Lukas 9:35
Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”
Ayat di atas adalah suara Allah yang terdengar ketika Yesus dimuliakan di atas gunung. Pesan penting dari suara itu adalah agar kita mendengarkan apa kata Yesus.
Mendengar apa kata Yesus berarti membuka pikiran dan hati untuk memahami apa yang Dia inginkan. Setelah memahami, ambil langkah untuk melakukannya.
Mengakhiri khotbah-Nya di bukit, Tuhan Yesus berkata di dalam Matius 7:24-25, “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
Langkah praktis bagi kita adalah agar setiap hari memiliki waktu khusus untuk merenungkan firman-Nya; agar diri kita diisi oleh makanan rohani sebagaimana kita makan demi kebutuhan fisik kita.
Yohanes 4:34
Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Biarlah kita berbahagia dengan mendengarkan, merenungkan dan melakukan firman Tuhan sebagai ketaatan kita akan suara, “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”
Selamat beraktifitas.
Tuhan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




