Allah Ingin Melihat Anak-anak-Nya Dewasa

Viewed : 638 views

3 Yohanes 1:4
Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.

Keinginan para petani adalah hasil atau buah dari tanaman yang sedang diusahakannya melimpah. Untuk itu, tanaman dirawat dan dipupuk dengan baik.

Para petani mengharapkan hasil yang berlipat ganda. Meski pohon tanamannya subur dan daunnya lebat, sementara buah yang diharapkan tidak ada, tentu saja petani kecewa dan bisa saja ada niatnya untuk mencabut tanaman itu dan menggantikannya dengan tanaman lain.

Setiap orang tua berharap agar fisik anak-anaknya bertumbuh normal dan baik. Tetapi ada hal lebih berharga yang diharapkan yaitu agar anak-anaknya hidup dalam kebenaran… bertumbuh dalam sifat-sifat dan karakter yang baik.

Meskipun anak-anaknya memiliki fisik baik, tetapi jika tidak memiliki perilaku baik, tentu dapat membuat orang tua bersedih dan kecewa.

Ciri-ciri kedewasaan seseorang tidak hanya dilihat dari usianya, tetapi lebih kepada sikapnya. Bisa saja seseorang sudah berusia lanjut, namun tingkah lakunya tidak mengikuti.

Anak berkelakuan baik dan santun akan membawa penghiburan dan sukacita tersendiri bagi orang tuanya. Anak-anak seperti inilah yang dikatagorikan sebagai dewasa.

Walau bagi kita penting, namun kedewasaan seseorang di hadapan Allah tidak diukur dari seberapa banyak talenta dan karunianya. Juga tidak dilihat sejauh mana keberhasilan dan sedalam apa pengetahuannya. Tetapi ukurannya adalah ketaatan dan kesetiaan yang tercermin dalam bagaimana dia senantiasa berjuang untuk hidup di dalam kebenaran.

Allah ingin melihat anak-anak-Nya dewasa. Hal ini terlihat dari pertumbuhan karakternya, karena karakter yang baik adalah masalah mendasar dan penting.

Semestinyalah kita memiliki niat, semangat dan kerinduan serta motivasi untuk memiliki karakter dan sifat-sifat baik. Panggilan dan perjuangan kita bersama adalah untuk semakin dewasa di dalam iman.

Biarlah hidup kita dipakai Tuhan untuk memberi pengaruh yang membuat keluarga kita dan orang lain menjadi lebih dewasa dalam iman dan hidup dalam kebenaran. Itulah semestinya menjadi sukacita besar dalam hidup kita, sebagaimana rasul Yohanes berkata, ”Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.”

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Nathan Anderson on Unsplash

Comments

comments