261. Cakap Angin!

Telah belasan abad, umat dibiasakan dengan mengikuti pola ibadat. Bentuk ritual yang memberi kesan, bahwa ibadah itu terpisah dari kehidupan. Waktu kebaktian, itu adalah saat-saat kudus yang dipersembahkan kepada Tuhan. Itu jam yang dinanti-nantikan, karena akan terasa ada yang kurang jika jadwal itu terlewatkan. ’Selamat hari Minggu, selamat beribadah’ adalah sapaan lumrah sesama umat pada…

260. A Deep Freedom

Perkara ini belum pernah terjadi dalam sejarah ilmu pengetahuan. Vaksin virus si Corona telah tersedia hanya dalam hitungan bulan. Di tanah air, suntikan vaksin perdana kepada bapak presiden telah dilakukan. Itu tanda dimulainya vaksinisasi besar-besaran. Manusia memang hebat, dapat bertahan dari serangan virus yang begitu cepat. Namun, tidak dapat dielak, serentak semua sisi kehidupan telah…

259. A New Horizon

Angin pitung beliung datang, semua ditendang. Ritual agama yang sudah puluhan abad pun ikut tumbang. Layaknya di permainan lego, balok-balok berantakan dilibas hingga terbang. Sekarang, itu berjatuhan tidak karuan di tempat sembarang. Pandemi tidak ada belas kasihan, semua diperlakukan sewenang-wenang. Akibatnya, bingunglah semua orang. Jema’at Tuhan ada di persimpangan jalan. Ini perioda yang unik dalam…

258. Lego Land

Tidak terasa telah setahun dunia hidup dalam suasana mendung. Semua sisi kehidupan diterpa angin puting beliung. Begitu banyak jenis bisnis yang buntung. Tidak ada yang dibuatnya tidak bingung. Semua bidang kehidupan ditata ulang. Tak terkecuali juga tradisi iman yang sudah belasan abad bertahan tak lekang. Cara ekspresi iman umat percaya 1700 tahun terakhir dapatlah diibarat…

257. Annus Horribilis

Aaahhh, berlalu juga tahun kemalangan. Tahun malapeta yang belum pernah terjadi dalam peradaban. Annus horribilis, year of misfortune, tahun sialan! Tahun yang mengerikan. Kekacauan yang menimpa seluruh aspek kehidupan. Keganasan yang tak berprikemanusian. Gelombang bencana yang tidak mengenal belas kasihan. Wabah yang tidak hanya menimpa kawasan regional, akan tetapi juga global. Di mana-mana terdengar isak…

256. ’Iman Jalanan’

Semakin ke sini semakin terasa. Ternyata memang ini fakta. Si Corona sungguh perkasa. Sekitar 7,5 milyar penduduk dunia dibuatnya tidak berdaya. Walau keberadaan vaksin sudah di depan mata, namun bagaimana hidup ke depannya masih tanda tanya. Akankah hidup kembali seperti sebelumnya? Mungkinkah bisnis akan balik lagi seperti tidak ada apa-apa? Dapatkah tradisi talisilaturahmi antar sesama…

255. ‘The Greatest Escape!’

Hari, minggu, dan bulan-bulan dalam tahun ini akan dikenang sepanjang masa. Sejarah akan mencatat itu sebagai peristiwa yang amat sangat langka. Kejadian begitu global yang belum pernah ada. Generasi yang mengalami dapatlah disebut mendapat perlakuan istimewa. Itu semacam kehormatan untuk merasakan suka duka di bawah ancaman kematian si Corona. Era di mana setiap orang merasa…

254. ‘Anak Jalanan’

Sahabat! Akhirnya gelombang pertama kedatangan vaksin Covid-19 telah sampai di tempat. Indonesia menjadi salah satu negara yang pertama-tama dapat. Lega rasanya setelah sekian lama masyarakat dalam situasi ‘panic mode.’ Masa-masa di mana hal-hal yang tidak masuk akal pun bisa jadi obat. Akankah vaksin itu mujarab? Wallahu a’lam bishawab! Yang pasti! Si virus telah merubah total…

253. ‘Sang Tunawisma’

Masa ini masa yang setiap orang didorong untuk berpetualang. Melihat setiap kesulitan itu sebagai peluang. Karena semua aspek kehidupan ditata ulang. Kebiasaan-kebiasan yang sudah begitu mendarah daging pun dianggap telah usang. Dulu itu berada di puncak menjulang. Sekarang? Ada di urutan yang paling belakang. Dulu itu digadang-gadang. Disayang-sayang. Sekarang itu ditendang. Seakan-akan diabaikan tak berharga…

252. ‘Kehilangan Besar’

Hari-hari ini terasa suasana batin semakin mendung. Jauh dekat terdengar bunyi senandung. Jerit nada pilu dalam rangkaian ritme kidung. Korban sudah tidak lagi terhitung. Tempat Pemakaman Umum tidak cukup luas lagi untuk dapat menampung. Baik di kota hingga pelosok yang paling ujung. Si Corona menebar maut bak angin pitung beliung. Semua dilibas hingga buntung. Namun…

251. ‘Ini Tidak Biasa!’

Si Corona itu layaknya seperti angin puting beliung. Menyapuh bersih perkara-perkara yang gampang puntung. Sebelumnya tidak ada yang menduga. Kebiasaan ibadah di gedung gereja seolah-olah akan bertahan selama-lamanya. Ternyata dalam sekali hembus semua sirna. Gedung mewah yang begitu besar menelan biaya. Lambang kejayaan denominasi yang tiada tara. Sekarang terbengkalai percuma. Kelompok elite rohani dibuatnya linglung….

250. ‘Home Sweet Home’

Semua bidang kehidupan telah dirubah. Baru saja rasanya jema’at semangat-semangatnya pergi ke gereja untuk beribadah. Sekarang siapa sangka justru dihalang-halangi karena wabah. Kalau sudah diancam oleh maut, siapapun akan menyerah. Ritual iman yang tak putus-putus dipelihara, juga akhirnya patah. Si Corona memang gagah. Umat didesak untuk ibadah di rumah. Ikuti pola kebaktian yang sebelumnya belum…