522. Pelagan Kosmik

“Akhir laga semesta tidak dipahat di atas bintang, melainkan didelegasikan pada jejak kaki Adinda yang hidup di wilayah lawan. Setiap langkah Tuan dan Puanlah yang menentukan tempo garis akhir zaman.” Perkara ini teramat pelik untuk diselami; kian direnungkan, kian membingungkan. Bagaimana mungkin rancangan agung sekaliber Sang MAHA KUASA pun seakan dikangkangi oleh makhluk kekasih-NYA sendiri?…

521. Anti-Eden!

“Di luar rancangan ILAHI, kemegahan peradaban hanyalah cara manusia merajut kebinasaannya sendiri. Di atas samudera zaman yang memberontak, pilihannya mutlak: rakitlah bahtera, atau karam ditelan arus raksasa.” Tafsir kuno atas fragmen the second rebellion dalam Kejadian 6 mengisyaratkan jalinan timbal balik antara yang insani dan yang adikodrati. Disembodied spirits— roh-roh dari keturunan hibrida yang binasa—kini…

514. Public Enemy!

“Suara hati tak dapat ditawar-tawar, ditahan dada terasa terbakar. Menjadi public enemy adalah harga yang pantas dibayar untuk panggilan nurani yang dipandang mainstream tidak wajar. Di luar pagar, Sang KHALIK menantinya dengan penuh sabar!” The Survivors. Merekalah jiwa-jiwa yang lolos dari mahaprahara air bah. Para penyintas trengginas yang berkelit dari seribu satu serangan wabah. Tangkas…

512. Golden Eden

Eden tidak hilang; ia hanya pindah ke dalam rahim ketidakmungkinan, menanti hati yang tulus untuk memanggilnya pulang.” Ini perjalanan di luar nalar. Sebuah petualangan menembus cakrawala. Belum ada kaki fana yang pernah menapak ke sana. Pengembaraan ini merupakan suatu usaha melangkah kembali menuju taman sorga dengan menembus barisan penjaga dengan pedang yang menyala-nyala (Kejadian 3:24)….

511. Eden Baru

Di sebelah timur Eden, terhamparlah sebuah taman purba. Sebuah sungai tunggal mengalir di sana, lalu membelah menjadi empat cabang utama (Kejadian 2:10). Sungai-air sebagai perlambang kesuburan dan kehidupan mengalir deras ke empat penjuru mata angin. Membawa sari pati ‘sorga di bumi’ ke seluruh hamparan negeri. Dalam lidah Ibrani, kata ‘Eden’ berbisik tentang satu makna: kesenangan….

510. Mempelai Purba

“Napas Eden adalah janji setia, loyalitas sukma, sebuah ikatan pertunangan suci yang merindukan kepulangan setiap jiwa kembali ke pelukan-NYA.” Entahlah, agaknya telah menjadi suratan yang terpahat dalam setiap eksistensi; bahwa pada setiap pribadi, senantiasa melekat kerinduan purba untuk dikenal dan mengenal, untuk dicintai dan mencintai. Lumrah kalau dikatakan: ”Tak kenal maka tak sayang.” Jalinan ‘kenal-cinta’…

509. Undangan Agung

“Adinda bukan sekadar makhluk yang tercipta, melainkan insan yang dirindukan hadir untuk larut kedalam sedapnya madu koinonia Sang BAPA-ANAK.” Tiada yang tahu; misteri ini akan selamanya terkunci, menjadi satu rahasia purba yang tersembunyi abadi di kedalaman diri Sang ILAHI! Andai DIA tidak melabuhkan seuntai isyarat, niscaya maksud keberadaanku hanyalah tanda tanya pekat yang terus menghimpit…

507. Melting Point

Meski Eden hilang dari pandangan, gema cinta-NYA tetap berdenyut dalam sejarah. Markas Sidang Ilahi di bumi telah dijarah. Proyek perluasan Taman Eden ke segala arah terhentilah sudah. Namun hati-NYA tidak berubah. Dengan tangan terbuka DIA mengundang peradaban untuk kembali pulang ke rumah. Diperkirakan alam semesta lahir sekitar 15,5 miliar tahun silam, sejak dentuman besar, big…

505. Hate to Say Good Bye!

“Cinta pertama di Eden berakhirlah sudah, relasi terluka parah. Namun hati-NYA tidak berubah, meski harus menunggu sepanjang sejarah. Sang BAPA tetap menanti dengan tangan ramah, siap menyambut Adinda yang pulang kembali ke rumah.” Aaahhh… dasar manusia tidak tahu dirasa. Adam dan Hawa memilih berpaling dari Sang ADA, meninggalkan pelukan kasih dan bermain-main dengan api asmara….

504. Universal Divorce

“Cinta-lah landasan relasi dari awal segala kisah. Namun cinta pertama berakhir duka, berulang kali ternoda, dari Eden hingga Babel. Meski luka menikam kalbu, DIA tetap menunggu, sebab cinta sejati tak pernah membeku” Jika in the beginning tidak ada agama, tiada ritual, apalagi prosesi korban untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta, maka bagaimana digambarkan relasi manusia dengan-NYA?…

487. Sekularisme

Dalam cakrawala makna dan tujuan hidup, pemberontakan Babel menjelma sebagai luka purba yang membekas dalam sejarah kemanusiaan. Gaungnya tak berhenti di dataran Babel, melainkan terus merambat kian kemari sehingga peradaban terasa semakin membandel. Pada era inilah manusia, dengan kesadaran penuh, mengerahkan kehendak bebasnya untuk melepaskan diri dari YHWH. Pilihan ini diteguhkan oleh semangat kebersamaan yang…

463. Eden Tiruan

Drama the first and second rebellion dalam Kejadian pasal 3 dan 6, kolaborasi pemberontakan dari makhluk dari alam maya dan nyata, merupakan semacam introduction yang akan mengantar dan membingkai narasi keseluruhan bagian lain Alkitab. Itu bak kisah pendahulu untuk cerita yang jauh lebih seru! Kisah-kisah Alkitab selanjutnya akan dan berpijak kepada ke 2 tralier singkat…