Mulanya, si Corona dianggap sebagai gelaja alam biasa. Itu layaknya seperti virus influensa, yang hampir 100 tahun lalu mengila, dan kini itu kembali menyerang manusia. Ini bak perputaran musiman 100 tahunan, yang dulu-dulu muncul lagi kepermuakaan. Nanti juga pelan-pelan, itu akan hilang dari ingatan. Akan tetapi, terasa wabah ini unik sekali. Apakah itu karena kemajuan…
Category: Cinta
289. Spiritual Deserts
Belasan bulan ini, menjadi bulan-bulan yang luar biasa. Di era pandemi, semua dipaksa melakukan sesuatu dengan cara tidak biasa. Tidak ada yang terkecuali, semua segi kehidupan tidak ada lagi yang sama. Semua ikuti irama sang wabah, termasuk dalam perkara beribadah. Ini melanda semua denominasi, tunduk pasrah harus berubah. Dikau bisa saja sedang sibuk work from…
288. Spiritual Journey
Siapakah kelak akan percaya dengan pengalaman ini? Jika hidup sulit di era pandemi disampaikan ke generasi nanti, dapatkah mereka mengerti situasi ngeri yang dialami setiap hari? Kalau untuk bernapas pun orang berlomba mencari tabung oksigen ke sana ke mari, malahan untuk dikubur pun jenazah harus rela antri. Awan kelam menaungi setiap insan, setiap orang harap-harap…
287. Spiritual Exodus
Ini era yang menimpa seluruh negeri, melibas seluruh negara di seantero bumi. Tidak ada yang terkecuali, dari negara miskin nan papa hingga yang terkemuka dengan teknologi. Lebih dari 7 milyar manusia dilanda kecemasan awan pandemi. Sudah lebih dari 18 bulan, masyarakat hidup dalam era perubahan. Semua lapisan dan bidang kehidupan, dipaksa beralih oleh virus yang…
286. Spiritual Exit
Gelombang ke 2 hantaman si Corona, jauh lebih dahsyat dari yang pertama. Yang terdahulu, pandemi lebih berbahaya kepada golongan tua. Kali ini si virus tidak mau peduli, lepas kendali, liar bak kuda lepas dari tali, semua golongan umur ditendang. Dan semua lapisan tengah meradang, awan kelabu tengah meliputi semua orang. Berjatuhanlah korban. Siang malam tak…
285. Spiritual Anosmia
Akhir-akhir ini, berita dari media online ataupun medsos semakin tidak membesarkan hati. Serangan si virus semakin menjadi-jadi, begitu sering dapat kabar bahwa handai taulan bahkan keluarga sendiri terinfeksi. Sudah menjadi makanan sehari-hari, kalau info yang berseliweran sampaikan duka karena teman bahkan kekasih telah pergi. Ini masa-masa yang sulit, semua berusaha berkelit, untuk menghindar dari penyakit….
284. Spiritual Thermometer
Pemerintah kembali memaksa masyarakat untuk semua tinggal di rumah. Si virus semakin liar, varian baru bermunculan keluar. Ini jenis-jenis teranyar, tipe yang semakin pintar. Sudah semakin banyak yang tersambar, sekarang semua umur rentan terpapar. Tidak ada yang kebal, utamakan protokol kesehatan agar tidak menyesal. Tidak ada seorang pun yang tahu, mengapa yang seorang terpapar langsung…
281. Legalistic
Masa pandemi seperti sekarang ini, sungguh masa-masa yang sangat sulit bagi mereka yang taat beragama. Mereka yang begitu memelihara urutan ibadah dengan teliti, ketaatan mengikuti urutan ritual sebagai bukti, bahwa ibadah telah berjalan sesuai aturan ilahi. Sah tidaknya ibadah di hadapan ilahi bergantung sejauh mana tata ibadah diikuti. Kesalahan kecil dalam mentaati urutan, membuat hati…
280. Tradition
Walau tidak nyaman, namun generasi yang hidup di era pandemi termasuk generasi yang langka dalam peradaban. Suatu kehormatan melihat segala sesuatu mengalami perubahan. Umat bertanya-tanya, dikemanakan kebiasaan yang telah demikian lama. Begitu lamanya, sehingga jema’at tidak tahu lagi tradisi itu berasal dari mana. Selama ini, tradisi beribadah sudah jamak diikuti tanpa ada yang begitu peduli…
279. Traditionalism
Setiap agama ada kebiasaan unik yang merupakan ciri khas dari penganutnya. Umat Kristen sudah terbiasa ibadah di gereja sejak dulu kala. Demikian juga bagi Islam, setiap hari Jumat berduyun-duyunlah umat sholat di masjid ataupun mushola. Begitu juga dengan semua agama, ada hari-hari istimewa sebagai hari raya. Hari yang dari turun-temurun dikenang sebagi simbol agama, entah…
278. Anak Tangga
Dalam menjalankan keyakinan, ada aturan yang menjadi pedoman. Setiap keyakinan, ada pantangan yang harus dihindarkan, dan kewajiban yang harus dilakukan. Abai mentaatinya, dianggap membuat gusar Sang Kuasa. Sukses mengikutinya, tersenyumlah Sang Maha Esa. Aturan tersebut terpelihara dari zaman ke zaman, dan di ujung sana itu dianggap suatu keharusan yang sudahlah demikian. Kewajiban maupun larangan, setelah…
277. A Ceremonial Washing
Hidup tidak dapat lepas dari kebiasaan. Kebiasaan yang diturunkan dari generasi ke genarasi, suatu waktu di ujung sana berubah menjadi kebudayaan. Kebudayaan yang diwariskan dari nenek moyang sudah dapat dianggap sebagai suatu pedoman etika kehidupan. Itu sebagai petunjuk standard bagaimana harus berelasi dengan sesama insan. Setiap suku memiliki kebiasaan unik tersendiri. Apa yang baik dalam…