237. ’A New Building’

Ini masa-masa yang menentukan dalam kehidupan umat percaya. Walau sebagian besar akan menganggap waktu-waktu ini biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Seperti yang terjadi sejak lama. Semua juga akan reda. Kembali seperti semula. Santai-santai saja. Begitulah kehidupan di dunia. Setelah didapat vaksin semua akan seperti sediakala. Akan tetapi! Ini perioda yang paling menyakitkan bagi kaum…

236. ’Perioda Turbulensi’

‘Sudah terjadi! Sudah terjadi! Sudah terjadi!’ Bak nabi Yeremia berteriak di pintu gerbang Bait Suci. Suaranya terdengar di seantero bait ilahi. Memperingatkan mereka yang hendak berbakti. Gagah. Lantang. Seorang diri! Walau suaranya mengganggu jamaah yang lagi khusuk beribadah di tempat suci. Sang nabi tidak peduli. Setiap yang lewat bertanya dalam hati. ‘Apa yang terjadi pada…

229. ‘Celebrating The Past’

Si Corona memang fenomenal. Ini wabah perdana yang mengusik kehidupan masyarakat secara global. Tidak ada yang kebal. Ataupun cukup andal. Luput dari si virus yang nakal. Kisah-kisah miris tersebar cepat di era digital. Sungguh bagi setiap individu ini pengalaman yang mahal. Negara kebingungan. Pula masyarakat sudah mulai bosan. Orang-orang sudah tidak betah dirumahkan. Kehidupan tidak…

228. ’Ilusi Cinta’

Wabah datang begitu gagah. Semua dilibas hingga menyerah. Dalam waktu yang singkat. Pola hidup sosial dibabat. Tak terkecuali ekspresi umat beragama pun diralat. Semua dipaksa untuk taat. Makhluk tak kasat mata sebegitu kuat. Lebih 7 milyar orang tunduk bulat-bulat. Menuju era baru yang si virus buat. Kebiasaan beribadah pun diubah. Sedih! Kali ini bak agama…

227. ’Lupakan Yang Lalu’

Si Corona datang. Dunia mendadak gelap walau masih siang. Tiba-tiba semua terjaga. Lebih 7.5 milyar manusia. Penduduk di seluruh dunia. Dibuatnya tak berdaya. Si virus angkuh nan jaya. Belum ada lawan yang sebaya. Hingga kini masih juara satu-satunya. Sejarah pun ternganga. Karena belum pernah ada makhluk tak kasat mata. Begitu berkuasa dalam peradaban manusia. Menggebu-gebu…

226. ’A Labyrinth Journey’

Sebelumnya! Banyak yang mengira-ngira. Tahun 2020 akan menjadi tahun penuh berkah. Bisnis optimis akan melimpah. Bak dalam pertanian, itu tahun subur. Mengkhayal itu akan menjadi bulan-bulan makmur. Angka ‘hoki’ berharap akan dapat limpahan nasib mujur. Jujur! Banyak merasa itu akan menjadi tahun penuh emas, kemenyan, dan mur. Akibatnya banyak yang terlanjur. Cincin emas sudah melingkar…

225. ’The New Normal’

Setelah lewat 6 bulan. Kala si Corona menyapa masyarakat di Wuhan. Akhirnya seluruh dunia menjadi bulan-bulanan. Setiap individu seakan dipermainkan. Kucing-kucingan melawan musuh yang tidak kelihatan. Bahkan nyaris awalnya orang bak kesurupan. Kalap menyelamatkan nyawa dari lawan. Musuh yang sejatinya bermain di alam pikiran! Keadaan bisnis juga tak kalah mengerikan. Krisis ekonomi telah lebih dulu…

224. ‘Tragedi Hidup!’

Sudah hampir 6 bulan lewat. Setiap hari rasanya perginya lambat-lambat. Hati jadi resah nan penat. Belum juga ada tanda-tanda si Corona akan tamat. Setiap hari jumlah yang kena tajam meningkat. Kapankah itu sampai di puncak? Di dunia sudah lebih dari 4.5 juta orang terinfeksi. Ratusan ribu sudah selama-lamanya pergi. Di Indonesia wabah masih liar belum…

223. ’Spiritually Hijrah’

Manusia memang luar biasa. Mahkluk hidup yang tiada tandingannya. Insan yang ada emosi, cinta, dan logika. Itu karunia istimewa. Setiap halangan rintangan menjadikannya lebih perkasa. Bukan demikian dengan yang lainnya. Banyak jenis hewan lain telang hilang binasa. Tidak dapat bertahan dari petaka. Akhirnya lenyap dari dunia. Namun, homo sapien bertahan dan jaya. Sukses melewati berbagai…

222. ’Allah pun Bingung’

Wabah demi wabah. Bencana alam disusul musibah. Itu telah dialami manusia sepanjang sejarah. Nasib yang menimpa yang lemah. Tidak terkecuali juga yang gagah. Sejatinya, semua ada dalam bayangan tulah. Tidaklah gegabah! Jika disimpulkan, dunia di luar Taman Sorga terjerumus ke dalam sumpah serapah. Sudah aslinya manusia tidak mau menyerah. Apalagi bertekuklutut mengaku kalah! Namun itu…

221. ’Spiritual re-Setting!’

Si Corona semakin berjaya. Lebih dua juta orang sudah kena. Ratusan ribu pamit selamanya. Realitanya mungkin itu sudah sepuluh kalinya.Tak terbilang yang dibuatnya menderita. Seluruh dunia bertekuk lutut tak berdaya. Seakan setiap orang menyerah. Kepada nasib semua pasrah. Siapa sangka. Si Corona kecil nan jelita. Virus yang tak kasat mata. Merubah semua tatanan sosial, ekonomi,…

220. ’Ayo Sampaikan!’

Ini masa kesesakan. Di mana-mana terendus aroma kesakitan. Wabah yang membawa kematian. Hati siapa yang tidak akan deg-degan. Jantung empot-empotan. Kalau seakan-akan setiap orang menunggu giliran. Apalagi kiri kanan bertumbangan. Semuanya kebingungan. Paranoid melanda setiap insan. Tetangga berdehem pun sudah ketakutan. Langsung terlintas di pikiran yang bukan-bukan. Terdengar bersin saja sudah merasa tertekan. Jangan-jangan si…