Allah Melihat Hati Bukan Melihat Ornamen Luar

Viewed : 992 views

2 Korintus 5:16
Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian

Seseorang sering dinilai dari apa yang dipakai yang melekat di badannya.

Manusia sering dinilai dari harga bajunya padahal sebenarnya baju bukanlah segalanya. Manusia sering dinilai dari sepatunya. Manusia sering dinilai apa yang bergantung di lehernya dan apa yang menarik perhatian mata terhadap sesuatu yang tesangkut di telinganya.

Perhatian kita untuk menilai orang sering tertuju kepada apa yang menyilaukan di luar dan bukan kepada apa yang berarti dan tak terlihat oleh mata jasmanai dalam hati manusia.

Fokus perhatian kita dalam memberi penilaian kepada sesuatu adalah apa yang menarik menurut panca indra. Apa kata panca indralah yang sering menjadi patokan dalam mengukur diri kita maupun mengukur diri orang-orang di sekitar kita.

Allah berbeda cara pandangnya melihat manusia. Allah melihat isi dan bukan melihat pembungkus.

Allah melihat hati bukan melihat ornamen luar.

Dalam berelasi dengan sesama, hendaklah kita terfokus melihat hati dan batin, bukan melihat hal-hal luar yang tampaknya menawan.

Hal ini dimaksudkan bahwa bukanlah berarti kita mengabaikan hal-hal luar. Penampilan memang perlu, namun terlebih penting adalah melihat hati.

Hati yang mengendalikan seseorang untuk berprilaku. Hati yang sudah diubah oleh Yesus Kristus menjadi sumber kekuatan kita.

Hati yang sudah menerima Yesus Kritus akan mampu membuat orang melakukan kehendak Allah.

Hati yang telah bertobat akan terus diterangi sehingga mampu melihat jauh ke depan melihat perkara-perkara kekal dan itulah yang Allah mau.

Oleh sebab itu mulai saat ini mari kita menilai diri kita dan menilai orang lain bukan dengan nilai tampak luar.

Sebagaimana Allah melihat hati, marilah kita juga melihat hati dan kita benar-benar mempersilahkan Allah megubah hati kita.

Terlebih mendalam dan mendasar lagi adalah mari kita melihat nilai-nilai kekal dalam hidup kita dan dalam hidup orang lain, bukan melihat nilai-nilai lahiriah yang akan ditinggalkan ketika mati.

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus Kristus menyertai dan memberkati kita senantiasa.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Persnickety Prints on Unsplash

Comments

comments