Sungguh sulit dipercaya apa yang dilihat, ternyata hantaman pandemi ini sungguh dahsyat. Tak terbayangkan, betapa kuat terlihat sebelumnya, sekarang semua berantakan. Kalau saja dikau serta, melihat apa yang ada di depan mata, dikau akan ternganga-nganga, tempat semegah ini juga dapat dibuatnya tidak berdaya. Pusat perbelanjaan termegah di pantai Utara kota Jakarta, dengan sejumlah menara hunian…
Category: Cinta
304. Eksklusivisme Denominasi
Sudah hampir 2 tahun berlalu, selama itu pula daku dan dikau dipaksa meninggalkan kebiasaan sakral. Ritual yang begitu telah menyatu dengan kalbu, bagi pertumbuhan iman itu bagian yang fundamental. Tidak terbayangkan rutinitas iman yang demikian vital, walau itu sudah menjadi satu dengan prilaku, sekarang sudah tidak lagi laku. Siapa nyana, tidak ada yang dapat duga…
303. A House of Cards
Di bulan-bulan pandemi, itu masa-masa gamang bagi kebiasaan kehidupan rohani. Ritual yang begitu suci, dipelihara dari generasi ke generasi, sekarang satu demi satu telah pergi. Ibadah sakral setiap hari Minggu pagi, ritual perjamuan kudus yang hanya sekali-sekali, semua sudah berganti, tidak ada yang sama lagi. Semua pedoman baku beribadah telah berubah. Siapa sangka fondasi ritual…
302. Romantisme Masa Silam
Waktu terus bergulir, bak air terus mengalir. Tidak pernah sangsi ataupun harus berpikir, berjalan tanpa henti terus menuju ke hilir. Sudah sekitar 2 tahun dibombandir, lebih 7 milyar orang dilibas hingga kocar kacir. Semua kebiasaan diapkir, termasuk ritual sakral agama juga turut dipaksa minggir. Dan tujuan dari semua ini masih terselubung misterius dibalik tabir. Namun…
301. The Next Level
Baru saja terasa lega, kembali pemerintah mewanti-wanti datangnya pandemi gelombang ke tiga. Si Corona kembali dengan cepat bermutasi, si virus sukses lagi menyesuaikan diri. Beberapa negara tengah mengalami, ternyata vaksin bukanlah jaminan sirnanya pandemi dari muka bumi. Akankah Covid-19 ini pelan namun pasti akan berubah menjadi endemik? Keberadaannya akan selalu ditemui, terus akan berdampingan dengan…
300. Ended at Start
Semua kejadian di bawah matahari akan juga ada hari akhirnya. Wabah pun ada hari kadaluarsanya. Walau awal-awalnya belum diketahui bagaimana terjadinya, namun di ujung sana sudah mulai kelihatan garis akhir. Walau itu masih samar-samar, namun rasanya pandemi segera akan pudar. Rutinitas kehidupan kembali seperti semula, perekonomian berputar seperti sediakala. Sekolah-sekolah dibuka, pelajar kembali diijinkan tatap…
299. Manna
Bagaimana mungkin diam, untuk merenung dalam-dalam jikalau tuntutan pekerjaan terasa mengancam. Tak kenal waktu, tugas datang bertalu-talu. Berangkat kerja matahari belum terbit, hingga pulang larut malam dengan perasaan terbirit-birit. Anak-anak pun tidak lagi sempat dididik. Hiruk pikuk dunia pekerjaan, menjerat setiap insan. Jujur saja, di tengah-tengah kesibukan, sungguh sulit untuk dapat berpikir tentang Tuhan. Bagaimana…
298. Cermin Buram
Jika saja ada kesempatan untuk diam, lantas berpikir dalam-dalam. Bisa jadi banyak hal yang segera terungkap dari dasar hati. Perkara-perkara yang selama ini tersembunyi, rapat tertutup dalam nurani. Jika saja daku dan dikau rela menerima apa adanya, baru sadar ada rahasia yang selama ini tertutup rapat di dada. Itu misteri yang sangat sulit terbuka, sewaktu…
297. Utang Sejarah
Berdiri terpesona di bibir pantai, pasir putih bersih menyelimuti permukaan yang landai. Sudah cukup lama tidak menikmati suasana santai, lepaslah sejenak perasaan terancam dari si Corona yang terus mengintai. Sejauh mata memandang, nan jauh yang nampak hanya laut biru luas terbentang. Satu dua perahu nelayan dengan layar terkembang, samar-samar itu terlihat bergoyang-goyang. Sorotan sinar mentari…
296. Inside Out
Berdecak heran sambil geleng-geleng kepala, tak percaya apa yang ada di depan mata, ternyata semacam ini ada. Sejak dulu hingga kini, seperti ini belum pernah dialami, baru inilah pertama kali. Sungguh ini bak mimpi di siang hari, ini benar-banar terjadi. Bagaimanakah mungkin acara sedemikian suci, peristiwa sakral yang hanya sekali, berlangsung begitu sepi? Tidak ada…
295. Mengejar Kaki Langit
Terasa lega, rasanya macam lepas dari penjara. Setelah beberapa bulan dipaksa di rumah saja, kala si virus berubah muka dengan varian si Delta. Walau belum berlangsung lama, bersyukur beberapa minggu ini si Corona tidak lagi menggila. Semoga saja, walau masih harap-harap cemas, wabah tidak lagi mengganas. Suasana jalan ramai lagi dengan kendaraan. Pasar-pasar rakyat kembali…
294. Inner Trip
Di sekitar bulan Juli hingga Agustus tahun ini, itu minggu-minggu susah hati. Dukacita terdengar di mana-mana, kekasih telah pergi. Bukan hanya 1, 2 keluarga yang mengalami, pada puncaknya ada lebih dari 1000 nyawa menjadi korbannya setiap hari. Ini bagian hidup yang takkan terlupakan hingga mati. Tidak terganggu dengan yang berduka, dingin walau ada yang gembira….