Dalam sistem Kerajaan Agama, ada sekelompok golongan atas yang begitu berkuasa. Mereka dianggap umat sebagai panutan, teladan dalam mengikut Tuhan. Titah mereka setara dengan Firman Tuhan, karena golongan ini dianggap sebagai wakil Tuhan. Jika mereka berbicara, kontan umat terdiam seribu bahasa, hening karena serius menyimak setiap kata. Mereka berwibawa, karena mereka golongan rohaniawan bukan dari…
Category: Cinta
312. Sejarah Berdarah-darah
Tidak harus meneliti masa yang sudah lama berlalu, membaca peristiwa yang terdapat dalam buku-buku usang berdebu. Peristiwa-peristiwa pilu, kekejaman antar sesama yang sangat mencederai kalbu. Kenangan pahit yang akan diceritakan turun temurun, hingga menjadi penyakit yang menahun. Warisan peradaban, yang tidak akan pernah luntur dari ingatan. Sekarang pun dikau dan daku sudah dan sedang mengalami,…
311. Kerajaan Agama
Melihat ke dalam hati, memang sulit. Menilai diri sendiri, itu terlebih sakit. Hidup dalam era pandemi, seyogianya daku dan dikau didorong untuk refleksi. Si virus bulanan memaksa semua henti, berdiam diri untuk berkontemplasi. Apakah yang tengah terjadi? Belum jugakah daku mengerti? Walau semua berlangsung terang benderang, namun kelihatannya belum jugakah ada titik terang? Betapa telinga…
310. An Unshakable Kingdom
Cukuplah sudah, 2 tahun ada dalam ancaman wabah. Paling tidak sepintas telah terlihat kemana langkah arah sejarah. Dalam waktu sekilas, semua kebiasaan telah dilibas. Bahkan yang paling esensi dari agama, ritual suci ibadah pun tidak berdaya. Tata cara menyembah yang selama ini bertahan lebih dari satu milenium akhirnya juga lemas rebah. Di hadapan si virus…
309. Disrupsi
Satu tahun lagi sudah lewat, hidup laksana uap. Sekilas terlihat, lalu segera buru-buru lenyap. Semua juga akan ditinggal pergi, tidak ada yang langgeng di bawah matahari. Fakta pahit ini akan menimpa dikau dan daku, barangkali dikau siap ataupun daku ragu-ragu. Waktu terus laju, jarum arloji terus berputar tanpa dapat menunggu. Entah mengapa, daku tidak tahu….
308. Bumi Bukan Eden
Aaahhh, insyah Allah, akhirnya dapat juga melewati bulan-bulan di bawah ancaman wabah. Mengakhiri tahun ini terasa jauh berbeda dari yang sudah-sudah. Ini tahun dalam dominasi varian Delta yang tampil pongah nan gagah. Hari-hari dalam puncak serangan si Delta sungguh suasananya sangat mencekam. Di mana-mana terjadi kepanikan, fasilitas rumah sakit tak mampu menghadapi lonjakkan pasien dan…
307. Seribu Satu Pertanyaan
Genaplah sudah 2 tahun sejak si Corona muncul di Wuhan. Duapuluh empat bulan dunia di bawah ancaman, maut yang siap menelan korban. Tidak kenal kasta, tidak peduli suku, tidak bertanya ‘kau siapa,’ apalagi memilah-milah berdasarkan agama, semuanya dipandang sebelah mata, pandemi yang membawa duka. Bencana yang akan dikenang sangat lama. Pas pula daku dan dikau…
306. Sejarah Terulang
Segala sesuatu ada awalnya, tidak ada yang begitu saja ada. Begitu juga dengan kebiasaan, itu secara perlahan-lahan menjadi bagian dari kebudayaan. Kemudian, itu diteruskan turun temurun dari satu angkatan ke angkatan selanjutnya hingga menjadi suatu norma kehidupan. Pedoman hidup yang diterima sebagai ukuran etika. Bisa jadi setelah sekian lama, tidak lagi disadari kebiasaan itu datangnya…
305. Rhythm of Covid-19
Sungguh sulit dipercaya apa yang dilihat, ternyata hantaman pandemi ini sungguh dahsyat. Tak terbayangkan, betapa kuat terlihat sebelumnya, sekarang semua berantakan. Kalau saja dikau serta, melihat apa yang ada di depan mata, dikau akan ternganga-nganga, tempat semegah ini juga dapat dibuatnya tidak berdaya. Pusat perbelanjaan termegah di pantai Utara kota Jakarta, dengan sejumlah menara hunian…
304. Eksklusivisme Denominasi
Sudah hampir 2 tahun berlalu, selama itu pula daku dan dikau dipaksa meninggalkan kebiasaan sakral. Ritual yang begitu telah menyatu dengan kalbu, bagi pertumbuhan iman itu bagian yang fundamental. Tidak terbayangkan rutinitas iman yang demikian vital, walau itu sudah menjadi satu dengan prilaku, sekarang sudah tidak lagi laku. Siapa nyana, tidak ada yang dapat duga…
303. A House of Cards
Di bulan-bulan pandemi, itu masa-masa gamang bagi kebiasaan kehidupan rohani. Ritual yang begitu suci, dipelihara dari generasi ke generasi, sekarang satu demi satu telah pergi. Ibadah sakral setiap hari Minggu pagi, ritual perjamuan kudus yang hanya sekali-sekali, semua sudah berganti, tidak ada yang sama lagi. Semua pedoman baku beribadah telah berubah. Siapa sangka fondasi ritual…
302. Romantisme Masa Silam
Waktu terus bergulir, bak air terus mengalir. Tidak pernah sangsi ataupun harus berpikir, berjalan tanpa henti terus menuju ke hilir. Sudah sekitar 2 tahun dibombandir, lebih 7 milyar orang dilibas hingga kocar kacir. Semua kebiasaan diapkir, termasuk ritual sakral agama juga turut dipaksa minggir. Dan tujuan dari semua ini masih terselubung misterius dibalik tabir. Namun…