Betapa istimewanya anugerah yang satu ini. Sampai-sampai DIA sepertinya harus menahan diri, agar kehendak bebas manusia dijalankan seturut dengan keinginan hati. Laksana DIA rela kalaupun Adam Hawa mengangkangi titah ilahi, kalau itu syarat agar manusia dapat memilih jalan hidup sendiri. Bukankah baru dapat dikatakan kehendak bebas, jika daku ada kapasitas yang sama untuk rela mengikuti…
Category: Cinta
398. Algoritma
Satu yang sudah pasti, daku dan dikau akan mati! Demikianlah takdir manusia di bumi, semua akan pergi. Entah cepat ataupun lambat, semua akan tamat. Terlahir spontan menangis, pergi pun tersemat kisah melankolis. Tiada yang menang melawan maut, semua takluk tekuk lutut. Bagaimanapun dahulu kala ceritanya, trailer macam apa yang melatarbelakangi kisahnya, namun yang pasti ini…
397. Tahu – Mampu!
Daku sudah terlanjur dewasa, begitu juga dikau, ya Adinda, yang tengah membaca renungan ini. Berdua kita sudah tidak lagi tahu bagaimana rasa, tatkala semua tindakan spontan lahir dari kepolosan. Ketidaktahuan akan sebab akibat, apalagi dari niat jahat. Tindakan yang sama sekali tidak didasari dengan motivasi akal bulus yang tersembunyi, setiap kata keluar begitu saja tanpa…
396. Pengetahuan Baik-Jahat
Sulit menduga, seperti apa hidup sebelum dosa menjelma. Bagaimanakah rasanya hidup di Taman Sorga tatkala belum ada adegan goda-menggoda? Sebelum dikenal tipu menipu, rayuan yang membuat hati pilu. Tak ada air mata sedih, jauh dari momen-momen perih. Tawa ria terdengar di mana-mana, semua bersukacita. Tidak ada duka, apalagi isak tangis karena yang dicinta telah tiada….
395. Bene Elohim
Alkitab cukup jelas meyampaikan latar belakang drama alam semesta tercipta. Sebelum ada alam nyata, ternyata telah terlebih dahulu ada alam yang di sana. Siapa sangka, latar belakang ini menjadi penting untuk memahami apa yang terjadi di Taman Sorga. Memang agak samar-samar bagaimana dunia adikodrati menjelma. Tidak usah kecewa, karena tidak ada rumusan yang dapat menguraikannya…
394. Resiko!
Makhluk sorga pun ternyata tidak sepenuhnya DIA dapat percayai dan tidak luput dari salah, apalagi manusia yang berasal dari debu tanah (Ayub 4:17-19). Makhluk ciptaan tetaplah ciptaan, tidak sempurna. Secara definisi, ketidaksempurnaan mengindikasikan ada potensi untuk berbelok ke kanan ataupun ke kiri. Demikian juga mereka yang ada di alam sana, sama-sama makhluk ciptaan. Sama saja,…
393. Eternal Absence
Siapa sangka, adegan sederhana di Taman Sorga menyebabkan alam kematian, realm of dead, menjelma. Bukan hanya di alam fana, di dunia sana pun terkena imbasnya! Pengalaman kematian kini menjadi pengalaman sehari-hari manusia. Begitu pun itu akan kelak di alami si ular yang piawai berdusta (Mazmur 82:7, Yehezkiel 28:8). Betapa dahsyat akibat ketidaktaatan! Sekali salah langkah,…
392. Realm of Dead
Peradaban bermula dari adegan di Taman Eden, itu menjadi cikal bakal sejarah modern. Taman Sorga di bumi menjadi saksi pertemuan antar dimensi. Alam insani, dunia fisik yang kasat mata, dapat dideteksi dengan panca indra, bertegor sapa dengan alam adikodrati, dunia tak kasat mata, alam metafisika. Dari adegan tegor sapa antara si ular (Kejadian 3:1-5) dan…
391. Pulang!
Daku tidak mengerti karena memang sulit dipahami! Mengapa hal seperti ini bisa terjadi? DIA tega membiarkan makhluk yang dijuluki God’s image, representasi DIA di muka bumi, bertekuk lutut sendirian dikadali oleh si pengawal pribadi. Tergoda oleh bujuk rayu sang kerub yang berambisi menduduki kursi Sang Ilahi (Yehezkiel 28:16; Yesaya 14:13,14). Kawan! Dikau boleh-boleh saja gregetan,…
390. Headquarter
Pada awalnya, langit belum terbentuk, suasana begitu gelap gulita. Tidak terlihat apa-apa karena belum ada cahaya yang menerangi jagad raya. Dari tiada, akhirnya terbentuklah alam semesta, rangkaian galaksi bertebaran bak mutiara di langit yang jumlahnya tak terkira. Jangan bertanya, bagaimana penjelasan ilmiahnya. Dikau akan kecewa. Apakah alam semesta bermula dengan peristiwa Dentuman Besar (Bing Bag)?…
389. Proxy War
Status Adam Hawa menjadi pembawa citra ilahi, menjadikan manusia sebagai makhluk unik tiada duanya di muka bumi. Peran dan fungsi insani tak tergantikan oleh makhluk bahkan dari lain dimensi. Boleh-boleh saja menduga-duga suatu saat nanti ditemukan alien yang super cerdas, jauh lebih perkasa dan trengginas. Makhluk hidup dari alam entah berantah, tetap saja hanya keturunan…
388. Rendezvous Antar Dimensi
Entah apalah yang ada di hati Sang Pencipta, sehingga DIA memutuskan untuk menciptakan makhluk yang namanya manusia. Setelah sekan-akan berdiskusi panjang lebar, akhirnya ditemukanlah jalan keluar. Bukankah itu yang terkandung samar-samar? Kala DIA berujar: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,” (Kejadian 1:26). Gambar dan rupanya-NYA, God’s image, manusia sebagai insan pembawa citra…