391. Pulang!

Daku tidak mengerti karena memang sulit dipahami! Mengapa hal seperti ini bisa terjadi? DIA tega membiarkan makhluk yang dijuluki God’s image, representasi DIA di muka bumi, bertekuk lutut sendirian dikadali oleh si pengawal pribadi. Tergoda oleh bujuk rayu sang kerub yang berambisi menduduki kursi Sang Ilahi (Yehezkiel 28:16; Yesaya 14:13,14). Kawan! Dikau boleh-boleh saja gregetan,…

390. Headquarter

Pada awalnya, langit belum terbentuk, suasana begitu gelap gulita. Tidak terlihat apa-apa karena belum ada cahaya yang menerangi jagad raya. Dari tiada, akhirnya terbentuklah alam semesta, rangkaian galaksi bertebaran bak mutiara di langit yang jumlahnya tak terkira. Jangan bertanya, bagaimana penjelasan ilmiahnya. Dikau akan kecewa. Apakah alam semesta bermula dengan peristiwa Dentuman Besar (Bing Bag)?…

389. Proxy War

Status Adam Hawa menjadi pembawa citra ilahi, menjadikan manusia sebagai makhluk unik tiada duanya di muka bumi. Peran dan fungsi insani tak tergantikan oleh makhluk bahkan dari lain dimensi. Boleh-boleh saja menduga-duga suatu saat nanti ditemukan alien yang super cerdas, jauh lebih perkasa dan trengginas. Makhluk hidup dari alam entah berantah, tetap saja hanya keturunan…

388. Rendezvous Antar Dimensi

Entah apalah yang ada di hati Sang Pencipta, sehingga DIA memutuskan untuk menciptakan makhluk yang namanya manusia. Setelah sekan-akan berdiskusi panjang lebar, akhirnya ditemukanlah jalan keluar. Bukankah itu yang terkandung samar-samar? Kala DIA berujar: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,” (Kejadian 1:26). Gambar dan rupanya-NYA, God’s image, manusia sebagai insan pembawa citra…

387. Domisili Ilahi

Sulit membayangkan, Sang Maha Kuasa merelakan keberhasilan rencana-NYA di bumi di pundak sejoli yang rentan. Hanya dengan berpedoman kepada kemampuan alamiah beranak pinak serta tekad mendiami seluruh muka bumi, terlaksanalah rencna-NYA di seluruh negeri. Mungkinkah dengan keturunan berlipatganda dan usaha meluaskan Taman Sorga secara alamiah akan terwujud bersamaan? Bukankah bertambahnya jumlah penduduk akan juga mendesak…

386. God’s Image

Sulit dimengerti, bagaimanakah status manusia di Taman Eden dapat dipahami? Begitu berarti, bahkan diperebutkan oleh alam adikodrati. Manusia sebegitu unikkah? Sampai-sampai siapa yang mengganggu Adinda diibaratkan menjamah biji mata Allah (Zakharia 2:8). Dikau tidak salah lihat! Ayat itu menunjukkan betapa berharga dikau dan daku di hadapan si Pemegang Hayat. Adakah ibarat lain yang menggambarkan nilai…

385. God’s Seed

Adegan Kejadian pasal tiga meninggalkan jejak samar-samar, ternyata ada juga keturunan dari si ular (Kejadian 3:15). Kedua keturunan akan saling bertengkar, itu sudah pasti bukanlah permusuhan antara manusia dengan binatang liar. Lawan keturunan Adam bukanlah sejenis binatang, apalagi hewan-hewan di padang. Dapatlah dikatakan, semua makhluk yang dapat diuraikan secara logika maupun mereka dari alam di…

384. Cinta Berdarah

Eden telah hilang, ke dunia nyata manusia telah terbuang. Tidak guna mengkhayal agar tidak usah ada agama, walau memang itu menyebabkan pertengkaran di mana-mana. Rasa-rasanya juga tidak berfaedah menganggap semuanya akan baik-baik saja, bukankah kenyataan hidup punya cerita berbeda? Trailer di Taman Sorga telah tamat, akibatnya nasib manusia sekarat. Hidup ini singkat, dikau dan daku…

383. The Lost Eden

Siapa sangka, adegan singkat di Taman Sorga menjadi awal ditabuhnya genderang perang. Daku boleh saja menyangkal itu semua dan anggap hanya sekadar legenda. Atau pun dikau terima itu begitu saja sebagai fakta. Yang pasti kematian telah menimpa sikap yang mana saja. Kalau saja Hawa (dan Adam) tidak tergoda, mereka tentu immortal, hidup tak berkesudahan. Hawa…

382. Genderang Perang

Selamat datang di dunia! Alam nyata tempat daku dan dikau ada. Negeri fana yang semua bersifat sementara. Sudah kodratnya, hidup di bumi penuh dengan derita, nestapa, dan akhirnya good bye selama-lamanya. Tiada yang abadi di bawah matahari, akhirnya semua yang bernyawa akan pergi. Kesalahan yang begitu sederhana, namun menjadi cikal bakal malapeta. Adegan tidak seberapa,…

381. Penguasa Dunia

Akibat fatal keputusan manusia pertama, manusia mental jauh dari Taman sorga. Hidup normal di dunia, semua pasti meninggal tidak ada yang sisa. Ini prinsip fundamental hidup di alam semesta, kebenaran esensial bagi semua makhluk yang bernyawa. Tidak ada yang abadi, semua akan mati. Entah daku siap atau pun dikau ready, semua akan pergi. Begitulah nasib…

380. A Lone Rebellion

Apa yang dibaca, makna yang terkandung dalam cerita, tetaplah diselimuti rahasia. Misterius apa yang terjadi dalam adengan singkat di Taman Sorga. Sementara itu, kisah di Kejadian pasal tiga menjadi inti sari keseluruhan kandungan Alkitab. Asal muasal Adinda gagap menghadapi hidup, kalap dan banyak bertanya mengapa. Diskripsi cerita sangatlah sederhana, sekelas murid Taman Kanak-Kanak pun dapat…