344. Tidak Biasa

Viewed : 349 views

Namanya agama, tentu ada bentuk ritual yang nyata. Langkah demi langkah dalam menyembah Sang Kuasa. Urutan yang dipegang teguh sejak dulu kala. Kebiasaan yang menjadi tradisi yang dalam perjalannya tabu untuk ditanya. Pejamkan mata, ikuti saja, dan percaya.

Agama tidak dapat dilepaskan dari bangunan sakral tempat untuk menyembah. Di tempat inilah umat merasa afdol beribadah. Bangunan suci setiap agama unik, dikau segera tahu itu milik agama apa karena dari bangunannya ketara.

Tidak sembarang orang dapat tampil untuk menyelengarakan ritual. Untuk dapat tampil di depan, dikau harus melewati jenjang pendidikan formal. Mereka inilah yang termasuk golongan elite rohaniawan. Tokoh-tokoh agama yang layaknya telah menduduki kursi Musa.

Kerajaan Allah (KA) tidaklah demikian!

Jikalau tanda-tanda yang kelihatan menjadi patokan, daku dan dikau akan kecewa. KA tidak tertarik dengan angka-angka yang kasat mata, tidak bergantung kepada golongan ahli agama. Apalagi harus melewati jenjang pendidikan atau pun pelatihan agar dapat memimpin umat untuk bertapa!

Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! (Lukas 17:20-21)

Apakah ini artinya KA tidak dapat dikurung di satu tempat maupun agama? KA tidak ada hubungannya dengan lokasi, sejengkal tanah atau pun bangunan yang dianggap suci. Karena KA bukanlah agama, apakah dengan demikian warganya bisa jadi terdapat di semua agama? Kalau begitu, bagaimana dengan bentuk ibadahnya? Dan akan ada segudang tanda tanya karena ini tidak biasa.

Warga KA bisa terdapat di semua agama!

Ini pandangan tidak biasa, bisa jadi akan dicap sesat oleh fatwa Mahkamah Agama. Jangan heran, tidak usah senewen, Sang Raja pun sudah alami yang demikian. Bagi mereka, apa saja yang diucapkan, ke mana pun DIA melangkah sepertinya akan mendatangkan musibah.

KA tidak akan pernah seiring sejalan dengan kerajaan agama. Yang satu tidak ada hubungannya dengan tanda-tanda yang kelihatan. Yang lain fokus kepada hal-hal yang dapat memuaskan panca indra. Dua tujuan yang saling bertolak belakang, berseberangan.

juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu [di dalam diri kalian, FAYH].” (Lukas 17:21)

Apakah maksudnya KA terus bergerak karena tidak terpaku oleh jarak? Bukan di sini ataupun di sana. Tidak diam di suatu tempat, tidak terikat. Ogah diwakili oleh lembaga agama, bahkan oleh agama yang merasa paling berhak atas kursi Musa.

Sang Raja mencari hati, bukan bangunan suci yang dingin kaku lagi mati. Juga DIA tidak tertarik dengan posisi pengganti, yaitu mereka yang merasa layak sebagai pemimpin rohani. Kedudukan sebagai penghubung umat dengan Sang Ilahi.

Ke mana pun pergi, DIA bagai kekasihi hati, daku dan dikau yang dicari. Apa pun agama, keyakinan macam mana pun asal Adinda, DIA tidak peduli. Entah dikau ternama, atau pun daku tidak siapa-siapa, sama saja. DIA mencari nan iba kepada manusia.

Hati yang merana, DIA suka. Jiwa yang lelah nan dahagalah yang menentukan hadirnya Sang Raja. Sehingga di mana pun dikau dan daku berada, di tempat itu KA menjelma. Jika saja daku dan dikau tersebar di semua lapisan masyarakat dan agama, maka KA pun hadir di mana-mana.

Ini berita langka, tidak biasa!

Ini kabar gembira, warta tentang KA memang selalu membuat hati lega. Jika saya dan Saudara ada di mana-mana, setiap orang jadinya ada kesempatan bersua Sang Raja. Karena KA menjelma di mana dikau dan daku ada! Maka damai sejahtera dari BAPA akan dirasakan di semua agama. Astaga! Ini tidak biasa. (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments