359. Kelincahan Injil

Kenyataan bahwa Injil sudah diberitakan kepada Abraham, bahkan narasi Berita Sukacita itu jauh sudah ada sebelum Abraham dilahirkan (Galatia 3:8; Yohanes 8: 58) memperkaya pemahaman. Pengertian yang juga mungkin akan menembus ke luar batas wawasan evanglical movement, yang selama ini daku paham. Bukankah Berita Gembira itu sudah disampaikan sebelum ada ritual, agama-agama samawi pun belum…

358. Injil dan Abraham

Perubahan dalam bidang apa saja tidaklah mudah, apalagi dalam beribadah. Belajar dari hidup di bawah bayangan wabah, perkara yang dulu dianggap tetap ternyata juga dapat berubah. Walau tidak ada yang baru di bawah langit (Pengkhotbah 1:9,10), namun perubahan itu pahit. Kenyataan bahwa Injil sudah diberitakan ke bapa Abraham, menjungkirbalikkan apa yang daku, atau pun mungkin…

357. Titik Balik

Perjalanan iman di setiap era unik, sepanjang perioda ada isu-isu doktrinal yang spesifik. Bagi dikau yang getol ikut persekutuan di era 70’an hingga memasuki era milinial bahkan hingga sekarang, ada kemungkinan dikau dipengaruhi oleh doktrin ’evanglical movement.’ Gerakan ini dimulai di abad ke 18 di Inggris, yang dengan cepat meluas ke US dan akhirnya tersebar…

356. Menembus Batas Iman

Ini berita yang mungkin dapat membuat panas kuping, kepala pening. Bagi golongan elite rohaniawan pendapat ini bisa-bisa dianggap miring. Sesat karena keluar dari kaidah yang selama ini dianggap tidak mungkin berubah. Namun bagi kaum awam, ini berita yang melegakan. Ini berita yang ditunggu-tunggu oleh semua suku di Nusantara. Terasa manis bagi mereka yang terlahir di…

355. KA – Yudaisme

Menuliskan fakta dalam rangkaian kata, jauh lebih mudah dari pada menghadapi realita. Walau enggan, namun kenyataan lebih baik dianggap sebagai teman ketimbang lawan. Ada yang menyebut itu sebagai takdir, atau pun garis tangan yang sudah terlanjur terukir. Tidak dapat diubah, itu sudah bagian dari sejarah. Tidak ada guna menyalahkan masa lalu, kecewa dengan yang dulu-dulu….

354. Membalikkan Arah Sejarah

Tidak terasa, namun fakta. Tidak ada seorang pun yang dapat hidup di luar kerangkeng masa, waktu yang membelenggu manusia. Dia tidak peduli dikau siapa. Tanpa kenal ragu, tidak tergoda bujuk rayu, kaku, dan sang waktu terus laju maju. Tidak pernah ada kesempatan untuk meminta, dikau dipaksa begitu saja hadir dalam babak drama di setiap masa….

353. Orang-Orang Sekampung

Bersyukur daku terlahir di Nusantara, alam permai tiada duanya. Negeri ribuan pulau, aneka ragam budaya, seribu satu macam bahasa. Sejak dahulu kala dipuja-puja bangsa. Ini tanah air beta, tanah tumpah darah hingga kelak daku tutup mata. Daku dan dikau bisa saja berasal dari latarbelakang suku yang berbeda. Setiap etnik punya tradisi unik, logatnya pun khas…

352. Kembali ke Arena!

Banyak yang menilai, tahun depan dunia akan menghadapi resesi ekonomi. Belum selesai dampak pandemi, menyusul pula perang Rusia-Ukraina yang sepertinya bisa tidak terkendali. Winter di Eropa kali ini akan terasa lebih dingin dari biasanya karena dibayangi krisis energi. Trauma global akibat pandemi belum selesai. Walau sendi-sendi ekonomi mulai bergerak lagi, namun situasi ekonomi masyarakat di…

351. Beda Kelas!

Cahaya utama dari nilai kerajaan-NYA telah lama redup, diganti dengan sesuatu yang membuat daku gugup. Akibatnya aroma Kerajaan Allah (KA) dianggap menjadi bau yang tidak sedap. Entah kemana aroma semerbak itu telah pergi, tinggallah umat heran mencari-cari. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, hanya tinggal semboyan. Kata-kata pemanis di akhir kebaktian, slogan hampa yang hampir…

350. Senyumlah!

Cerita ini lebih tua dari sejarah dunia, berita yang dinanti-nantikan seluruh umat manusia. Narasi yang membuat hati ria, yang duka pun akhirnya gembira. Kabarnya sangat sederhana, dikau dengan mudah dapat menangkap maksudnya. Entah dikau digolongkan sebagai umat percaya, atau pun mereka yang muak dengan pemeo-pemeo agama, warta ini pun kena bagi semua. Tak pandang dikau…

349. Komunitas Pecundang!

Gak usah mengurut dada, apalagi dikau kecewa. Memang begitu adanya, sudah seperti itu dari sejak dahulu kala. Sudah kodrat hidup di dunia, terperangkap dalam sistem nilai yang mengutamakan yang istimewa. Mereka yang prima ada di muka, digada-gada sebagai idola. Segala sesuatu dilihat dari prestasi. Performa sebagai alat kaliberasi, penentu kemajuan karier di kemudian hari. Apakah…

348. A Black Hole

Perbedaan ini sangat mendasar. Untuk dapat merasakannya dikau tidaklah harus terpelajar, apalagi dituntut untuk menjadi pakar. Yang tidak mengecap sekolah dasar pun tahu kalau kenyataan ini benar. Tidaklah sulit jika bersedia jujur kepada diri sendiri, rela dengar kanan kiri. Perkara yang dulu-dulu tersembunyi, sekarang terbuka lebar. Kalau… Agama itu sibuk mengatur bagaimana umat dalam menghadap…