Pengkhotbah 5:10
Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.
Kita tentu sangat membutuhkan uang. Salah satu alasan kita bekerja atau berusaha adalah untuk memperoleh uang. Hidup perlu ongkos dan biaya. Karena itu kita harus berupaya dan miliki sifat rajin dan giat bekerja. Jauhi sifat malas dan berdoalah agar kita tetap memperoleh rejeki untuk kebutuhan setiap hari.
Uang adalah salah satu kebutuhan hidup di bumi ini, hanya saja perlu tetap diingat bahwa uang bukanlah segala-galanya dan uang tetap saja terbatas sifatnya. Itulah sebabnya mengapa penulis kitab Pengkhotbah berkata, ”Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.”
Yang penting senantiasa dijaga adalah sikap dan hati kita mengenai uang. Jangan tamak, jangan rakus, jangan serakah!
Dengan uang yang diperoleh ingatlah kita bertanggung jawab kepada Tuhan, untuk keluarga dan untuk diri sendiri atas keuangan kita.
Bijaksanalah mempergunakan dan mengelola uang sebagai titipan dan karunia Allah dalam hidup kita masing-masing.
Dengan uang kita dapat terhilang, tetapi dengan uang kita dapat menjadi berarti dan penuh makna dalam hidup ini. Hal ini semua terpulang kepada hati kita… di manakah hati kita?
Yang penting juga adalah menjaga keseimbangan antara kita mencari uang dengan bagaimana kita hidup sehat.
Janganlah ketika muda dikorbankan kesehatan demi uang karena lupa bahwa kita akan menjadi tua suatu saat nanti. Lantas ironinya; setelah usia lanjut banyak orang harus korbankan banyak uang demi kesehatan karena kesehatan tidak dijaga saat muda dulu… semoga saja tidak!
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus menyertai dan meberkati kita senantiasa.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Muhammad Daudy on Unsplash




