Kita Perlu Penyertaan dan Hikmat-Nya

Viewed : 517 views

Kejadian 32:7-8, 11
Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang-orangnya yang bersama-sama dengan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan untanya menjadi dua pasukan.
Sebab pikirnya: “Jika Esau datang menyerang pasukan yang satu, sehingga terpukul kalah, maka pasukan yang tinggal akan terluput.”
Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu dengan anak-anaknya.

Yakub sangat ketakutan ketika dia akan bertemu Esau. Dia ingat apa yang tidak baik yang telah dilakukannya terhadap Esau.

Untuk itu, Yakub membuat cara agar terluput dari ancaman Esau. Dia membuat taktik yang tentunya dia pikir itulah strategi yang baik dan ampuh.

Namun di atas strategi yang dibuat, Yakub sadar betul bahwa berserah diri kepada Tuhan adalah hal terbaik yang harus dilakukan. Sebaik apapun cara yang akan dilakukan, penyertaan Tuhan yang utama. Perlindungan dari Tuhan jaminan.

Kisah Yakub ini memberi pembelajaran bagi kita bahwa dalam semua hal perjalanan hidup ini, kita perlu rencana, penting strategi, butuh cara, dan harus kerja. Tapi di atas itu, kita butuh penyertaan Allah. Kita perlu hikmat-Nya.

Dalam menghadapi masa depan akan apa yang akan terjadi, mungkin ada ketakutan-ketakutan, ada rasa cemas dan bimbang. Ragu-ragu muncul. Seolah orang-orang tidak mengerti kita. Rasanya kita sendirian.

Mari kita buat rencana dan atur strategi hidup kita, namun kita diingatkan bahwa kita memiliki Tuhan dan kita milik-Nya. Berserahlah kepada Dia. Teruslah semakin dekat dengan Dia. Setelah itu; apa saja yang terbaik, tempuh dan lakukan.

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menolong, menjaga, menyertai, dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Mikhail Villegas on Unsplash

Comments

comments