Menuliskan fakta dalam rangkaian kata, jauh lebih mudah dari pada menghadapi realita. Walau enggan, namun kenyataan lebih baik dianggap sebagai teman ketimbang lawan. Ada yang menyebut itu sebagai takdir, atau pun garis tangan yang sudah terlanjur terukir. Tidak dapat diubah, itu sudah bagian dari sejarah. Tidak ada guna menyalahkan masa lalu, kecewa dengan yang dulu-dulu….
Category: Cinta
354. Membalikkan Arah Sejarah
Tidak terasa, namun fakta. Tidak ada seorang pun yang dapat hidup di luar kerangkeng masa, waktu yang membelenggu manusia. Dia tidak peduli dikau siapa. Tanpa kenal ragu, tidak tergoda bujuk rayu, kaku, dan sang waktu terus laju maju. Tidak pernah ada kesempatan untuk meminta, dikau dipaksa begitu saja hadir dalam babak drama di setiap masa….
353. Orang-Orang Sekampung
Bersyukur daku terlahir di Nusantara, alam permai tiada duanya. Negeri ribuan pulau, aneka ragam budaya, seribu satu macam bahasa. Sejak dahulu kala dipuja-puja bangsa. Ini tanah air beta, tanah tumpah darah hingga kelak daku tutup mata. Daku dan dikau bisa saja berasal dari latarbelakang suku yang berbeda. Setiap etnik punya tradisi unik, logatnya pun khas…
352. Kembali ke Arena!
Banyak yang menilai, tahun depan dunia akan menghadapi resesi ekonomi. Belum selesai dampak pandemi, menyusul pula perang Rusia-Ukraina yang sepertinya bisa tidak terkendali. Winter di Eropa kali ini akan terasa lebih dingin dari biasanya karena dibayangi krisis energi. Trauma global akibat pandemi belum selesai. Walau sendi-sendi ekonomi mulai bergerak lagi, namun situasi ekonomi masyarakat di…
351. Beda Kelas!
Cahaya utama dari nilai kerajaan-NYA telah lama redup, diganti dengan sesuatu yang membuat daku gugup. Akibatnya aroma Kerajaan Allah (KA) dianggap menjadi bau yang tidak sedap. Entah kemana aroma semerbak itu telah pergi, tinggallah umat heran mencari-cari. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, hanya tinggal semboyan. Kata-kata pemanis di akhir kebaktian, slogan hampa yang hampir…
350. Senyumlah!
Cerita ini lebih tua dari sejarah dunia, berita yang dinanti-nantikan seluruh umat manusia. Narasi yang membuat hati ria, yang duka pun akhirnya gembira. Kabarnya sangat sederhana, dikau dengan mudah dapat menangkap maksudnya. Entah dikau digolongkan sebagai umat percaya, atau pun mereka yang muak dengan pemeo-pemeo agama, warta ini pun kena bagi semua. Tak pandang dikau…
349. Komunitas Pecundang!
Gak usah mengurut dada, apalagi dikau kecewa. Memang begitu adanya, sudah seperti itu dari sejak dahulu kala. Sudah kodrat hidup di dunia, terperangkap dalam sistem nilai yang mengutamakan yang istimewa. Mereka yang prima ada di muka, digada-gada sebagai idola. Segala sesuatu dilihat dari prestasi. Performa sebagai alat kaliberasi, penentu kemajuan karier di kemudian hari. Apakah…
348. A Black Hole
Perbedaan ini sangat mendasar. Untuk dapat merasakannya dikau tidaklah harus terpelajar, apalagi dituntut untuk menjadi pakar. Yang tidak mengecap sekolah dasar pun tahu kalau kenyataan ini benar. Tidaklah sulit jika bersedia jujur kepada diri sendiri, rela dengar kanan kiri. Perkara yang dulu-dulu tersembunyi, sekarang terbuka lebar. Kalau… Agama itu sibuk mengatur bagaimana umat dalam menghadap…
347. Makna Baru
Agama terlihat dari bentuk gedung ibadahnya. Dari pandangan mata, dikau pasti dapat menerka itu tempat ibadah agama yang mana. Tempat ini sakral, karena di situlah umat berjumpa dengan Sang Kekal. Tata cara pertemuan dengan Sang Khalik, di setiap agama diatur dengan apik. Dikau tidak bisa sembarangan menghadap Sang Pencipta. Umat diharuskan mengikuti tradisi, ritual yang…
346. Tabu
Sudahlah kodratnya, daku dan dikau itu berlainan rupa. Lahir di tempat berbeda. Yang satu terlahir sekitar danau Toba, yang lain dibesarkan dalam suasana takwa suku Madura. Sedari bayi dibesarkan dalam alam taat beragama. Namun tumbuh kembang dalam budaya yang tidak sama. Namun semua hidup rukun di Nusantara, tanah air beta. Tanah tumpah darah yang daku…
345. Upside Down
Pemahaman Kerajaan Allah (KA) sejak dulu hingga sekarang, itu dapat membuat tokoh-tokoh agama berang. Entah apa yang terjadi, namun pengajaran KA bak langsung menusuk hati kaum golongan elite rohaniawan. Bagi anggota Mahkamah Agama, KA layaknya butir pasir halus terselip di mata. Semakin dikucek-kucek agar pasir dapat dikeluarkan, justru semakin kesakitan. Keadaan ini tidak nyaman, terganggu…
344. Tidak Biasa
Namanya agama, tentu ada bentuk ritual yang nyata. Langkah demi langkah dalam menyembah Sang Kuasa. Urutan yang dipegang teguh sejak dulu kala. Kebiasaan yang menjadi tradisi yang dalam perjalannya tabu untuk ditanya. Pejamkan mata, ikuti saja, dan percaya. Agama tidak dapat dilepaskan dari bangunan sakral tempat untuk menyembah. Di tempat inilah umat merasa afdol beribadah….