Mendengar Suara Tuhan

Viewed : 2,216 views

RENUNGAN
Amsal 23:19
Hai anakku, dengarkanlah, dan jadilah bijak, tujukanlah hatimu ke jalan yang benar.

Ibarat seorang bapa, penulis kitab Amsal menyuruh anaknya untuk mendengar agar bijak.

Apakah kita masih mau mendengar?
Apakah telinga ketika masih terbuka untuk mau mendengar nasihat?
Apakah telinga hati kita masih tetap dalam posisi dengar-dengaran akan suara Tuhan?

Bayangkanlah kita sedang mendengar suara gendang drum yang ditabuh dengan keras bercampur dengan jenis alat musik berat lain yang hingar bingar bertalu-talu. Suara keras membuat kita tidak dapat lagi menangkap dan menikmati lantunan suara halus piano dan merdunya gesekan biola dari seniman tingkat tinggi. Musik keras dunia mengendalikan tarian tubuh kita menjadi tidak karuan.

Riuh dan kerasnya suara-suara musik dunia ini sering membuat kita tidak peka lagi mendengar suara halus musik Tuhan yang merdu. Kehendak Tuhan yang semestinya kita tempuh jadi kabur. Tarian surgawi yang mestinya kita tampilkan berubah menjadi tarian dunia yang menghentak-hentak. Pemikiran dan tidakan kitapun terbawa dan dikendalikan suara-suara keras di sekeliling kita.

Kita tidak bisa menghentikan kerasnya musik dunia ini yang mengajak kita menari tarian serampangan, tapi kita bisa memilih untuk membuka telinga agar mendengar musik indah untuk bernyanyi dan menari yang membuat Tuhan mengangguk dan mengacungkan ?? kepada kita. Itulah sebabnya mengapa penulis Amsal mengatakan: “Dengarkanlah!…” suatu suruhan dari bapak ke anak.

Mari tujukan hati dan pikiran kita untuk mendengar suara Yesus… untuk menyimak baik-baik apa kata Yesus. Tuhan Yesus tidak hanya mengatakan apa yang benar, tetapi Yesus adalah KEBENARAN. Suara-Nya harus kita dengar dan camkan serta jalankan.

Perkayalah perbendaharaan hati kita dengan mendengar dan melakukan firman-Nya untuk membuat kita semakin berhikmat dan bijak dari hari ke hari.

Selamat berlibur…
Selamat beraktifitas…
Selamat melayani…

Tuhan memberkati. Amin

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments