380. A Lone Rebellion

Viewed : 432 views

Apa yang dibaca, makna yang terkandung dalam cerita, tetaplah diselimuti rahasia. Misterius apa yang terjadi dalam adengan singkat di Taman Sorga. Sementara itu, kisah di Kejadian pasal tiga menjadi inti sari keseluruhan kandungan Alkitab. Asal muasal Adinda gagap menghadapi hidup, kalap dan banyak bertanya mengapa.

Diskripsi cerita sangatlah sederhana, sekelas murid Taman Kanak-Kanak pun dapat merasa iba kepada Adam Hawa. Akan tetapi, bagi kaum cerdik pandai pun ada kalanya angkat bahu, seraya mengaku: Aku tidak tahu!

Penulis trailer kejatuhan manusia pertama, seakan-akan begitu pelit, tega ceritanya dibiarkan hanya sedikit. Pemaknaannya jadi liar berbelit-belit. Akibatnya, pembaca di generasi-generasi berikutnya menghadapi isu-isu yang semakin rumit.

Tidak heran, daku dan mungkin juga dikau dibuatnya penasaran. Ceritanya terselubung, kisah yang sambung menyambung. Bak serial drama yang kisahnya semakin lama semakin emosi dibuatnya larut membubung.

Tidak seperti drama di layar kaca, ini drama kolosal hidup nyata manusia. Serial berikutnya dapatlah disamakan dengan era di interval waktu Adinda ada. Jadi, akibat adegan Kejadian 3 dapat dirasakan oleh pembaca baik oleh mereka yang hidup dahulu kala maupun sekarang di hidup Adinda.

Tidak ada yang dapat luput dari akibat kisah nyata di Taman Sorga, Adinda tentu merasakan akibatnya. Adegan itu begitu berarti, sakit hati itu masih terasa hingga kini. Daku menderita, dikau kecewa, akhirnya Adinda juga tutup mata. Pergi selama-lamanya dari dunia fana, ini ketentuan yang menimpa manusia.

Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” (Kejadian 3:2,3)

Alih-alih sebagai kerub pelindung, si ular bertindak di luar koridor hukum. Bak di lingkungan istana, seaka-akan ada anasir yang melepaskan diri dari ketundukan kepada Sang Raja. Unsur dari ring-1 yang bertindak sendiri, inisiatif pribadi, menyimpang dari kendali.

Pembangkangan seorang diri, a lone rebellion, melawan titah Sang Ilahi. Menyelinap di malam sunyi, melaksanakan niat jahat yang membara dalam hati. Dendam kesumat yang tersembunyi, dilampiaskan karena dia benci. Iri dengan niat Sang Ilahi untuk menghadirkan Adinda di bumi ini.

Alhasil, paling tidak hingga di serial ini, pemberontakannya terlihat berhasil. Manusia akhirnya terusir dari Taman Sorga, dampaknya tak terduga. Daku menjadi manusia fana, terbuang dari hadirat-NYA, terasing selama-lamanya. Terputus dari sumber Air Hidup, membuat hidup cepat atau pelan akan redup.

Anasir yang melepaskan diri dari kendali Sang Ilahi, berniat tidak hanya menghabisi seluruh insani, namun juga berkehendak ambil alih kursi ketua sidang ilahi. Ambisi, tinggi hati, dan ingin terbang tinggi mengatasi anak-anak surgawi.

Niat jahatnya tidak berhenti, hingga kini dia begitu benci dengan semua rancangan Ilahi terhadap bumi. Penentang utama terhadap rencana-NYA bagi manusia. DIA rindu ada damai sejahtera, sebaliknya, kegelisahan ada di mana-mana di seantero era. Ini bukan serial tv, ini pengalaman hidup sehari-hari.

A lone rebellion, anasir yang melepaskan diri. Sendiri berdiri menentang Sang Ilahi. Inilah pertama kali dituliskan adanya kerusuhan di alam surgawi. Pemberontakan kerub penjaga seorang diri. Awal dari kisah peradaban menjadi berdarah-darah, kematian bak wabah menyebar ke seluruh arah.

Alih-alih ingin mengatasi langit, nyatanya ke bumi si ular dijepit. Ego ingin terbang menjulang, dari paspampres si kerub terbuang.

Di Eden Hawa head to head dengan si ular itu, layaknya pertandingan tinju, satu lawan satu. Sekarang lebih seru, lawanku beribu-ribu, menyerbu dari segala penjuru. Namun prinsipnya tetap baku. Keputusan tergantung kepada Puan dan Tuan. Sila tentukan, pilihan ada di tangan! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments