Topik ini hot issue sepanjang sejarah. Pendapat kaum cerdik pandai pun belum satu arah. Bagaimanakah memahami kehendak bebas dalam wadah trailer di Taman Eden? Sulit diabaikan, mengapa adegan Adam Hawa digoda sengaja oleh penulis kitab Kejadian digunakan sebagai titik mula dari peradaban. Bak babak pendahuluan dari rangkaian serial yang narasinya mengharukan. Sebelum dijamah dosa. Baik…
Category: Cinta
402. Cinta Manipulatif!
Kehendak bebas jauh lebih mudah dipahami dalam konteks relasi cinta. Bukankah sesuai dengan jeritan nurani bahwa cinta sejati itu karena suka bukan karena dipaksa? Bagaimanakah dapat dikatakan ada kebebasan jika tidak ada pilihan? Opsi yang sesuai dengan selera, memilih apa yang disuka. Bagaimanakah dapat dikatakan kebebasan jika cintaku direkayasa? Diatur-atur sedemikian rupa agar cintaku berlabuh…
401. Relasi Cinta
Di sepanjang sejarah, pemahaman kehendak bebas telah tercatat menimbulkan peristiwa berdarah-darah. Bukan hanya kaum cerdik pandai dibuatnya marah-marah, umat pun ikut-ikutan terbelah. Tak tahulah, bagaimanakah mungkin hanya karena pengertian yang berbeda kesatuan umat percaya pun pecah? Apakah haram jika daku dan dikau berbeda paham? Masa karena melihat sesuatu dari sudut yang tidak sama, daku dan…
400. Coup D’état!
Kehendak bebas tidak dapat dielakkan akan menimbulkan resiko bagi Sang Pencipta. Kemungkinan apa yang DIA harapan jauh dari nyata, bahkan rencana dapat layu sebelum berkembang begitu saja. Bahkan Trouble in Pardasie-pun dapat saja terjadi. Puncaknya, ada potensi makhluk ciptaan akan melawan Sang Maha Kuasa dan bahkan meninggikan diri hingga sejajar dengan Sang Maha Tinggi (Yesaya…
399. A Cosmic Automation
Betapa istimewanya anugerah yang satu ini. Sampai-sampai DIA sepertinya harus menahan diri, agar kehendak bebas manusia dijalankan seturut dengan keinginan hati. Laksana DIA rela kalaupun Adam Hawa mengangkangi titah ilahi, kalau itu syarat agar manusia dapat memilih jalan hidup sendiri. Bukankah baru dapat dikatakan kehendak bebas, jika daku ada kapasitas yang sama untuk rela mengikuti…
398. Algoritma
Satu yang sudah pasti, daku dan dikau akan mati! Demikianlah takdir manusia di bumi, semua akan pergi. Entah cepat ataupun lambat, semua akan tamat. Terlahir spontan menangis, pergi pun tersemat kisah melankolis. Tiada yang menang melawan maut, semua takluk tekuk lutut. Bagaimanapun dahulu kala ceritanya, trailer macam apa yang melatarbelakangi kisahnya, namun yang pasti ini…
397. Tahu – Mampu!
Daku sudah terlanjur dewasa, begitu juga dikau, ya Adinda, yang tengah membaca renungan ini. Berdua kita sudah tidak lagi tahu bagaimana rasa, tatkala semua tindakan spontan lahir dari kepolosan. Ketidaktahuan akan sebab akibat, apalagi dari niat jahat. Tindakan yang sama sekali tidak didasari dengan motivasi akal bulus yang tersembunyi, setiap kata keluar begitu saja tanpa…
396. Pengetahuan Baik-Jahat
Sulit menduga, seperti apa hidup sebelum dosa menjelma. Bagaimanakah rasanya hidup di Taman Sorga tatkala belum ada adegan goda-menggoda? Sebelum dikenal tipu menipu, rayuan yang membuat hati pilu. Tak ada air mata sedih, jauh dari momen-momen perih. Tawa ria terdengar di mana-mana, semua bersukacita. Tidak ada duka, apalagi isak tangis karena yang dicinta telah tiada….
395. Bene Elohim
Alkitab cukup jelas meyampaikan latar belakang drama alam semesta tercipta. Sebelum ada alam nyata, ternyata telah terlebih dahulu ada alam yang di sana. Siapa sangka, latar belakang ini menjadi penting untuk memahami apa yang terjadi di Taman Sorga. Memang agak samar-samar bagaimana dunia adikodrati menjelma. Tidak usah kecewa, karena tidak ada rumusan yang dapat menguraikannya…
394. Resiko!
Makhluk sorga pun ternyata tidak sepenuhnya DIA dapat percayai dan tidak luput dari salah, apalagi manusia yang berasal dari debu tanah (Ayub 4:17-19). Makhluk ciptaan tetaplah ciptaan, tidak sempurna. Secara definisi, ketidaksempurnaan mengindikasikan ada potensi untuk berbelok ke kanan ataupun ke kiri. Demikian juga mereka yang ada di alam sana, sama-sama makhluk ciptaan. Sama saja,…
393. Eternal Absence
Siapa sangka, adegan sederhana di Taman Sorga menyebabkan alam kematian, realm of dead, menjelma. Bukan hanya di alam fana, di dunia sana pun terkena imbasnya! Pengalaman kematian kini menjadi pengalaman sehari-hari manusia. Begitu pun itu akan kelak di alami si ular yang piawai berdusta (Mazmur 82:7, Yehezkiel 28:8). Betapa dahsyat akibat ketidaktaatan! Sekali salah langkah,…
392. Realm of Dead
Peradaban bermula dari adegan di Taman Eden, itu menjadi cikal bakal sejarah modern. Taman Sorga di bumi menjadi saksi pertemuan antar dimensi. Alam insani, dunia fisik yang kasat mata, dapat dideteksi dengan panca indra, bertegor sapa dengan alam adikodrati, dunia tak kasat mata, alam metafisika. Dari adegan tegor sapa antara si ular (Kejadian 3:1-5) dan…