250. ‘Home Sweet Home’

Viewed : 875 views

Semua bidang kehidupan telah dirubah. Baru saja rasanya jema’at semangat-semangatnya pergi ke gereja untuk beribadah. Sekarang siapa sangka justru dihalang-halangi karena wabah. Kalau sudah diancam oleh maut, siapapun akan menyerah. Ritual iman yang tak putus-putus dipelihara, juga akhirnya patah. Si Corona memang gagah.

Umat didesak untuk ibadah di rumah. Ikuti pola kebaktian yang sebelumnya belum pernah. Dandanan dan keseriusan ikuti liturgi pun bak ibadah di Bait Allah. Itu begitu getol dipertahankan oleh sebagian jama’ah. Yang lain ikuti itu dengan duduk santai bahkan hingga sambil rebah-rebah.

Siapa sangka. Sejak itu pelaksanaan ibadah pun tidak lagi sama. Tidak ada yang dapat menduga sebelumnya. Bahwa gedung yang indah-indah sepertinya akan menjadi sia-sia. Masa ini layaknya saat-saat banyak perkara gaib jadi terbuka. Hal-hal yang dahulu tidak ada yang mengira. Sekarang misteri itu pelan-pelan menjelma. Si virus seolah-olah diselubungi tugas ganda. Misi mencekam manusia sehingga terbukalah rahasia.

Ayo Sahabat! Siap-siap melihat! Apa-apa yang di zaman dahulu tak terlihat. Sekarang itu dibuka terang benderang di depan umat. Dulu itu hanya untuk mereka dari kalangan ahli Taurat. Kini tidak sulit untuk dimengerti jema’at. Dunia berputar. Umat dilepaskan dari sangkar. Waktunya kaum awam bebas lepas memahami hal-hal dasar.

sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami. (Yesaya 52:15b).

Astaga! Apa? Allah sebagai pengembara (2 Samuel 7:4-6)! DIA-lah yang menyebut diri-NYA tidak betah diam tak bergerak di tempat yang sama. Layaknya sebagai seorang tunawisma yang terus berjalan ke mana-mana. Tidak lelah-lelah terus berkelana. Seakan-akan mencari tempat henti yang cocok di hati-NYA. Bak villa di pinggir danau tempat DIA istirahat dapat meletakkan kepala.

Gagasan DIA sebagai bak tunawisma. Pemikiran bahwa rumah DIA tidak punya. Ungkapan DIA mencari rumah di mana-mana. Namun belum juga jumpa-jumpa. Semua ini ide gila. Sangat sulit untuk diterima para pakar. Di luar nalar. Namun mudah dimengerti jema’at yang tak terpelajar. Umat yang berhati seakan-akan tidak lulus Sekolah Dasar.

Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. (Matius 11:25)

Mengapakah ungkapan itu sebegitu vulgar? Terasa sangat kasar. Bagaimanakah mungkin Sang Pencipta kesasar? Sampai-sampai DIA rela terlantar. Dari dulu hingga kini, DIA terus berputar-putar. Abad ke abad hingga ribuan tahun pudar. DIA terus mencari dengan sabar. Tempat henti-NYA yang selaras dengan radar.

Apakah itu sebabnya menjelma ciptaan? DIA sedang mencari graha untuk tempat perhentian. Dan pandangan-NYA tertuju ke galaksi Bimasakti. Akhirnya mata-NYA tertarik dengan bumi. Apalagi sudah menunggu sejoli. Yang merindukan DIA setiap hari. Taman Eden tempat pertama sekali. DIA menginjakkan kaki. Di tempat yang selama ini dicari-cari. Terasa DIA ada di rumah sendiri. Sambil becanda dengan kekasih hati. Aaahhh, terwujudlah mimpi.

Sejarah cinta berbicara lain. Kekasi hati-NYA didapati bermain-main. Bunga-bunga di Taman semua terasa lunglai. Alam pegunungan nan sejuk sudah tidak ada lagi arti. Berjalan di pantai pasir putih pun terasa seperti menginjak duri. Berada di pegunungan yang diselimuti salju tetap saja terasa dada terbakar api. Hati sedih. Perih. Pedih. Ooo, kekasih!

Dari purba DIA tidak mencari rumah dari kayu. DIA tidak mau diam di alam pegunungan yang berbatu-batu. Namun, inilah yang DIA rindu. Yang cocok di kalbu. Yang pas selalu. Yaitu hatimu! Dulu begitu. Kini pun hati-NYA seperti itu. DIA mencari kamu!

Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. (Efesus 2:19-22)

Wow wow wow. Sang Pencipta mencari daku dan kamu. Untuk dibangun menjadi tempat kediaman Allah yang baru. Rumah di mana DIA terasa diterima di seluruh sanubari. Tempat DIA bebas duduk sesuka hati. Minum kopi sambil goyang-goyang kaki. Bak Sang Pengembara dari perjalanan jauh rindu segera tiba di rumah untuk henti. Tidak ada tempat senyaman rumah sendiri. Home sweet home.

Ini misteri. Tolong rahasia ini disimpan sendiri. Sila dinikmati hingga merasuk sanubari. Sang Pencipta tidak bisa lagi. Terpisah dari kekasih hati. DIA tidak akan tenang sebelum daku dan dikau ada di samping kanan dan kiri. Canda tawa layaknya bebas lepas apa adanya menjadi diri sendiri! Itulah yang DIA ingini. (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” dan “Divine Love Story” karya NSM

Photo by Tamara Bitter on Unsplash

Comments

comments