan keinginan dada. Millennial deception, senjata ampuh mengelabui manusia.

Yang terang belum tentu bercahaya. Yang beri janji muluk-muluk harap waspada. Pengharapan yang menyenangkan telinga. Itu bisa jadi berujung petaka. Yakin karena dilihat mata. Penjelasan masuk logika. Hati-hati itu bisa tipu daya. Janji sorga itu bisa neraka.

Dunia penguasanya Sang Dusta. Siapa lagi yang harus kupercaya? Sahabatpun belum tentu setia. Disangka kawan, tak tahunya lawan. Seteru yang terlihat sebagai teman. Menusuk dengan memeluk. Teman dan lawan tidak lagi dapat dibedakan. Pengkhianat yang mencium mesra. Aaahhh, moga daku dan dikau masih bisa dipercaya. (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM

Image by OpenClipart-Vectors from Pixabay

Comments

comments