Alkitab cukup jelas meyampaikan latar belakang drama alam semesta tercipta. Sebelum ada alam nyata, ternyata telah terlebih dahulu ada alam yang di sana. Siapa sangka, latar belakang ini menjadi penting untuk memahami apa yang terjadi di Taman Sorga. Memang agak samar-samar bagaimana dunia adikodrati menjelma. Tidak usah kecewa, karena tidak ada rumusan yang dapat menguraikannya…
Category: Cinta
394. Resiko!
Makhluk sorga pun ternyata tidak sepenuhnya DIA dapat percayai dan tidak luput dari salah, apalagi manusia yang berasal dari debu tanah (Ayub 4:17-19). Makhluk ciptaan tetaplah ciptaan, tidak sempurna. Secara definisi, ketidaksempurnaan mengindikasikan ada potensi untuk berbelok ke kanan ataupun ke kiri. Demikian juga mereka yang ada di alam sana, sama-sama makhluk ciptaan. Sama saja,…
393. Eternal Absence
Siapa sangka, adegan sederhana di Taman Sorga menyebabkan alam kematian, realm of dead, menjelma. Bukan hanya di alam fana, di dunia sana pun terkena imbasnya! Pengalaman kematian kini menjadi pengalaman sehari-hari manusia. Begitu pun itu akan kelak di alami si ular yang piawai berdusta (Mazmur 82:7, Yehezkiel 28:8). Betapa dahsyat akibat ketidaktaatan! Sekali salah langkah,…
392. Realm of Dead
Peradaban bermula dari adegan di Taman Eden, itu menjadi cikal bakal sejarah modern. Taman Sorga di bumi menjadi saksi pertemuan antar dimensi. Alam insani, dunia fisik yang kasat mata, dapat dideteksi dengan panca indra, bertegor sapa dengan alam adikodrati, dunia tak kasat mata, alam metafisika. Dari adegan tegor sapa antara si ular (Kejadian 3:1-5) dan…
391. Pulang!
Daku tidak mengerti karena memang sulit dipahami! Mengapa hal seperti ini bisa terjadi? DIA tega membiarkan makhluk yang dijuluki God’s image, representasi DIA di muka bumi, bertekuk lutut sendirian dikadali oleh si pengawal pribadi. Tergoda oleh bujuk rayu sang kerub yang berambisi menduduki kursi Sang Ilahi (Yehezkiel 28:16; Yesaya 14:13,14). Kawan! Dikau boleh-boleh saja gregetan,…
390. Headquarter
Pada awalnya, langit belum terbentuk, suasana begitu gelap gulita. Tidak terlihat apa-apa karena belum ada cahaya yang menerangi jagad raya. Dari tiada, akhirnya terbentuklah alam semesta, rangkaian galaksi bertebaran bak mutiara di langit yang jumlahnya tak terkira. Jangan bertanya, bagaimana penjelasan ilmiahnya. Dikau akan kecewa. Apakah alam semesta bermula dengan peristiwa Dentuman Besar (Bing Bag)?…
389. Proxy War
Status Adam Hawa menjadi pembawa citra ilahi, menjadikan manusia sebagai makhluk unik tiada duanya di muka bumi. Peran dan fungsi insani tak tergantikan oleh makhluk bahkan dari lain dimensi. Boleh-boleh saja menduga-duga suatu saat nanti ditemukan alien yang super cerdas, jauh lebih perkasa dan trengginas. Makhluk hidup dari alam entah berantah, tetap saja hanya keturunan…
388. Rendezvous Antar Dimensi
Entah apalah yang ada di hati Sang Pencipta, sehingga DIA memutuskan untuk menciptakan makhluk yang namanya manusia. Setelah sekan-akan berdiskusi panjang lebar, akhirnya ditemukanlah jalan keluar. Bukankah itu yang terkandung samar-samar? Kala DIA berujar: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,” (Kejadian 1:26). Gambar dan rupanya-NYA, God’s image, manusia sebagai insan pembawa citra…
387. Domisili Ilahi
Sulit membayangkan, Sang Maha Kuasa merelakan keberhasilan rencana-NYA di bumi di pundak sejoli yang rentan. Hanya dengan berpedoman kepada kemampuan alamiah beranak pinak serta tekad mendiami seluruh muka bumi, terlaksanalah rencna-NYA di seluruh negeri. Mungkinkah dengan keturunan berlipatganda dan usaha meluaskan Taman Sorga secara alamiah akan terwujud bersamaan? Bukankah bertambahnya jumlah penduduk akan juga mendesak…
386. God’s Image
Sulit dimengerti, bagaimanakah status manusia di Taman Eden dapat dipahami? Begitu berarti, bahkan diperebutkan oleh alam adikodrati. Manusia sebegitu unikkah? Sampai-sampai siapa yang mengganggu Adinda diibaratkan menjamah biji mata Allah (Zakharia 2:8). Dikau tidak salah lihat! Ayat itu menunjukkan betapa berharga dikau dan daku di hadapan si Pemegang Hayat. Adakah ibarat lain yang menggambarkan nilai…
385. God’s Seed
Adegan Kejadian pasal tiga meninggalkan jejak samar-samar, ternyata ada juga keturunan dari si ular (Kejadian 3:15). Kedua keturunan akan saling bertengkar, itu sudah pasti bukanlah permusuhan antara manusia dengan binatang liar. Lawan keturunan Adam bukanlah sejenis binatang, apalagi hewan-hewan di padang. Dapatlah dikatakan, semua makhluk yang dapat diuraikan secara logika maupun mereka dari alam di…
384. Cinta Berdarah
Eden telah hilang, ke dunia nyata manusia telah terbuang. Tidak guna mengkhayal agar tidak usah ada agama, walau memang itu menyebabkan pertengkaran di mana-mana. Rasa-rasanya juga tidak berfaedah menganggap semuanya akan baik-baik saja, bukankah kenyataan hidup punya cerita berbeda? Trailer di Taman Sorga telah tamat, akibatnya nasib manusia sekarat. Hidup ini singkat, dikau dan daku…