257. Annus Horribilis

Aaahhh, berlalu juga tahun kemalangan. Tahun malapeta yang belum pernah terjadi dalam peradaban. Annus horribilis, year of misfortune, tahun sialan! Tahun yang mengerikan. Kekacauan yang menimpa seluruh aspek kehidupan. Keganasan yang tak berprikemanusian. Gelombang bencana yang tidak mengenal belas kasihan. Wabah yang tidak hanya menimpa kawasan regional, akan tetapi juga global. Di mana-mana terdengar isak…

256. ’Iman Jalanan’

Semakin ke sini semakin terasa. Ternyata memang ini fakta. Si Corona sungguh perkasa. Sekitar 7,5 milyar penduduk dunia dibuatnya tidak berdaya. Walau keberadaan vaksin sudah di depan mata, namun bagaimana hidup ke depannya masih tanda tanya. Akankah hidup kembali seperti sebelumnya? Mungkinkah bisnis akan balik lagi seperti tidak ada apa-apa? Dapatkah tradisi talisilaturahmi antar sesama…

255. ‘The Greatest Escape!’

Hari, minggu, dan bulan-bulan dalam tahun ini akan dikenang sepanjang masa. Sejarah akan mencatat itu sebagai peristiwa yang amat sangat langka. Kejadian begitu global yang belum pernah ada. Generasi yang mengalami dapatlah disebut mendapat perlakuan istimewa. Itu semacam kehormatan untuk merasakan suka duka di bawah ancaman kematian si Corona. Era di mana setiap orang merasa…

254. ‘Anak Jalanan’

Sahabat! Akhirnya gelombang pertama kedatangan vaksin Covid-19 telah sampai di tempat. Indonesia menjadi salah satu negara yang pertama-tama dapat. Lega rasanya setelah sekian lama masyarakat dalam situasi ‘panic mode.’ Masa-masa di mana hal-hal yang tidak masuk akal pun bisa jadi obat. Akankah vaksin itu mujarab? Wallahu a’lam bishawab! Yang pasti! Si virus telah merubah total…

253. ‘Sang Tunawisma’

Masa ini masa yang setiap orang didorong untuk berpetualang. Melihat setiap kesulitan itu sebagai peluang. Karena semua aspek kehidupan ditata ulang. Kebiasaan-kebiasan yang sudah begitu mendarah daging pun dianggap telah usang. Dulu itu berada di puncak menjulang. Sekarang? Ada di urutan yang paling belakang. Dulu itu digadang-gadang. Disayang-sayang. Sekarang itu ditendang. Seakan-akan diabaikan tak berharga…

252. ‘Kehilangan Besar’

Hari-hari ini terasa suasana batin semakin mendung. Jauh dekat terdengar bunyi senandung. Jerit nada pilu dalam rangkaian ritme kidung. Korban sudah tidak lagi terhitung. Tempat Pemakaman Umum tidak cukup luas lagi untuk dapat menampung. Baik di kota hingga pelosok yang paling ujung. Si Corona menebar maut bak angin pitung beliung. Semua dilibas hingga buntung. Namun…

251. ‘Ini Tidak Biasa!’

Si Corona itu layaknya seperti angin puting beliung. Menyapuh bersih perkara-perkara yang gampang puntung. Sebelumnya tidak ada yang menduga. Kebiasaan ibadah di gedung gereja seolah-olah akan bertahan selama-lamanya. Ternyata dalam sekali hembus semua sirna. Gedung mewah yang begitu besar menelan biaya. Lambang kejayaan denominasi yang tiada tara. Sekarang terbengkalai percuma. Kelompok elite rohani dibuatnya linglung….

250. ‘Home Sweet Home’

Semua bidang kehidupan telah dirubah. Baru saja rasanya jema’at semangat-semangatnya pergi ke gereja untuk beribadah. Sekarang siapa sangka justru dihalang-halangi karena wabah. Kalau sudah diancam oleh maut, siapapun akan menyerah. Ritual iman yang tak putus-putus dipelihara, juga akhirnya patah. Si Corona memang gagah. Umat didesak untuk ibadah di rumah. Ikuti pola kebaktian yang sebelumnya belum…

249. ’Quest for Home’

Kawan! Sudah nyaris 12 bulan. Sejak Si Corona menyapa Wuhan. Si virus masih juga berjaya unjuk kekuatan. Belum pernah dalam sejarah ada kejadian. Peristiwa yang membuat lebih 7.5 milyar orang kebingungan. Mampu merubah seluruh aspek kehidupan. Menggoyang kebiasaan bahkan hingga ritual yang begitu disakralkan. Ini baru pertama sekali. Yang perdana di bawah matahari. Sejak purba…

248. ’Homeless God’

Ini masa-masa perubahan. Periode turbulesi di segala aspek kehidupan. Tidak ada yang sebegitu kuat untuk bertahan. Semua bak daun satu-satu berguguran. Kebiasaan yang sudah berumur ratusan tahun pun ditinggalkan. Ritual agama yang ketat dipelihara dari turunan ke turunan. Itu begitu saja terabaikan. Sebegitu rapuhnyakah keyakinan? Hanya dengan serangan si Corona sendi-sendi iman bertumbangan. Atau inikah…

247. ’Misteri Segala Abad’

Masa ini memang tidak ada duanya. Dalam peradaban manusia pun era semacam ini langka. Aku dan dikau diberi hak istimewa. Untuk melihat dengan mata. Merasakan dengan segenap panca indra. Betapa dahsyatnya si Corona. Si virus begitu semena-mena. Semua dilibas seketika. Berubahlah segala-galanya. Termasuk dalam perkara-perkara agama. Sejak itu, tidak ada lagi yang sama. Sebelum ada…

246. ’Tinggal Kata’

Melihat angka-angka yang meroket. Siapapun akan kaget. Sudah lebih 35 juta orang disapa si Corona di seluruh dunia. Talisilaturahmi antar sesama. Perjalanan antara negara. Tidaklah lagi sama seperti sediakala. Perubahan cepat begitu nyata. Bahkan hingga gedung-gedung megah tempat ibadah dari semua agama. Bak dibuatnya terbengkalai sia-sia. Hidup di era ini. Perioda yang sebelumnya belum pernah…