382. Genderang Perang

Viewed : 343 views

Selamat datang di dunia! Alam nyata tempat daku dan dikau ada. Negeri fana yang semua bersifat sementara. Sudah kodratnya, hidup di bumi penuh dengan derita, nestapa, dan akhirnya good bye selama-lamanya. Tiada yang abadi di bawah matahari, akhirnya semua yang bernyawa akan pergi.

Kesalahan yang begitu sederhana, namun menjadi cikal bakal malapeta. Adegan tidak seberapa, namun menyebabkan drama berseri tidak ada putus-putusnya. Seakan-akan hanya tindakan sejengkal, siapa sangka itu berakibat fatal karena menentukan nasibku hingga kekal.

Siapakah yang tidak iba kepada Hawa? Tokoh utama dalam cerita. Simpati patut ditujukan kepadanya, wanita polos nan bersahaja. Begitu mudah dia terperana dengan bujuk rayu melawan titah Sang Pencipta.

Apa daya, ke mana harus bertanya, mengeluh kepada siapa kalau fakta dahulu kala sudah menjadi nyata di hidup Adinda! Cerita sudah menjelma, daku dan dikau tidak dapat lagi lari dari imbasnya. Hawa (dan Adam) sudah bersikap, tindakan yang berakibat dunia ada di bawah kendali ‘si tukang sulap’, si kerub yang jumawa!

Kita tahu bahwa kita berasal dari Allah, dan seluruh dunia berada dalam kuasa si Jahat. (1 Yohanes 5:19 AYT)

Selamat datang di dunia! Tanah perantau yang berada di bawah penguasa dunia (Yohanes 14:30). Tidak peduli, entah dikau berkata: ’Tidak!’ Atau daku menolak, sikap yang mana pun sama saja. Adinda tidak dapat tidak pasti berada di bawah kuasa si jahat, bayang-bayang maut yang senantiasa siap menyergap.

Sebegitu seriusnyakah trailer Kejadian pasal tiga? Sampai-sampai rasanya Sang Kuasa pun tidak berdaya, layaknya bertekuk lutut ‘di sudut kerling wanita!’ Daku tidak tahu, mungkin juga dikau akan angkat bahu.

Mengapa DIA diam seribu bahasa dan membiarkan Hawa dikadali mentah-mentah di hadapan-NYA? Siapakah yang tidak gregetan, apalagi duduk tenang, jika jagoannya dipencundangi di depan mata? Daku tidak tahu, mungkin juga dikau akan angkat bahu.

Ke mana sajakah DIA? Kok merelakan Hawa terpedaya. Membiarkan pertandingan head to head di Taman Sorga. Menyerahkan keberhasilan rencana-NYA di bumi dipertaruhkan di tangan seorang wanita sahaja. Daku tidak tahu, mungkin juga dikau akan angkat bahu.

Ataukah drama Kejadian pasal 3 bukanlah akhir dari sebuah cerita?

I’m declaring war between you and the Woman, between your offspring and hers. He’ll wound your head, you’ll wound his heel.” (Kejadian 3:15 the Message)

Sebaliknya dari berpangku tangan, DIA mengangkat panji perang! Deklarasi konflik frontal antar warga Kerajaan Sorga (KS) dengan warga Kerajaan Maut. Ini pertikaian habis-habisan, konfrontasi berdarah-darah sepanjang sejarah. Permusuhan berkepanjangan hingga maut menjelang.

Genderang perang telah ditabuh, perseteruan semesta yang menimpa anak-anak Adam. Tidak ada yang terkecuali, daku dan dikau pun turut serta dalam perseteruan di alam kodrati. Tidak ada yang berdiri di tengah-tengah, daku harus ambil sikap di pihak sini atau ke sebelah.

Perdamaian bukanlah solusi, jika pihak lawan hanya berkeinginan menghabisi. Berbeda dengan catatan sejarah, ini peperangan tidak kasat mata. Tidak ada batas, tak kenal wilayah, ini pertempuran dari segala arah. Ini bentrokan yang tidak ada istilah gencatan senjata, diam berarti mati!

Permusuhan ini tidak kenal waktu, si ular keinginannya hanya satu, merebut hatiku dan juga hatimu (2 Korintus 11:3)! Taktiknya dengan bujuk rayu. Bukankah begitu strateginya di Taman itu? Tergoda dari apa yang dilihat seterusnya turun ke kalbu.

Yang jelas ini bukan sendagurau. Bak di Taman itu, sekarang pun begitu. Mengapa DIA pasrah akan jadi tidaknya rencana-NYA di bumi bergantung kepada hatimu! Daku tidak tahu, mungkin juga dikau akan angkat bahu. Bagaimanapun, sekarang terserah hati Puan dan Tuan, sila ambil keputusan. Pilihan ada di tangan! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments