Alkitab itu ibarat mosaik, perlu ketekunan untuk meletakkan setiap kepingan gambar pada tempatnya. Tidak berbelit-belit, akan tetapi perlu usaha yang terbaik. Diperlukan banyak pikiran, sulit dipahami sendirian. Kerjasama sesama umat percaya, itu modal utama dalam menemukan gambar besarnya.
Bagi daku yang menganggap tahu segala, potongan-potongan adegan menjadi cerita hambar tak berguna. Capcay pun terasa tawar bagi yang merasa sudah kenyang. Akan tetapi, remah-remah pun terasa lezat bagi yang perut keroncongan. Madu pun terasa pahit jika berlebihan, namun brotowali pun dicari-cari untuk pengobatan.
Bagi jiwa yang kehausan, setiap trailer bak setets air yang dirindukan. Tiap adegan bagi daku yang bertanya-tanya, Adinda yang mencari makna, itu membuat sukma akan menyala-nyala. Siapa saja yang terdesak, kalap mencarinya bagaikan perburuan harta karun yang langka, tidak akan kecewa!
Pembaca budiman! Mari teruslah bertanya!
Apa substansi trailer di Taman Sorga? Kisah apa yang hendak disampaikan penulisnya kepada pembaca? Mengapa cerita manusia di mulai dari keberadaan suatu taman? Ada makna apa di belakang istilah taman?
Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. (Kejadian 2:10)
Taman Eden berlimpah dengan air! Gambaran yang tepat bagi pembaca bangsa Israel yang merasakan selama 40 tahun mondar-mandir di padang gurun nan gersang. Pas! Mereka maklum betul, air adalah sumber kehidupan.
Bukankah ini tidak lain dan tidak bukan, ingin menyampaikan bahwa Taman Eden adalah kediaman dari Sumber Air Hidup? Bahkan dari Yerusalem baru, dari tahta Yahweh dan Anak Domba akan keluar mengalir sungai air kehidupan (Wahyu 22:1). Dari halaman-halaman pertama hingga penghabisan, Alkitab konsisten dengan gambaran ini.
Eden sebagai rumah-bait TUHAN lumrah digambarkan dengan taman dengan berlimpah air. Bahkan Eden pun disebut sebagai gunung kudus Allah dipenuhi dengan kilauan berbagai batu mulia sebagai lambang kehadiran unsur ilahi (Yehezkiel 28:14, Kejadian 2:12).
Oops! Tunggu dulu. Apakah ini berarti, adegan di Eden terjadi di lingkungan rumah-NYA? Jika demikian adanya, tokoh-tokoh yang berperan bukanlah pribadi-pribadi yang asing, mereka bagian dari keluarga-NYA. Begitukah?
Si ular (jelas bukan bagian dari dunia binatang) bagian dari Kerub, bak paspampres penjaga Sang Kuasa (Yehezkiel 28:14). Ini posisi penting, jadi pengkhianatannya sangat genting. Semua peristiwa Eden layaknya terjadi di sekitar ring-1 istana.
Dalam konteks Perjanjian Lama (PL), sang kerub merupakan bagian dari rombongan paspampres yang mempunyai peran sebagai penjaga sumber kehidupan (Kejadian 3:24). Sebagai driver pribadi Yahweh anjangsana ke mana-mana (2 Samuel 22:11). Dan yang tidak kalah krusialnya, dia sebagai asisten pribadi yang seakan-akan selalu siap di sisi-NYA dan sekaligus bertanggungjawab terhadap security Sang Raja ( 1 Raja-Raja 6:23-28; 8:6-8)!
Daku tidak jelas apa yang ada di hati sang kerub yang mbalelo. Namun, dalam kapasitasnya sebagai makhluk yang juga memiliki free will, keberadaannya yang sedikian istimewa belum juga memuaskannya. Dia ingin melebihi yang lainnya, bahkan menyamai Sang Maha Tinggi (Yesaya 14:13,14).
Ambisi menjadi yang tertinggi, dilampiaskan dengan menggagalkan rencana ilahi. Dan dalam pertarungan ini, daku dan juga dikau menjadi memiliki peran yang hakiki! Dulu nafsunya di Eden begitu, sekrang pun hasratnya seperti itu. Tidak berubah!
Adinda sesungguhnya tengah diperebutkan dalam perang kosmik yang tiada tara, tak kasat mata. Peperangan yang tidak mengenal jalan tengah. You against me or you’re with me? Sebagaimana di Eden, pilihan ada di tangan Puan dan Tuan! (nsm)
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes. Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM |


