Ibrani 13:5
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: ’Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.
Manusia rentan terhadap stress karena banyak keinginan… keinginan tanpa batas. Perasaan tertekan sangat manusiawi, tetapi perlu diperhatikan jangan sampai melebihi batas karena dapat berbahaya terahadap kesehatan.
Salah satu penyebab stress adalah terganggunya keseimbangan dalam aktifitas hidup, terutama keseimbangan dalam pola pikir. Ketika seseorang memiliki keinginan tertentu dan jika tak tercapai, akan muncul perasaan kecewa.
Makna keseimbangan, relatif berbeda antara yang satu dengan yang lain. Bila seseorang berada dalam ketidakseimbangan, maka dia akan merasa tertekan, merasa tidak nyaman dan ujung-ujungnya stres.
Paling berbahaya adalah keinginan yang berlebihan dan tak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, apalagi bertentangan dengan kehendak Tuhan. Hal ini sangat berpotensi mendatangkan tekanan hidup. Penyakit kejiwaan adalah salah satu akibat langsung dari stres.
Secara praktis yang dapat dilakukan untuk mengatasi stres adalah dengan bersikap jujur kepada diri sendiri. Mampu menerima apa adanya baik kelebihan dan kekurangannya dengan rasa syukur. Jeli membedakan apa arti kebutuhan dan keinginan.
Secara prinsip asalkan kebutuhan sudah terpenuhi… cukup! Nikmati hidup dengan sukacita dan PUJILAH TUHAN!
Tentu kita dapat berupaya lebih untuk mencapai keinginan, tetapi tidak semua keinginan harus terpenuhi. Terutama mungkin dalam hal keuangan. Kita diingatkan untuk tidak menjadi hamba uang, meski memang kita butuh uang.
Pemeliharaan dan kasih sayang serta penghargaan Tuhan atas kita tetap sama apakah keinginan kita telah… belum… bahkan tak tercapai sekalipun.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Brock Wegner on Unsplash




