Sahabat! Ingatlah bahwa nabi Musa-lah, tentu dengan ilham Roh Kudus, menulis pasal 1 dan 2 kitab Kejadian. Seakan-akan dia hadir dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri. Dia menyaksikan saat-saat Allah sibuk menciptakan alam semesta. Dunia yang terlihat maupun tak kasat mata, dan manusia. Serta tak kalah pentingnya menciptakan ‘waktu’. Cobalah bayangkan bagaimana sulitnya Musa menceriterakan…