Masa ini masa yang setiap orang didorong untuk berpetualang. Melihat setiap kesulitan itu sebagai peluang. Karena semua aspek kehidupan ditata ulang. Kebiasaan-kebiasan yang sudah begitu mendarah daging pun dianggap telah usang. Dulu itu berada di puncak menjulang. Sekarang? Ada di urutan yang paling belakang. Dulu itu digadang-gadang. Disayang-sayang. Sekarang itu ditendang. Seakan-akan diabaikan tak berharga…
Category: Cinta
252. ‘Kehilangan Besar’
Hari-hari ini terasa suasana batin semakin mendung. Jauh dekat terdengar bunyi senandung. Jerit nada pilu dalam rangkaian ritme kidung. Korban sudah tidak lagi terhitung. Tempat Pemakaman Umum tidak cukup luas lagi untuk dapat menampung. Baik di kota hingga pelosok yang paling ujung. Si Corona menebar maut bak angin pitung beliung. Semua dilibas hingga buntung. Namun…
251. ‘Ini Tidak Biasa!’
Si Corona itu layaknya seperti angin puting beliung. Menyapuh bersih perkara-perkara yang gampang puntung. Sebelumnya tidak ada yang menduga. Kebiasaan ibadah di gedung gereja seolah-olah akan bertahan selama-lamanya. Ternyata dalam sekali hembus semua sirna. Gedung mewah yang begitu besar menelan biaya. Lambang kejayaan denominasi yang tiada tara. Sekarang terbengkalai percuma. Kelompok elite rohani dibuatnya linglung….
250. ‘Home Sweet Home’
Semua bidang kehidupan telah dirubah. Baru saja rasanya jema’at semangat-semangatnya pergi ke gereja untuk beribadah. Sekarang siapa sangka justru dihalang-halangi karena wabah. Kalau sudah diancam oleh maut, siapapun akan menyerah. Ritual iman yang tak putus-putus dipelihara, juga akhirnya patah. Si Corona memang gagah. Umat didesak untuk ibadah di rumah. Ikuti pola kebaktian yang sebelumnya belum…
249. ’Quest for Home’
Kawan! Sudah nyaris 12 bulan. Sejak Si Corona menyapa Wuhan. Si virus masih juga berjaya unjuk kekuatan. Belum pernah dalam sejarah ada kejadian. Peristiwa yang membuat lebih 7.5 milyar orang kebingungan. Mampu merubah seluruh aspek kehidupan. Menggoyang kebiasaan bahkan hingga ritual yang begitu disakralkan. Ini baru pertama sekali. Yang perdana di bawah matahari. Sejak purba…
248. ’Homeless God’
Ini masa-masa perubahan. Periode turbulesi di segala aspek kehidupan. Tidak ada yang sebegitu kuat untuk bertahan. Semua bak daun satu-satu berguguran. Kebiasaan yang sudah berumur ratusan tahun pun ditinggalkan. Ritual agama yang ketat dipelihara dari turunan ke turunan. Itu begitu saja terabaikan. Sebegitu rapuhnyakah keyakinan? Hanya dengan serangan si Corona sendi-sendi iman bertumbangan. Atau inikah…
247. ’Misteri Segala Abad’
Masa ini memang tidak ada duanya. Dalam peradaban manusia pun era semacam ini langka. Aku dan dikau diberi hak istimewa. Untuk melihat dengan mata. Merasakan dengan segenap panca indra. Betapa dahsyatnya si Corona. Si virus begitu semena-mena. Semua dilibas seketika. Berubahlah segala-galanya. Termasuk dalam perkara-perkara agama. Sejak itu, tidak ada lagi yang sama. Sebelum ada…
246. ’Tinggal Kata’
Melihat angka-angka yang meroket. Siapapun akan kaget. Sudah lebih 35 juta orang disapa si Corona di seluruh dunia. Talisilaturahmi antar sesama. Perjalanan antara negara. Tidaklah lagi sama seperti sediakala. Perubahan cepat begitu nyata. Bahkan hingga gedung-gedung megah tempat ibadah dari semua agama. Bak dibuatnya terbengkalai sia-sia. Hidup di era ini. Perioda yang sebelumnya belum pernah…
245. ’Perubahan Signifikan’
Kamu tidak akan percaya. Apa yang dilihat mata. Dan juga tidak akan yakin apa yang didengar. Rasanya itu mustahil benar. Andai saja Sahabat tertidur panjang. Bak nyenyak sangat bukan alang kepalang. Walau terbuai tidak selama di film animasi Sleeping Beauty. Hanya beberapa bulan terlewati. Dan engkau akan terkejut layaknya terbangun dari mimpi. Secepat ganti pakaian….
244. ’Dorongan Besar’
Wabah telah merubah segala-galanya. Tidak ada lagi yang sama. Yang dulu-dulu mungkin ada di masanya begitu berjaya. Menjadi idaman kaum remaja. Kiblat tanda achievement para anak muda. Obsesi kaum eksekutif muda. Karena menjadi inspirasi sukses dalam bekerja. Sekarang itu telah sirna. Bak lampu teplok kehilangan nyala. Dan akhirnya dilupakan begitu saja. Akankah kejayaan masa lalu…
243. ’Transformasi Akbar’
Cepat nian perubahan ini. Semua bidang diatur kembali. Tidak ada yang terkecuali. Tidak ada yang dapat membela diri. Yang bandel mencoba tetap berdiri. Semua dilibas bak sekehendak hati. Seluruhnya direka ulang lagi. Perubahan kilat bak ganti pakaian. Tiba-tiba bangun laksana sudah ada di dunia lain. Dunia bak terasa ada dalam mimpi. Semuanya terasa asing sekali….
242. ’Momentum Perubahan’
Walau sudah berbulan-bulan. Sejak si Corona muncul di Wuhan. Belum juga ada tanda-tanda si virus dapat ditaklukkan. Malahan, beberapa daerah kembali memberlakukan pembatasan gerak yang kembali menghantam roda perekonomian. Seolah-olah sekarang kembali lagi seperti permulaan. Layaknya tidak ada kemajuan yang signifikan. Berjalan di tempat dalam menghadapi mahkluk tidak kelihatan. Tadinya terasa sudah mulai ada harapan….