1 Samuel 16:7
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
Ketika Samuel disuruh Tuhan mengurapi Daud menjadi raja, dia terkesan dengan penampilan fisik Eliab yang gagah. Namun Tuhan mengatakan bahwa bukan Eliab itu yang akan dipilih-Nya. Tidak sama cara pandang Tuhan dengan cara pandang Samuel. Tuhan melihat hati.
Sebuah kisah tentang seorang ayah dengan anaknya…
Seorang anak bertanya kapada ayahnya, “Ayah, mengapa ayah selalu berpakaian apa adanya? Cobalah ayah tampil lebih menarik dengan pakaian bekualitas tinggi supaya dapat lebih percaya diri”
Ayahnya merasa perkataan anaknya ada benarnya juga, namun dia tersenyum saja. Lalu sang ayah melepas cincin dari jarinya. Cincin itu tampak sudah redup dan kusam.
Cincin itu diberikan kepada anaknya, lalu berkata, “Tawarkan cincin ini ke pasar. Berapa mereka berani membeli cincin ini. Tapi jangan tetapkan berapa harganya ya. Biarkan mereka yang menentukannya”
Lantas anak itu pergi ke pasar menawarkan cincin itu ke penjual daging. Penjual daging katakan agar barter saja cincin itu dengan sekilo tetelan daging sapi.
Kemudian anaknya pegi ke tukang jual sayur. Tukang sayur minta ditukar saja dengan tiga ikat kangkung.
Lalu anak itu pergi ke sopir taksi. Sopir taksi katakan, “Dek, kalau kamu tidak perlu lagi itu cincin, berikan aja ke saya. Sinilah, biar saya yang pakai!
Akhirnya si anak datangi tukang roti. Tukang roti itu merasa terganggu, dan dengan nada tinggi mengatakan, ”Kamu kan lihat saya sedang sibuk ini. Buang sajalah cincinmu itu! Bagiku tidak ada artinya!” Anak itu merasa kaget dan galau. Tak apalah…
Anak itupun pulang membawa cincin itu dan memberikannya kembali ke ayahnya. Anak itu menceritakan apa kata orang-orang tentang cincin itu.
Sang ayah kemudian suruh anaknya menawarkan cincin itu ke toko emas yang cukup besar.
Ternyata tukang emas berminat membelinya dengan harga yang sangat tinggi. Tukang emas tahu bahwa cincin itu terbuat dari emas murni dan tulen bermutu tinggi.
Anak itu segera pulang ke rumah. Dengan semangat dia bercerita tentang minat tukang emas untuk membeli cincin ayahnya dengan harga tinggi.
Ayahnya katakan, “Anakku, cincin itu tidak akan saya jual. Cincin itu nilainya abadi bagiku. Cincin itu sebagai tanda kasih dan tanda peneguhan pernikahanku dengan ibumu. Ayah hanya ingin menjawab pertanyaanmu tadi tentang penampilanku. Penampilan memang perlu anakku, tetapi kamu harus tahu bahwa betapa sering kita tidak dapat menilai sesuatu dari tampak luarnya. Seseorang tak dapat dinilai hanya dari apa yang dipakainya. Emas dan permata dalam diri seseorang dapat dilihat dari kedalaman hati dan jiwanya”
Sahabat…
Betapa sering kita bagaikan anak itu. Kita salah menduga dan salah menilai orang. Kita kerap menilai orang dari tampak luar yang meyakinkan dari penampilannya. Ternyata hatinya tidak selalu seperti apa yang dapat dilihat mata.
Sebaliknya sering orang yang tampak sederhana dan tampil apa adanya, namun justru hatinya mulia.
Hati yang mulia diawali dari hati yang telah dibaharui Tuhan. Pembaharuan dimulai dari dalam… dikendalikan dari hati. Pembaharuan itu datangnya dari hati yang telah dibebaskan dari ikatan kutuk dosa. Tuhan Yesus Kristus yang memberikan hati yang baru bagi setiap orang yang telah percaya dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Seseorang yang telah diubahkan hatinya oleh Tuhan; sesungguhnya telah memiliki nilai yang amat tinggi. Telah menjadi anak-Nya. Jadi tidak patut menilainya hanya berdasarkan tampilan luar saja, walau memang terasa perlu juga rapi di bagian luar.
Adalah perlu penampilan kita baik adanya dan tidak sembarangan, tetapi nilai kita tidak terletak di situ.
Bersyukurlah karena Kristus telah memberikan hidup baru bagi kita. Dia telah membebaskan kita dari tekanan mencari nilai dan harga diri. Harga diri kita mahal seharga darah Yesus Kristus. Kita telah menjadi ciptaan baru di dalam Kristus.
2 Korintus 5:17
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
T e r p u j i l a h T u h a n !
Selamat bekerja
Selamat beraktifitas
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




