Gelombang ke 2 hantaman si Corona, jauh lebih dahsyat dari yang pertama. Yang terdahulu, pandemi lebih berbahaya kepada golongan tua. Kali ini si virus tidak mau peduli, lepas kendali, liar bak kuda lepas dari tali, semua golongan umur ditendang. Dan semua lapisan tengah meradang, awan kelabu tengah meliputi semua orang. Berjatuhanlah korban. Siang malam tak…
Category: Cinta
285. Spiritual Anosmia
Akhir-akhir ini, berita dari media online ataupun medsos semakin tidak membesarkan hati. Serangan si virus semakin menjadi-jadi, begitu sering dapat kabar bahwa handai taulan bahkan keluarga sendiri terinfeksi. Sudah menjadi makanan sehari-hari, kalau info yang berseliweran sampaikan duka karena teman bahkan kekasih telah pergi. Ini masa-masa yang sulit, semua berusaha berkelit, untuk menghindar dari penyakit….
284. Spiritual Thermometer
Pemerintah kembali memaksa masyarakat untuk semua tinggal di rumah. Si virus semakin liar, varian baru bermunculan keluar. Ini jenis-jenis teranyar, tipe yang semakin pintar. Sudah semakin banyak yang tersambar, sekarang semua umur rentan terpapar. Tidak ada yang kebal, utamakan protokol kesehatan agar tidak menyesal. Tidak ada seorang pun yang tahu, mengapa yang seorang terpapar langsung…
281. Legalistic
Masa pandemi seperti sekarang ini, sungguh masa-masa yang sangat sulit bagi mereka yang taat beragama. Mereka yang begitu memelihara urutan ibadah dengan teliti, ketaatan mengikuti urutan ritual sebagai bukti, bahwa ibadah telah berjalan sesuai aturan ilahi. Sah tidaknya ibadah di hadapan ilahi bergantung sejauh mana tata ibadah diikuti. Kesalahan kecil dalam mentaati urutan, membuat hati…
280. Tradition
Walau tidak nyaman, namun generasi yang hidup di era pandemi termasuk generasi yang langka dalam peradaban. Suatu kehormatan melihat segala sesuatu mengalami perubahan. Umat bertanya-tanya, dikemanakan kebiasaan yang telah demikian lama. Begitu lamanya, sehingga jema’at tidak tahu lagi tradisi itu berasal dari mana. Selama ini, tradisi beribadah sudah jamak diikuti tanpa ada yang begitu peduli…
279. Traditionalism
Setiap agama ada kebiasaan unik yang merupakan ciri khas dari penganutnya. Umat Kristen sudah terbiasa ibadah di gereja sejak dulu kala. Demikian juga bagi Islam, setiap hari Jumat berduyun-duyunlah umat sholat di masjid ataupun mushola. Begitu juga dengan semua agama, ada hari-hari istimewa sebagai hari raya. Hari yang dari turun-temurun dikenang sebagi simbol agama, entah…
278. Anak Tangga
Dalam menjalankan keyakinan, ada aturan yang menjadi pedoman. Setiap keyakinan, ada pantangan yang harus dihindarkan, dan kewajiban yang harus dilakukan. Abai mentaatinya, dianggap membuat gusar Sang Kuasa. Sukses mengikutinya, tersenyumlah Sang Maha Esa. Aturan tersebut terpelihara dari zaman ke zaman, dan di ujung sana itu dianggap suatu keharusan yang sudahlah demikian. Kewajiban maupun larangan, setelah…
277. A Ceremonial Washing
Hidup tidak dapat lepas dari kebiasaan. Kebiasaan yang diturunkan dari generasi ke genarasi, suatu waktu di ujung sana berubah menjadi kebudayaan. Kebudayaan yang diwariskan dari nenek moyang sudah dapat dianggap sebagai suatu pedoman etika kehidupan. Itu sebagai petunjuk standard bagaimana harus berelasi dengan sesama insan. Setiap suku memiliki kebiasaan unik tersendiri. Apa yang baik dalam…
274. Ilusi Beragama
Tahun ini belum juga melewati pertengahan, kembali umat manusia dibayangi ketidakpastian. Wabah semakin menjadi-jadi di India, korban berjatuhan melebihi dari yang sebelumnya. Apakah peradaban, generasi ini, akan hidup terus dalam bayang-bayang ancaman? Tadinya dikira keadaan telah dapat dikendalikan, sehingga diijinkan perayaan keagamaan. Seremoni sakral yang sudah begitu lama dirindukan. Umat yang taat yakin Sang Kuasa…
264. Semua Imam
Beberapa bulan terakhir ini manusia dipaksa untuk mandiri, kembali diajari mengatur diri sendiri. Jika datang penyakit, hampir-hampir tidak berguna menjerit. Kepada siapa minta tolong, jika tetangga pun was-was si virus bisa-bisa nyelonong. Begitu tragis era ini, seakan-akan kalau bisa pemakaman diri pun harus diurus sendiri. Itu tidak terkecuali di dunia rohani. Masing-masing tentukan sendiri. Apa…
263. Kotak-kotak Kehidupan
Situasinya semakin tidak pasti. Serangan si virus semakin menjadi-jadi. Tadinya dianggap itu akan pelan-pelan segera berhenti. Faktanya itu sudah sampai di lingkaran inti, bahkan sudah menghampiri diri sendiri. Tidak tahu bagaimanakah keadaan di kemudian hari, jika si Corona tidak juga mau pergi-pergi? Mungkinkah masa-masa seperti dulu akan kembali? Dari pada hidup dalam khayalan, terus menerus…
262. A Dichotomy
Sahabat! Ini masa-masa, jika lidah kehilangan kemampuan membedakan garam dengan gula, itu seakan-akan bencana sudah di depan mata. Andaikan tiba-tiba hidung tidak lagi dapat membedakan aroma, itu indikasi kuat sudah datang si Corona. Indra penciuman dan pengecap menjadi tanda-tanda yang utama. Selera makan jadi pudar. Tidak lagi dapat membedakan lezatnya ikan bakar, begitu juga asam…