413. A Long War

Viewed : 399 views

Dari seri pertama (no 362. Dua Jalan) hingga seri minggu terakhir penutup tahun 2023 alias sudah 52 seri, pembaca telah disuguhi trailer di Taman Eden. Adegan singkat yang merubah sejarah peradaban manusia di muka bumi. Kejadian fundamental bagi keberlanjutan maksud dan tujuan-NYA bagi Adinda.

Taman Eden lokasi bertemunya alam maya dengan alam nyata. Dimensi langit (heaven, Iberani: samayim) bertegor sama dengan dimensi dunia/ Iberani: eres (Kejadian 3: 8). Eden merupakan rumah-NYA di bumi, tempat kediaman yang DIA pilih sendiri. Sang Raja berkenan diam di Taman Eden, dimana DIA berada di situ pula divine council hadir. Eden menyatukan langit dan bumi.

Eden bak titik nol sebagai tanda awal kehadiran Kerajaan-NYA di muka bumi. Wilayah pemerintahan yang kekuasaan dan aturan-NYA berjalan harmonis terlaksana. Headquarters pemerintahan-NYA, bak kantor kerja bagi pelaksanaan rencana-NYA bagi dunia.

Rencana-NYA sejak awal agar Adam Hawa meluaskan Taman Eden hingga mencakup seluruh dunia. Aroma Kerajaan-NYA tercium di mana-mana, setiap makhluk dapat mengecap sedapnya Taman Sorga. Kerinduan-NYA sejak semula, suasana kebatinan di bumi bak di langit alias sorga. Kerajaan langit akhirnya menjelma di seluruh dunia dengan Adam Hawa dan keturunannya menjadi pelaku utama.

Apa hendak dikata, ada pula pribadi di langit yang tidak suka dengan peran ataupun kehadiran Adam Hawa. Bagi umat Israel kuno, lambang si ular pas nian menggambar siapa si oknum itu. Sang kerub, penjaga utama tahta, bak paspampres yang membangkang mengikuti ego untuk berkuasa (Yehezkiel 28:14).

Makhluk dengan kehendak bebas, baik makhluk di bumi maupun yang ada di langit tentu ada kemungkinan menjadi bablas. Kemungkinan yang DIA sudah tahu bahkan sebelum segala sesuatu tercipta. Alih-alih manusia menggunakan kehendak bebas untuk mengikuti rencana-NYA, Adam Hawa tergoda mengikuti selera dunia.

Namun… aaahhh, tak tahulah! Daripada memulai lagi Adam Hawa versi ke 2, DIA lebih suka tetap dengan rencana semula. Paham betul, kalau kehendak bebas berpotensi membuat DIA sakit hati, namun DIA rela asal daku dan dikau hadir di bumi.

Sejak sekarang engkau dan perempuan ini akan saling bermusuhan; demikian pula keturunanmu dan keturunannya. Keturunannya akan menginjak dan meremukkan kepalamu, sedangkan engkau akan memagut dan meremukkan tumitnya.” (Kejadian 3:15 FAYH)

DIA belum selesai dengan manusia, drama Taman Eden bukanlah akhir segala-galanya. Ini fakta, Eden telah hilang entah ke mana. Bukan Kerajaan Langit yang menjelma, sebaliknya alam maut telah melingkupi seluruh dunia. Kematian merambat dengan cepat ke mana-mana. Kegelapan menyelimuti bumi, dunia ada dalam genggaman kerajaan maut, penguasa dunia (Yohanes 14:30).

Sebagaimana Adam Hawa bukanlah manusia pertama dan terakhir yang melawan titah-NYA, begitukah juga di alam sana? Sama seperti manusia-manusia berikutnya memberontak kepada DIA, mungkinkah si ular bukanlah yang pertama dan terakhir mbalelo?

Sedih mengetahui bahwa seperti pemberontakan manusia, juga ternyata itu terjadi di alam sana. Di langit dan bumi, pembangkangan juga sama-sama terjadi. Sikap melawan otoritas Sang Kuasa dari makhluk di kedua alam menjadi narasi isi Alkitab.

Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan? (Iberani 1:14)

DIA kukuh melanjutkan rencana semula untuk menghadirkan kerajaan-NYA di bumi melalui dikau yang loyal kepada-NYA. Dikau tidak sendirian, roh-roh yang setia juga turut serta berperan menghadirkan rencana-NYA.

Alhasil, dikau dan makhluk dari alam sana yang taat tidak akan habis-habis berperang untuk menghadirkan kerajaan-NYA di bumi. Sebaliknya insan yang menolak otoritas ilahi mendapat dukungan dari si ular and his gang juga siap menghadang. Ini perang semesta, pertikaian habis-habisan, a long war, dalam diri setiap insan, tak ada terkecuali.

Taman Eden barulah awal… (nsm).

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments