323. Militansi

Entah mengapa, namun begitulah adanya. Siapa sangka, kalau yang seperti itu memang ada. Ini bukan katanya, ini fakta, terjadi di depan mata. Tidak percaya, namun kata-kata itu lancar ke luar dari tangan pertama. Sejauh inikah akibat pengajaran golongan pendekar agama? Kaum elite rohani begitu diagung-agungkan, jema’at begitu takzim kepada golongan imam. Sehingga apapun yang diucapkan,…

316. Gaya Hidup

Tanpa disadari, sepertinya itu muncul sendiri, diterima sebagai hal yang sangat alami. Tidak ada paksaan, memang dari dalam diri setiap insan muncul yang demikian. Perasaan adanya orang-orang khusus yang dapat meraba dunia yang tidak kelihatan. Menerawang perkara apa yang akan terjadi di depan. Seakan-akan mereka mahkluk spesial yang dapat memahami tanda-tanda alam. Dalam situasi tak…

315. Kaum Awam

Bidang apa saja dalam kehidupan, selalu terdapat tingkatan. Sekolah pun dimulai yang paling dasar, lalu berjenjang hingga menjadi pakar. Bayi juga bertumbuh seiring berjalannya waktu, gagah, dan akhirnya juga lesu. Status masyarakat secara ekonomi juga dibagi-bagi. Ada kelompok bawah, menengah, dan kasta tertinggi. Itu tak terkecuali, terjadi juga di dunia rohani. Ada kelompk elite sebagai…

314. Super Body

Ini perjalanan panjang nan melelahkan. Pikiran melayang-layang, ini tidak mungkin dapat dilakukan. Setiap langkah suatu keajaiban, petualangan tak kenal batas melalui lembah kekelaman. Memasuki medan yang belum pernah dilalui sebelumnya, journey menuju tanah Kanaan. Tanah idaman, rumah yang diimpi-impikan. Tanah subur penuh dengan kelimpahan madu dan susu. Semua kenikmatan yang dapat dikhayalkan tersedia di hadapan….

313. Golongan Intelek

Dalam sistem Kerajaan Agama, ada sekelompok golongan atas yang begitu berkuasa. Mereka dianggap umat sebagai panutan, teladan dalam mengikut Tuhan. Titah mereka setara dengan Firman Tuhan, karena golongan ini dianggap sebagai wakil Tuhan. Jika mereka berbicara, kontan umat terdiam seribu bahasa, hening karena serius menyimak setiap kata. Mereka berwibawa, karena mereka golongan rohaniawan bukan dari…

312. Sejarah Berdarah-darah

Tidak harus meneliti masa yang sudah lama berlalu, membaca peristiwa yang terdapat dalam buku-buku usang berdebu. Peristiwa-peristiwa pilu, kekejaman antar sesama yang sangat mencederai kalbu. Kenangan pahit yang akan diceritakan turun temurun, hingga menjadi penyakit yang menahun. Warisan peradaban, yang tidak akan pernah luntur dari ingatan. Sekarang pun dikau dan daku sudah dan sedang mengalami,…

311. Kerajaan Agama

Melihat ke dalam hati, memang sulit. Menilai diri sendiri, itu terlebih sakit. Hidup dalam era pandemi, seyogianya daku dan dikau didorong untuk refleksi. Si virus bulanan memaksa semua henti, berdiam diri untuk berkontemplasi. Apakah yang tengah terjadi? Belum jugakah daku mengerti? Walau semua berlangsung terang benderang, namun kelihatannya belum jugakah ada titik terang? Betapa telinga…

310. An Unshakable Kingdom

Cukuplah sudah, 2 tahun ada dalam ancaman wabah. Paling tidak sepintas telah terlihat kemana langkah arah sejarah. Dalam waktu sekilas, semua kebiasaan telah dilibas. Bahkan yang paling esensi dari agama, ritual suci ibadah pun tidak berdaya. Tata cara menyembah yang selama ini bertahan lebih dari satu milenium akhirnya juga lemas rebah. Di hadapan si virus…

309. Disrupsi

Satu tahun lagi sudah lewat, hidup laksana uap. Sekilas terlihat, lalu segera buru-buru lenyap. Semua juga akan ditinggal pergi, tidak ada yang langgeng di bawah matahari. Fakta pahit ini akan menimpa dikau dan daku, barangkali dikau siap ataupun daku ragu-ragu. Waktu terus laju, jarum arloji terus berputar tanpa dapat menunggu. Entah mengapa, daku tidak tahu….

308. Bumi Bukan Eden

Aaahhh, insyah Allah, akhirnya dapat juga melewati bulan-bulan di bawah ancaman wabah. Mengakhiri tahun ini terasa jauh berbeda dari yang sudah-sudah. Ini tahun dalam dominasi varian Delta yang tampil pongah nan gagah. Hari-hari dalam puncak serangan si Delta sungguh suasananya sangat mencekam. Di mana-mana terjadi kepanikan, fasilitas rumah sakit tak mampu menghadapi lonjakkan pasien dan…

307. Seribu Satu Pertanyaan

Genaplah sudah 2 tahun sejak si Corona muncul di Wuhan. Duapuluh empat bulan dunia di bawah ancaman, maut yang siap menelan korban. Tidak kenal kasta, tidak peduli suku, tidak bertanya ‘kau siapa,’ apalagi memilah-milah berdasarkan agama, semuanya dipandang sebelah mata, pandemi yang membawa duka. Bencana yang akan dikenang sangat lama. Pas pula daku dan dikau…

306. Sejarah Terulang

Segala sesuatu ada awalnya, tidak ada yang begitu saja ada. Begitu juga dengan kebiasaan, itu secara perlahan-lahan menjadi bagian dari kebudayaan. Kemudian, itu diteruskan turun temurun dari satu angkatan ke angkatan selanjutnya hingga menjadi suatu norma kehidupan. Pedoman hidup yang diterima sebagai ukuran etika. Bisa jadi setelah sekian lama, tidak lagi disadari kebiasaan itu datangnya…