241. ’Revolusi Peradaban’

Apa boleh buat. Daku dan dikau tidak lagi saatnya begitu saja taat. Apa lagi percaya apa pun yang dilihat. Janganlah berita apapun ditelan bulat-bulat. Ayo gunakan akal sehat. Agar tidak tersesat. Karena apa yang didengar belum tentu benar. Walau penyataan itu datang dari para pakar. Tetaplah gunakan nalar. Agar jalan tidak kesasar. Setiap insan manusia…

240. ’Lompatan Besar’

Ini era informasi. Hampir tidak ada lagi yang tersembunyi. Semua terbuka bagi yang mencari. Bak semua terang benderang di bawah sinar matahari. Hanya dengan satu ‘click’ data sudah tersaji. Bagi yang haus akan mendapati. Bahwa sesungguhnya, dunia telah berada di ujung jari. Siap-siap jika informasi datang bertubi-tubi. Menghujani kalbu tak henti-henti. Kabar baru datang silih…

239. ’Quantum-Leap Changes’

Sudah lebih 9 bulan si Corona bertandang. Bak kuda liar lepas dari kandang. Semua aturan baku ataupun kebiasan dari dulu-dulu ditendang. Dibuat berantakan tak lagi sedap dipandang. Kehidupan sosial kemasyarakatan ada dalam fase panas dingin meradang. Tidak ada yang tahu kapan si virus akan pulang. Sudah dekat ataukah masih panjang? Ini masa-masa bak benang kusut….

238. ’Redirected by Corona’

Waktu begitu cepat berjalan. Sudah lewat 9 bulan. Ketika si Corona muncul di Wuhan. Hingga sekarang pun belum ketahuan. Kapan si virus akan dapat dikalahkan. Di seluruh dunia korban sudah jutaan. Dan tak terbilang banyaknya penderitaan. Bak dunia tengah dilanda sakit kandungan. Tanpa belas kasihan. Tidak ada yang dikecualikan. Entah dikau percaya ada Tuhan. Rajin…

237. ’A New Building’

Ini masa-masa yang menentukan dalam kehidupan umat percaya. Walau sebagian besar akan menganggap waktu-waktu ini biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Seperti yang terjadi sejak lama. Semua juga akan reda. Kembali seperti semula. Santai-santai saja. Begitulah kehidupan di dunia. Setelah didapat vaksin semua akan seperti sediakala. Akan tetapi! Ini perioda yang paling menyakitkan bagi kaum…

236. ’Perioda Turbulensi’

‘Sudah terjadi! Sudah terjadi! Sudah terjadi!’ Bak nabi Yeremia berteriak di pintu gerbang Bait Suci. Suaranya terdengar di seantero bait ilahi. Memperingatkan mereka yang hendak berbakti. Gagah. Lantang. Seorang diri! Walau suaranya mengganggu jamaah yang lagi khusuk beribadah di tempat suci. Sang nabi tidak peduli. Setiap yang lewat bertanya dalam hati. ‘Apa yang terjadi pada…

229. ‘Celebrating The Past’

Si Corona memang fenomenal. Ini wabah perdana yang mengusik kehidupan masyarakat secara global. Tidak ada yang kebal. Ataupun cukup andal. Luput dari si virus yang nakal. Kisah-kisah miris tersebar cepat di era digital. Sungguh bagi setiap individu ini pengalaman yang mahal. Negara kebingungan. Pula masyarakat sudah mulai bosan. Orang-orang sudah tidak betah dirumahkan. Kehidupan tidak…

228. ’Ilusi Cinta’

Wabah datang begitu gagah. Semua dilibas hingga menyerah. Dalam waktu yang singkat. Pola hidup sosial dibabat. Tak terkecuali ekspresi umat beragama pun diralat. Semua dipaksa untuk taat. Makhluk tak kasat mata sebegitu kuat. Lebih 7 milyar orang tunduk bulat-bulat. Menuju era baru yang si virus buat. Kebiasaan beribadah pun diubah. Sedih! Kali ini bak agama…

227. ’Lupakan Yang Lalu’

Si Corona datang. Dunia mendadak gelap walau masih siang. Tiba-tiba semua terjaga. Lebih 7.5 milyar manusia. Penduduk di seluruh dunia. Dibuatnya tak berdaya. Si virus angkuh nan jaya. Belum ada lawan yang sebaya. Hingga kini masih juara satu-satunya. Sejarah pun ternganga. Karena belum pernah ada makhluk tak kasat mata. Begitu berkuasa dalam peradaban manusia. Menggebu-gebu…

226. ’A Labyrinth Journey’

Sebelumnya! Banyak yang mengira-ngira. Tahun 2020 akan menjadi tahun penuh berkah. Bisnis optimis akan melimpah. Bak dalam pertanian, itu tahun subur. Mengkhayal itu akan menjadi bulan-bulan makmur. Angka ‘hoki’ berharap akan dapat limpahan nasib mujur. Jujur! Banyak merasa itu akan menjadi tahun penuh emas, kemenyan, dan mur. Akibatnya banyak yang terlanjur. Cincin emas sudah melingkar…

225. ’The New Normal’

Setelah lewat 6 bulan. Kala si Corona menyapa masyarakat di Wuhan. Akhirnya seluruh dunia menjadi bulan-bulanan. Setiap individu seakan dipermainkan. Kucing-kucingan melawan musuh yang tidak kelihatan. Bahkan nyaris awalnya orang bak kesurupan. Kalap menyelamatkan nyawa dari lawan. Musuh yang sejatinya bermain di alam pikiran! Keadaan bisnis juga tak kalah mengerikan. Krisis ekonomi telah lebih dulu…

224. ‘Tragedi Hidup!’

Sudah hampir 6 bulan lewat. Setiap hari rasanya perginya lambat-lambat. Hati jadi resah nan penat. Belum juga ada tanda-tanda si Corona akan tamat. Setiap hari jumlah yang kena tajam meningkat. Kapankah itu sampai di puncak? Di dunia sudah lebih dari 4.5 juta orang terinfeksi. Ratusan ribu sudah selama-lamanya pergi. Di Indonesia wabah masih liar belum…