Jauhlah dari kenyataan! Masakan DIA bertindak, berbuat, bahkan mencipta tanpa ada maksud dan tujuan. Namun, apakah DIA mencipta karena membutuhkan sesuatu? Tentu tidak! DIA yang sempurna, lengkap dan utuh, tidak membutuhkan apapun di luar diri-NYA.
Untuk mengeksekusi rancangan-NYA, DIA tidak perlu bantuan makhluk apapun untuk melaksanakannya. DIA tidak perlu sama sekali semacam Dewan Musyawarah Ilahi (DMI; Yeremia 23:22; 1 Raja Raja 22: 19-21) untuk membantu mewujudkan keputusan yang telah DIA tetapkan. DIA tidak butuh nasihat, apalagi pikiran dari makhluk-makhluk dari alam sana.
Kata Mikha: “Sebab itu dengarkanlah firman TUHAN. Aku telah melihat TUHAN sedang duduk di atas takhta-Nya dan segenap tentara sorga berdiri di dekat-Nya, di sebelah kanan-Nya dan di sebelah kiri-Nya. Dan TUHAN berfirman: Siapakah yang akan membujuk Ahab untuk maju berperang, supaya ia tewas di Ramot-Gilead? Maka yang seorang berkata begini, yang lain berkata begitu. (1 Raja Raja 22:19-20)
Akan tetapi, entahlah tak tahu mengapa! DIA seakan-akan begitu menghargai pendapat anggota DMI. Di alam sana, makhluk-makluk tak kelihatan berembuk untuk mengeluarkan pendapat bagaimana keputusan Sang Raja akan dilaksanakan. DIA sabar menanti, menyaksikan silang pendapat di antara makhluk dengan kehendak bebas untuk ikut berpartisipasi dalam mewujudkan kehendak ilahi di bumi.
Demikian juga, DIA sama sekali tidak membutuhkan manusia sebagai pengelola untuk melaksanakan keinginan hati-NYA agar terjadi di bumi. Namun begitulah, DIA memberi hak istimewa untuk Adam Hawa berlipatganda agar seluruh pelosok negeri didiami.
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, (Kejadian 1:28)
Bukan saja mandat untuk memenuhi bumi, namun juga menaklukannya. Mengapa harus ditaklukkan? Mungkinkah karena Taman Eden barulah bak sejengkal wilayah di bumi? Kawasan Taman Eden dengan jelas dibatasi secara geografis dan lokasinya pun jelas di sebelah Timur (Kejadian 2: 8-14)?
Bumi bukanlah Eden! Eden barulah sebagian kecil dari permukaan bumi. Eden dan bumi itu dua wilayah yang berbeda. Tatkala Adam Hawa diusir, mereka diusir dari Taman Eden (Kejadian 3: 23,24).
datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. (Matius 6:10)
Keinginan-NYA sejak semula, menghadirkan kerajaan-NYA di bumi. Itu mulai dari Eden sebagai awal untuk menjadikan seluruh bumi menjadi seperti Eden, global Eden. Untuk kerinduan-NYA ini, DIA memberi kehormatan bagi Adam Hawa untuk turut serta mewujudkannya.
Dengan kata lain, tugas mulia Adam Hawa sejak semula, daku dan dikau pun kini sama, untuk menjadikan seluruh pelosok negeri, setiap inci bumi, bak Taman Eden. Aroma Kerajaan Sorga terendus di seluruh sudut dunia. Kemulian TUHAN, cepat ataupun lambat, akan tersiar di seluruh alam (Habakuk 2:14).
DIA menetapkan akhir dari semua (predestination), namun bagaimana itu akan terlaksana diserahkan kepada kehendak bebas makhluk yang di sini maupun yang di sana. Kerinduan-NYA agar ada kolaborasi elok dari anak-anak-NYA yang di alam nyata dengan alam maya dalam mengeksekusi rancangan-NYA, meluaskan Eden sehingga bumi menjadi Taman Sorga.
Tidak dapat dihindari adanya kemungkinan penyelewengan kehendak bebas, baik yang dilakukan oleh makhluk sorgawi maupun insani. Kemungkinan yang telah DIA ketahui sebelumnya. Namun, keberadaan daku dan dikau di dunia begitu menyenangkan hati-NYA sehingga DIA rela melanjutkan itu semua.
Eden telah sirna, kerajaan-NYA bak tamat sebelum dimulai. Namun ada kesan yang kuat bahwa DIA belum selesai dengan manusia (Kejadian 3:15). Kerinduan hati-NYA pasti akan terlaksana. Tidaklah kebetulan, Alkitab ditutup dengan visi Eden baru di dunia yang akan datang (Wahyu 21-22).
Cepat atau lambat global Eden akan menjelma di dunia. Sebagaimana dahulu begitu juga sekarang, bagaimana itu terwujud diserahkan kepada daku dan dikau, makhluk dengan kehendak bebas. Kehormatan yang begitu mulia! Ayo jangan sia-siakan hidup. What you do matters! (nsm)
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes. Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM |

