383. The Lost Eden

Viewed : 457 views

Siapa sangka, adegan singkat di Taman Sorga menjadi awal ditabuhnya genderang perang. Daku boleh saja menyangkal itu semua dan anggap hanya sekadar legenda. Atau pun dikau terima itu begitu saja sebagai fakta. Yang pasti kematian telah menimpa sikap yang mana saja.

Kalau saja Hawa (dan Adam) tidak tergoda, mereka tentu immortal, hidup tak berkesudahan. Hawa tentu tidak mengalami sakit bersalin (Kejadian 3:16). Adam pun tidak kesulitan menyediakan sandang pangan (Kejadian 3:17). Tidak ada bencana, jauh dari air mata, umurnya panjang bak bermasa-masa.

Mereka tinggal di Eden, sebagai lambang sumber kehidupan, tempat tumbuh pohon kehidupan. Dengan cepat keturunan Adam Hawa akan berlipat ganda, tak terbendung jumlah mereka akan merajalela ke seantero benua. Tawa ria sambil bercanda, anak-anaknya akan bertambah secara eksponensial.

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:28)

Tinggal di lingkungan yang terjaga, Adam Hawa dan keturunannya akan mentuntaskan mandat ilahi untuk memenuhi dan menaklukan bumi. Taman Sorga akan ekspansi seiring bertambahnya insan dari generasi ke generasi. Pelan tapi pasti, inci demi inci, Eden akan menyebar ke seluruh bumi.

Sebagai ciptaan menurut gambar dan rupa-NYA (Kejadian 1:27), Adam Hawa menjadi representatif Sang Pencipta di muka bumi. Sebagai satu-satunya perwakilan DIA di dunia, untuk melaksanakan maksud keberadaannya.

Bolehlah dikatakan, mandat utama Adam Hawa, tidak lain dan tidak bukan, untuk menghadirkan sorga di bumi melalui keturunan mereka yang cepat berlipatganda bak tak terkendali. Eden meluas sehingga melingkupi seluruh pelosok negeri.

…Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, (Yeremia 31:33,33)

Bila dikau memandang ke kanan ataupun ke kiri, besar kecil, tua muda, semua akan mengenal Tuhan. Tidak perlu imam apalagi pastor untuk mengajari, karena sesungguhnya DIA ada di hati setiap pribadi. Tidak ada ritual, agama pun tidak berguna apalagi denominasi. Secara naluri semua akan akrab dengan Sang Pencipta. Mungkinkah secara intuitif keturunan Adam akan otomatis mengenal Sang Ilahi?

Relasi sesama jauh dari iri, dengki, dan benci. Talisilaturahmi antar sesama terjalin mesra sekali. Saudara bersaudara hidup rukun harmonis saling mengasihi (Mazmur 133). Bergandengan tangan mereka membangun negeri, meluaskan Eden sehingga Kerajaan Sorga mencakup seluruh bumi (Matius 6:10).

Bukankah itu niat-NYA sejak sebelum ada matahari? Kehendak dan pemerintahan-NYA menguasai bumi. Mulai dari wilayah terbatas di Taman Eden, gunung kudus lambang tempat DIA berdomisili (Yehezkiel 28:14), meluas hingga juga akhirnya sampai di Nusantara!

Di mana keturunan Adam Hawa ada, disitulah kehendak-NYA nyata. Apabila anak-anak Adam di mana-mana ada, di situ pula pemerintahan-NYA menjelma. Maka, Kerajaan Allah akan ada di mana-mana, tepat di mana mereka berada (Lukas 17:20,21).

Aaahhh! Sayang, semua impian ini sirna kala Adam Hawa diusir keluar dari Taman Sorga. Bahkan Sang Kuasa mengambil tindakan ekstra tegas agar mereka dipastikan tidak lagi dapat menginjakkan kaki di gunung kudus Ilahi (Kejadian 3: 24).

Eden telah hilang entah ke mana! The lost Eden, Taman Sorga telah sirna dari dunia. Dengan cepat, kerajaan lain mengambil alih tempat. Kerajaan maut telah menguasai dunia, sengatnya mengancam siapa saja (Yohanes 14:30; 1 Yohanes 5:19; 1 Korintus 15:56,57).

Gagalkah rencana-NYA di dunia? Mungkinkah Eden kembali menjelma? Ini peperangan 2 kerajaan yang tidak ada habis-habisnya, hingga berakhir masa! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments