381. Penguasa Dunia

Viewed : 475 views

Akibat fatal keputusan manusia pertama, manusia mental jauh dari Taman sorga. Hidup normal di dunia, semua pasti meninggal tidak ada yang sisa. Ini prinsip fundamental hidup di alam semesta, kebenaran esensial bagi semua makhluk yang bernyawa.

Tidak ada yang abadi, semua akan mati. Entah daku siap atau pun dikau ready, semua akan pergi. Begitulah nasib setiap insan yang hidup di bawah mentari. Jerit tangis tak henti-henti, penderitaan silih berganti.

Alam kematian itu nyata, dunia gelap gulita, itulah tujuan akhir makhluk fana. Alam kubur tempat para leluhur, menanti kedatangan sedulur. Adinda dibatasi oleh umur. Tidak ada yang bisa kabur, apalagi mundur, daku dan dikau pun jatah waktunya tidak bisa diulur-ulur.

Alam jauh di bawah bumi, tempat si ular menanti-nanti. Negeri supranatural yang tak berlokasi, tidak berdimensi, tidak dibatasi lebar apalagi tinggi. Lambang lingkungan yang terputus dari kehadiran hadirat Ilahi. Ke sanalah daku selangkah demi selangkah antri! Dan yang sudah pergi, maaf, tidak mungkin kembali.

Selamat datang di alam maut! Alam yang tidak pernah tutup, terlebih lagi berkata: ’cukup!’ Negeri kegelapan, di mana seberkas cahaya terang pun segelap berada di gua yang paling dalam. Suasana kacau balau, terdengar sana sini menggigau, lingkungan di balik bayang-bayang maut (Ayub 10: 21, 22).

Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. (Kejadian 3:14)

Ke eres si ular tercampak. Ke bumi, dunia orang mati, dia dibuang. Terbuang dari hadirat-NYA, dipecat dari paspampers, terusir dari anggota divine council. Dari angkasa (heaven), sorga, terbuang jauh ke bawah. Semua yang menggambarkan ke beradaannya-NYA, ke sebaliknya si ular ada. Dari penjaga Taman Sorga, diusir ke dunia.

Hidup dan makanan si ular, sekarang, terikat dengan dunia. Mungkinkah kata seumur hidup di ayat tersebut, memberi indikasi nasibnya sama dengan manusia, terbatas? Dari immortal menjadi mortal, dari kekal menjadi sekelebat (Mazmur 82:7).

Demikianlah Allah mengusir dia. Dan di sebelah timur Taman Eden itu Allah menempatkan kerub-kerub yang memegang pedang yang bernyala-nyala untuk menjaga pintu masuk menuju Pohon Kehidupan. (Kejadian 3:24 FAYH)

Adam Hawa dengan berat hati harus meninggalkan Sumber Hidup, dipaksa menjauh oleh kerub-kerub. Kaki terasa berat melangkah, berdua gagap tidak tahu arah. Sambil menoleh ke belakang, pedang bersinar-sinar pun semakin jauh semakin tidak kelihatan. ’Selamat datang di dunia yang bukan Taman Eden!’

Taman Sorga telah raib, entah ke mana hilang secara gaib. Suasana sorga tidak dapat dirasakan lagi, aroma amis bau darahlah yang tercium di sana sini. Pertikaian menjadi makanan sehari-hari, bak itu pekerjaan utama si ular di bumi (Yohanes 8:44).

Bukannya Taman Sorga yang meluas mencakup seluruh bumi, malahan peenguasa dunialah yang sekarang pegang kendali. Di titik ini, rencana-NYA bagi bumi bak terlanjur basi. Seakan-akan Sang Pencipta rela menyerahkan dunia ke tangan si ular yang sakit hati (Yohanes 12:31).

Niat awalnya menjebak Hawa sebagai jalan merebut posisi tertinggi, tidak disangka dia terhempas ke bumi, dunia orang mati. Namun, imbas kemenangannya menimpa manusia turun temurun.

Penguasa dunia, raja alam maut, dunia kegelapan yang daku dan mungkin juga dikau merasa takut (Iberani 2:15). Hingga seri ini, seakan-akan DIA biarkan alam maut berjaya. Daku dan juga dikau, tidak ada yang dapat luput dari sengatnya (1 Korintus 15:55-56).

Gagalkah rencana-NYA meng-eden-kan bumi? Ataukah ada strategi-NYA yang tersembunyi? Sebagaimana pilihan manusia pertama kali, begitulah kini. Cepat – lambatnya perwujudan sorga di bumi, bergantung kepada pilihan hati (2 Petrus 3:12). Sila Puan Tuan ambil keputusan. Pilihan ada di tangan. (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments