Efesus 6:11-12
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
Apapun alasannya, apa yang akan terjadi jika militer yang sedang berlaga di medan perang tidak menggunakan perlengkapan senjatanya? Atau dia tidak berlatih, sehingga tidak mahir menggunakannya, walaupun senjatanya lengkap.
Yang jelas dia tidak akan menang, bahkan dapat mati ditembak musuh. Bisa jadi ditawan musuh, dan ini sangat ngeri menakutkan dan menyakitkan.
Kita berada dalam peperangan setiap hari. Musuh kita bukan manusia, tapi kuasa iblis yang secara fisik tidak kelihatan. Kita butuh senjata untuk bertahan dan untuk melawan musuh berat ini.
Efesus 6:12
Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
Senjata kita dalam menghadapi perang tersebut adalah firman Tuhan.
Apa yang akan terjadi jika senjata ini tidak sepenuhnya dipakai?, atau sama sekali tidak dipakai?
Pasti kita tahu apa jawabannya… kalah!
Maukah kita kalah?
Pasti kita jawab, “Tidak!”
Tetapi persoalannya, apakah kita sepenuhnya memakai senjata kita ini?
Sekedar sajakah?
Apakah kita terus belajar bagaimana mendalaminya supaya cekatan dan handal memakainya?
Jawabannya akan beragam.
Apa jawaban kita dan bagaimana kita melakukan jawaban kita ini, itu yang akan menentukan menang atau kalahnya kita berjuang di medan perang; perang melawan musuh yang tak terjangkau oleh pikiran dan tak terlihat oleh mata jasmani, namun terasa ada jika hati kita peka.
Efesus 6:13
Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
Selamat beraktifitas.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus memberkati dan menyertai dalam peperangan kita menghadapi kuasa kegelapan yang tak nampak. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by Freepik




