Alkitab jelas dan tegas mengatakan bahwa Taman Eden itu ada dan terletak di bumi! Taman itu persisnya terletak di Eden di sebelah Timur! Ada satu sungai yang mengalir dari Eden yang mengairi taman itu. Sungai ini sepertinya menjadi sumber kehidupan makhluk yang hidup di taman tersebut. Keberlangsungan makhluk tersebut bergantung sepenuhnya kepada supplly dari sungai yang misterius ini.
Sungai dari Eden tersebut, nampaknya terbagi menjadi 4 anak sungai setelah keluar dari taman tersebut. Sungai Tigris dan Efrat, dua dari 4 sungai itu. Sungai ini masih dikenal hingga sekarang yang terletak di Selatan Irak modern (Kejadian 2:8-14). Sedangkan dua sungai lainnya tak dikenal. Sehingga kemungkinan besar, lokasi taman tersebut takkan dapat ditentukan dengan pasti. Alternatif lain, ke 4 anak sungai tersebut adalah lambang dari Induk Sungai di taman Eden yang menjadi suber kehidupan ke arah 4 penjuru mata angin (artinya seluruh bumi).
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. (Kejadian 2:15)
Yang pasti, Taman Eden direncanakan secara khusus sebagai tempat makhluk yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. O… maksudnya? Begini! Manusia itu diciptakan cocoknya berdomisili di Taman Eden. Ibarat ikan mas, habitatnya air tawar. Bukan di tempat lain! Mengapa demikian? Arti katanya, ‘eden’ berarti senang, nikmat, bahagia yang dalam bahasa Yunani disebut firdaus. Sudah diduga, sejak awal kerinduan Allah yang terdalam adalah agar manusia itu bahagia dan senang selamanya. Tak ada niat secuilpun untuk mencelakakannya.
Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring. (Yesaya 51:3)
Padang gurun, padang belantara adalah lambang ketandusan. Itu simbol ketidaknyamanan dan penderitaan. Kemudian itu berubah menjadi kegirangan dan sukacita. Kok Bisa? Jika Allah hadir maka taman yang kering kerontangpun memjadi taman Eden. Maaf, maksudnya? Kehadiran TUHAN-lah yang membuat taman itu menjadi taman Eden! Jelas bukan?
Ooo, itu sebabnya taman itu juga disebut Taman TUHAN, ya? Mengapa? Tampaknya Dia sering berkunjung dan menginjakkan kaki-Nya di taman ini (Kejadian 3:8). Ups! Allah senang ‘leyeh-leyeh’ ke taman yang unik ini. Untuk apa? ’Engkau akan rindu kepada buatan tangan-Mu’ (Ayub 14:15). Yes, untuk memuaskan kerinduan-Nya! Siapakah yang dirindukan-Nya itu? Singa? Ikan Salmon? Bunga Mawar? Tentu manusia! Dan manusia itu dapat ditemukan di taman itu.
Singkatnya, taman ini menjadi destinasi favorite Allah kala bertandang ke bumi! Maaf, itu kan dulu? Ooo, tidak kawan! Allah masih mencari destinasi untuk Dia dapat leyeh-leyeh: ‘Karena mata TUHAN memperhatikan seluruh permukaan bumi, untuk mencari orang-orang yang hatinya sungguh tulus terhadap Dia,’ (2 Tawarikh 16:9). Moga Sahabat menjadi destinasi favorit Allah sehingga hidup kering kerontang berubah jadi taman Eden. Semoga!
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.
Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM |
Image by Hermann Schmider from Pixabay

