301. The Next Level

Baru saja terasa lega, kembali pemerintah mewanti-wanti datangnya pandemi gelombang ke tiga. Si Corona kembali dengan cepat bermutasi, si virus sukses lagi menyesuaikan diri. Beberapa negara tengah mengalami, ternyata vaksin bukanlah jaminan sirnanya pandemi dari muka bumi. Akankah Covid-19 ini pelan namun pasti akan berubah menjadi endemik? Keberadaannya akan selalu ditemui, terus akan berdampingan dengan…

300. Ended at Start

Semua kejadian di bawah matahari akan juga ada hari akhirnya. Wabah pun ada hari kadaluarsanya. Walau awal-awalnya belum diketahui bagaimana terjadinya, namun di ujung sana sudah mulai kelihatan garis akhir. Walau itu masih samar-samar, namun rasanya pandemi segera akan pudar. Rutinitas kehidupan kembali seperti semula, perekonomian berputar seperti sediakala. Sekolah-sekolah dibuka, pelajar kembali diijinkan tatap…

299. Manna

Bagaimana mungkin diam, untuk merenung dalam-dalam jikalau tuntutan pekerjaan terasa mengancam. Tak kenal waktu, tugas datang bertalu-talu. Berangkat kerja matahari belum terbit, hingga pulang larut malam dengan perasaan terbirit-birit. Anak-anak pun tidak lagi sempat dididik. Hiruk pikuk dunia pekerjaan, menjerat setiap insan. Jujur saja, di tengah-tengah kesibukan, sungguh sulit untuk dapat berpikir tentang Tuhan. Bagaimana…

298. Cermin Buram

Jika saja ada kesempatan untuk diam, lantas berpikir dalam-dalam. Bisa jadi banyak hal yang segera terungkap dari dasar hati. Perkara-perkara yang selama ini tersembunyi, rapat tertutup dalam nurani. Jika saja daku dan dikau rela menerima apa adanya, baru sadar ada rahasia yang selama ini tertutup rapat di dada. Itu misteri yang sangat sulit terbuka, sewaktu…

297. Utang Sejarah

Berdiri terpesona di bibir pantai, pasir putih bersih menyelimuti permukaan yang landai. Sudah cukup lama tidak menikmati suasana santai, lepaslah sejenak perasaan terancam dari si Corona yang terus mengintai. Sejauh mata memandang, nan jauh yang nampak hanya laut biru luas terbentang. Satu dua perahu nelayan dengan layar terkembang, samar-samar itu terlihat bergoyang-goyang. Sorotan sinar mentari…

296. Inside Out

Berdecak heran sambil geleng-geleng kepala, tak percaya apa yang ada di depan mata, ternyata semacam ini ada. Sejak dulu hingga kini, seperti ini belum pernah dialami, baru inilah pertama kali. Sungguh ini bak mimpi di siang hari, ini benar-banar terjadi. Bagaimanakah mungkin acara sedemikian suci, peristiwa sakral yang hanya sekali, berlangsung begitu sepi? Tidak ada…

295. Mengejar Kaki Langit

Terasa lega, rasanya macam lepas dari penjara. Setelah beberapa bulan dipaksa di rumah saja, kala si virus berubah muka dengan varian si Delta. Walau belum berlangsung lama, bersyukur beberapa minggu ini si Corona tidak lagi menggila. Semoga saja, walau masih harap-harap cemas, wabah tidak lagi mengganas. Suasana jalan ramai lagi dengan kendaraan. Pasar-pasar rakyat kembali…

294. Inner Trip

Di sekitar bulan Juli hingga Agustus tahun ini, itu minggu-minggu susah hati. Dukacita terdengar di mana-mana, kekasih telah pergi. Bukan hanya 1, 2 keluarga yang mengalami, pada puncaknya ada lebih dari 1000 nyawa menjadi korbannya setiap hari. Ini bagian hidup yang takkan terlupakan hingga mati. Tidak terganggu dengan yang berduka, dingin walau ada yang gembira….

293. Era Isoman

Terduduk lemas di kursi sofa nan empuk.Kupejamkan mata sambil tertunduk.Anganku melayang menembus awan,meraba apa yang ada di depan,pikiran liar melewati batas khayalan.Alangkah menyenangkan,jika pembaca yang budiman,ikut sebagai teman seperjalanan. Apakah memang segala sesuatu itu ada, karena ada alasan keberadaanya? Segala sesuatu di alam ada, karena ada gunanya. Tidak ada, yang ada, yang tidak ada maksudnya….

292. Kacamata Baru

Sejarah tengah dicatat, sehat ataupun terpapar oleh si virus yang tak terlihat, tetap saja tiap-tiap orang ikut menuliskan alur kisah hingga tamat. Ini riwayat yang belum pernah terjadi, kala kehidupan porakporanda di masa pandemi. Luluh lantak semua keteraturan, remuk redam semua kenormalan. Ini era yang dulu-dulu dianggap sudah usang, dan yang baru tengah menjelang. Tidak…

Telah Terbit Buku ‘The Great Dance of Divine Love’ karya NSM

• Judul: Tarian Agung Cinta Ilahi• Sub Judul: Menganyam Tulah dan Berkah dalam Harmoni Tarian Kehidupan• Penulis: Naek S. Meliala• Tebal: 186 halaman• Tahun Terbit: 2021• Link E-book: Google PlayBook The Great Dance of Divine Love• Buku cetak: +62811 1636 59 Ini kumpulan essai renungan sukma. Perjalanan hati yang tidak biasa. Pengembaraan kalbu melampaui kaidah agama. Penjelajahan…

291. Spiritual Instinct

Perjalanan ini terasa masih panjang, kiri kanan menganga jurang. Setiap langkah begitu berat, saban sukses lewat tikungan itu sungguh suatu berkat. Tidak sedikit handaitolan, dipaksa berhenti di tengan jalan. Yang terus bergerak ikut rombongan, namun sendiri-sendiri menghadapi era ketidakpastian. Dan gelap gulita masih menanti di depan. Berapa lama masa-masa kebingungan ini akan bertahan? Mungkinkah perjalanan…