466. Table of Nations

Viewed : 254 views

Jika saja dikau membaca kitab Kejadian pasal 1 hingga ke 11 dengan sekelebat, bisa jadi dikau akan sampai kepada pendapat! Bahwa trailer-nya singkat-singkat, narasinya padat, latar belakang kisahnya tidak cukup lengkap, apalagi bagi jiwa yang ingin semuanya serba akurat!

Kesebelas pasal pertama laksana prolog dramatis, kisah pembuka bagi stori yang jauh lebih dahsyat nan tragis. Sadar atau tidak, bagian lain dari isi Alkitab beranjak dari narasi pemberontakan makhluk adi kodrati ini. Dan sejatinya, kisah ini belum jua menemui akhirnya, bahkan terus bergulir hingga kini!

The first rebellion dalam Kejadian 3 yang segera disusul the second rebellion di pasal 6 sesungguhnya bukanlah sekadar kisah-kisah pelengkap penyerta, sebaliknya! Drama ini beserta the third rebellion menjadi alasan satu-satunya narasi keseluruhan kandungan Alkitab ada. Kesebelas pasal pertama kitab Kejadian menjadi semacam akar permasalahan yang penyelesaiannya membutuhkan sekitar 1.000an pasal berikutnya!

Setiap peristiwa di seribuan pasal itu, langsung ataupun tidak langsung dapat ditarik kembali sebab musababnya ke akibat pemberontakan tersebut. Walau ke 3 perlawanan sudah lama berselang, namun jejak akibatnya terasa di sepanjang zaman hingga sekarang sampai masa yang akan datang. Pembangkangannya terhadap rencana YHWH semakin ke sini justru semakin nyata telah merasuki semua lini kehidupan.

“Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama-sama dengan isterimu serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu; (Kejadian 8:16)

Selepas Nuh dan keluarga dapat bernapas lega, kitab Kejadian tidak berlama-lama mengisahkan riwayat keturunan ke tiga putra nabi Nuh, Sem, Ham, dan Yapet. Ada 70 kaum atau bangsa yang diturunkan dari ke tiga bersaudara (Kejadian 10). Wajarlah jikalau di kemudian hari Kejadian pasal 10 dikenal sebagai pasal table of nations.

Bagi pembaca Alkitab, angka 70 cukup familiar dengan makna magis! Bukan hanya sekadar bilangan, namun ada makna yang jauh dari seputar jumlah! Kadangkala angka itu berarti lengkap, komplit. Dengan kata lain, daftar 70 keturunan itu sebagai lambang ataupun ingin menunjukkan sebagai perwakilan lengkap dari suku, bahasa, kaum, dan bangsa yang kelak di kemudian hari akan terbentuk (Wahyu 5:9). Tidak ada suku yang terlepas dari perwakilan ke 70 keturunan tersebut.

Itulah segala kaum anak-anak Nuh menurut keturunan mereka, menurut bangsa mereka. Dan dari mereka itulah berpencar bangsa-bangsa di bumi setelah air bah itu. (Kejadian 10:32)

Pembaca Budiman!

Jika demikian adanya, maka suku Karo, Jawa, Minangkabau, Madura, Bugis, hingga Asmat di Papua serta ratusan lagi yang lainnya cikal bakalnya berasal dari narasi table of nations tersebut! Ini juga ibarat si Ali, Butet, turang, mas, uda, mbak, ci hingga cak semuanya adalah keturunan dari bapa leluhur, Adam. Jika individu merujuk ke Adam, demikian pula kalau menyangkut kelompok ataupun suku ke daftar bangsa-bangsa itu.

Sikap dan status daku di hadapan YHWH terwakili dengan pilihan Adam Hawa di Taman Sorga. Dikau pun tidak lagi dapat lari, sudah terikat denga peristiwa di Eden, the first rebellion. Ini bukan perkara mau atau tidak mau, namun fakta kehidupan di bumi. Begitu daku terlahir di dunia, begitu pula langsung statusku terkait dengan drama yang terjadi di Taman Eden. Ini bukan lagi pilihan, namun bawaan sebagai keturunan langsung dari Adam!

Pola yang sama juga berlaku sebagai kelompok sosial ataupun bangsa-bangsa. Jika di Eden menyangkut individu, maka peristiwa Menara Babel di pasal 11 kitab Kejadian akan berkaitan dengan suku-suku!

Setelah melibas peradaban, babak baru sejarah dimulai lagi dengan Nuh dan keluarganya. Akankah rencana orisinil-NYA dengan menyelamatkan Nuh akan membuahkan hasil? Menara Babel menjadi trailer pamungkasnya! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments