Cahaya utama dari nilai kerajaan-NYA telah lama redup, diganti dengan sesuatu yang membuat daku gugup. Akibatnya aroma Kerajaan Allah (KA) dianggap menjadi bau yang tidak sedap. Entah kemana aroma semerbak itu telah pergi, tinggallah umat heran mencari-cari. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, hanya tinggal semboyan. Kata-kata pemanis di akhir kebaktian, slogan hampa yang hampir…
Category: Cinta
350. Senyumlah!
Cerita ini lebih tua dari sejarah dunia, berita yang dinanti-nantikan seluruh umat manusia. Narasi yang membuat hati ria, yang duka pun akhirnya gembira. Kabarnya sangat sederhana, dikau dengan mudah dapat menangkap maksudnya. Entah dikau digolongkan sebagai umat percaya, atau pun mereka yang muak dengan pemeo-pemeo agama, warta ini pun kena bagi semua. Tak pandang dikau…
349. Komunitas Pecundang!
Gak usah mengurut dada, apalagi dikau kecewa. Memang begitu adanya, sudah seperti itu dari sejak dahulu kala. Sudah kodrat hidup di dunia, terperangkap dalam sistem nilai yang mengutamakan yang istimewa. Mereka yang prima ada di muka, digada-gada sebagai idola. Segala sesuatu dilihat dari prestasi. Performa sebagai alat kaliberasi, penentu kemajuan karier di kemudian hari. Apakah…
348. A Black Hole
Perbedaan ini sangat mendasar. Untuk dapat merasakannya dikau tidaklah harus terpelajar, apalagi dituntut untuk menjadi pakar. Yang tidak mengecap sekolah dasar pun tahu kalau kenyataan ini benar. Tidaklah sulit jika bersedia jujur kepada diri sendiri, rela dengar kanan kiri. Perkara yang dulu-dulu tersembunyi, sekarang terbuka lebar. Kalau… Agama itu sibuk mengatur bagaimana umat dalam menghadap…
347. Makna Baru
Agama terlihat dari bentuk gedung ibadahnya. Dari pandangan mata, dikau pasti dapat menerka itu tempat ibadah agama yang mana. Tempat ini sakral, karena di situlah umat berjumpa dengan Sang Kekal. Tata cara pertemuan dengan Sang Khalik, di setiap agama diatur dengan apik. Dikau tidak bisa sembarangan menghadap Sang Pencipta. Umat diharuskan mengikuti tradisi, ritual yang…
346. Tabu
Sudahlah kodratnya, daku dan dikau itu berlainan rupa. Lahir di tempat berbeda. Yang satu terlahir sekitar danau Toba, yang lain dibesarkan dalam suasana takwa suku Madura. Sedari bayi dibesarkan dalam alam taat beragama. Namun tumbuh kembang dalam budaya yang tidak sama. Namun semua hidup rukun di Nusantara, tanah air beta. Tanah tumpah darah yang daku…
345. Upside Down
Pemahaman Kerajaan Allah (KA) sejak dulu hingga sekarang, itu dapat membuat tokoh-tokoh agama berang. Entah apa yang terjadi, namun pengajaran KA bak langsung menusuk hati kaum golongan elite rohaniawan. Bagi anggota Mahkamah Agama, KA layaknya butir pasir halus terselip di mata. Semakin dikucek-kucek agar pasir dapat dikeluarkan, justru semakin kesakitan. Keadaan ini tidak nyaman, terganggu…
344. Tidak Biasa
Namanya agama, tentu ada bentuk ritual yang nyata. Langkah demi langkah dalam menyembah Sang Kuasa. Urutan yang dipegang teguh sejak dulu kala. Kebiasaan yang menjadi tradisi yang dalam perjalannya tabu untuk ditanya. Pejamkan mata, ikuti saja, dan percaya. Agama tidak dapat dilepaskan dari bangunan sakral tempat untuk menyembah. Di tempat inilah umat merasa afdol beribadah….
343. Kerajaan Tanpa Pasukan
Penjelasan Kerajaan Allah (KA) akan selalu mengelisahkan tokoh-tokoh agama, baik di era dahu kala bahkan hingga nanti berakhirnya masa. Bisa jadi ini juga membuat daku yang aktif dalam pelayanan akan merasa terganggu, dikau pun sebagai pekerja gereja tak terlepas akan termangu-mangu. Ketika kekristenan lahir, sekitar 2000 tahun yang silam, hingga abad ke 3 berakhir, umat…
342. Suatu Tanda
Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, (Lukas 17:20). Kedatangan kerajaan Allah (KA) tanpa tanda-tada lahiriah membingungkan kaum cerdik pandai. Kerajaan macam apakah kehadirannya tidak disertai dengan simbol-simbol fisik yang memadai? Bagaimana mungkin suatu gerakan, pengajaran, bahkan agama baru tidak ada tanda fisik sebagai…
341. Fisik – Konflik
“…juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia [KA] ada di sini atau ia ada di sana!” (Lukas 17:20,21). Penjelasan lanjut Mesias tentang Kerajaan Allah (KA) bukannya membuat perkara lebih jelas. Bagaimana mungkin suatu kerajaan tidak ada lokasinya di atlas? Negara macam manakah yang wilayahnya tidak ada batas? Lihatlah bola dunia! Dikau dengan segera maklum arti…
340. Tanpa Tanda
‘Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah!’ (Lukas 17:20) respon Mesias tegas. Jawaban singkat itu membingungkan kaum cerdik pandai agama sekelas golongan Farisi. Mungkinkah suatu kerajaan kehadirannya tidak disertai tanda-tanda fisik yang terlihat? Jika dikau memperhatikan selembar KTP (Kartu Tanda Penduduk), terlihat jelas identitas fisik dari pemegangnya. Di situ tercantun data yang berhubungan dengan nama, tempat…