Walau tidak nyaman, namun generasi yang hidup di era pandemi termasuk generasi yang langka dalam peradaban. Suatu kehormatan melihat segala sesuatu mengalami perubahan. Umat bertanya-tanya, dikemanakan kebiasaan yang telah demikian lama. Begitu lamanya, sehingga jema’at tidak tahu lagi tradisi itu berasal dari mana. Selama ini, tradisi beribadah sudah jamak diikuti tanpa ada yang begitu peduli…
Category: Cinta
279. Traditionalism
Setiap agama ada kebiasaan unik yang merupakan ciri khas dari penganutnya. Umat Kristen sudah terbiasa ibadah di gereja sejak dulu kala. Demikian juga bagi Islam, setiap hari Jumat berduyun-duyunlah umat sholat di masjid ataupun mushola. Begitu juga dengan semua agama, ada hari-hari istimewa sebagai hari raya. Hari yang dari turun-temurun dikenang sebagi simbol agama, entah…
278. Anak Tangga
Dalam menjalankan keyakinan, ada aturan yang menjadi pedoman. Setiap keyakinan, ada pantangan yang harus dihindarkan, dan kewajiban yang harus dilakukan. Abai mentaatinya, dianggap membuat gusar Sang Kuasa. Sukses mengikutinya, tersenyumlah Sang Maha Esa. Aturan tersebut terpelihara dari zaman ke zaman, dan di ujung sana itu dianggap suatu keharusan yang sudahlah demikian. Kewajiban maupun larangan, setelah…
277. A Ceremonial Washing
Hidup tidak dapat lepas dari kebiasaan. Kebiasaan yang diturunkan dari generasi ke genarasi, suatu waktu di ujung sana berubah menjadi kebudayaan. Kebudayaan yang diwariskan dari nenek moyang sudah dapat dianggap sebagai suatu pedoman etika kehidupan. Itu sebagai petunjuk standard bagaimana harus berelasi dengan sesama insan. Setiap suku memiliki kebiasaan unik tersendiri. Apa yang baik dalam…
274. Ilusi Beragama
Tahun ini belum juga melewati pertengahan, kembali umat manusia dibayangi ketidakpastian. Wabah semakin menjadi-jadi di India, korban berjatuhan melebihi dari yang sebelumnya. Apakah peradaban, generasi ini, akan hidup terus dalam bayang-bayang ancaman? Tadinya dikira keadaan telah dapat dikendalikan, sehingga diijinkan perayaan keagamaan. Seremoni sakral yang sudah begitu lama dirindukan. Umat yang taat yakin Sang Kuasa…
264. Semua Imam
Beberapa bulan terakhir ini manusia dipaksa untuk mandiri, kembali diajari mengatur diri sendiri. Jika datang penyakit, hampir-hampir tidak berguna menjerit. Kepada siapa minta tolong, jika tetangga pun was-was si virus bisa-bisa nyelonong. Begitu tragis era ini, seakan-akan kalau bisa pemakaman diri pun harus diurus sendiri. Itu tidak terkecuali di dunia rohani. Masing-masing tentukan sendiri. Apa…
263. Kotak-kotak Kehidupan
Situasinya semakin tidak pasti. Serangan si virus semakin menjadi-jadi. Tadinya dianggap itu akan pelan-pelan segera berhenti. Faktanya itu sudah sampai di lingkaran inti, bahkan sudah menghampiri diri sendiri. Tidak tahu bagaimanakah keadaan di kemudian hari, jika si Corona tidak juga mau pergi-pergi? Mungkinkah masa-masa seperti dulu akan kembali? Dari pada hidup dalam khayalan, terus menerus…
262. A Dichotomy
Sahabat! Ini masa-masa, jika lidah kehilangan kemampuan membedakan garam dengan gula, itu seakan-akan bencana sudah di depan mata. Andaikan tiba-tiba hidung tidak lagi dapat membedakan aroma, itu indikasi kuat sudah datang si Corona. Indra penciuman dan pengecap menjadi tanda-tanda yang utama. Selera makan jadi pudar. Tidak lagi dapat membedakan lezatnya ikan bakar, begitu juga asam…
261. Cakap Angin!
Telah belasan abad, umat dibiasakan dengan mengikuti pola ibadat. Bentuk ritual yang memberi kesan, bahwa ibadah itu terpisah dari kehidupan. Waktu kebaktian, itu adalah saat-saat kudus yang dipersembahkan kepada Tuhan. Itu jam yang dinanti-nantikan, karena akan terasa ada yang kurang jika jadwal itu terlewatkan. ’Selamat hari Minggu, selamat beribadah’ adalah sapaan lumrah sesama umat pada…
260. A Deep Freedom
Perkara ini belum pernah terjadi dalam sejarah ilmu pengetahuan. Vaksin virus si Corona telah tersedia hanya dalam hitungan bulan. Di tanah air, suntikan vaksin perdana kepada bapak presiden telah dilakukan. Itu tanda dimulainya vaksinisasi besar-besaran. Manusia memang hebat, dapat bertahan dari serangan virus yang begitu cepat. Namun, tidak dapat dielak, serentak semua sisi kehidupan telah…
259. A New Horizon
Angin pitung beliung datang, semua ditendang. Ritual agama yang sudah puluhan abad pun ikut tumbang. Layaknya di permainan lego, balok-balok berantakan dilibas hingga terbang. Sekarang, itu berjatuhan tidak karuan di tempat sembarang. Pandemi tidak ada belas kasihan, semua diperlakukan sewenang-wenang. Akibatnya, bingunglah semua orang. Jema’at Tuhan ada di persimpangan jalan. Ini perioda yang unik dalam…
258. Lego Land
Tidak terasa telah setahun dunia hidup dalam suasana mendung. Semua sisi kehidupan diterpa angin puting beliung. Begitu banyak jenis bisnis yang buntung. Tidak ada yang dibuatnya tidak bingung. Semua bidang kehidupan ditata ulang. Tak terkecuali juga tradisi iman yang sudah belasan abad bertahan tak lekang. Cara ekspresi iman umat percaya 1700 tahun terakhir dapatlah diibarat…