450. Penguasa Dunia

Viewed : 295 views

Selama ini, daku hanya familiar dengan drama di Taman Eden dalam kitab Kejadian pasal ke tiga. Bagaimana kefanaan memasuki dunia melalui ketidaktaatan Adam Hawa. Akibatnya, semua keturunan Adam, tidak ada yang terkecuali, telah berada dalam cengkraman hukuman (Roma 3:23).

Satu orang melawan perintah YHWH, semua keturunan kena getahnya (Roma 5:12). Dari genarasi pertama hingga keturunan selanjutnya, dari purba hingga kini, bahkan sampai nanti semua merasakan akibatnya. Takdir sudah dipastikan, semua keturunan Adam akan berjumpa dengan kematian (Iberani 9:27)!

Bagaimana dengan nasib tokoh utamanya, si ular?

Alih-alih ambisinya terbang tinggi untuk menyamakan diri dengan Sang Maha Tinggi, ke dunia orang mati, lubang kubur, dia tercebur (Yesaya 14:13-15; Yehezkiel 28:2). Si ular, si kerub-sang penjaga tahta YHWH, sebagai salah satu makhluk adikodrati akhir riwayatnya akan juga mati seperti layaknya insani (Yehezkiel 28:8).

Wajar sekali bila si ular menjadi lurahnya dunia orang mati. Mengapa? Karena dia-lah yang pertama kali membawa alam kematian ke dunia insani. Dia terlempar ke bumi (Yesaya 14:12), kelak dia mendapat julukan sebagai penguasa bumi (Yohanes 14: 30).

Sebagai penguasa dunia (Yohanes 12:31), dialah raja dunia! Tidak ada wilayah di bawah matahari yang tidak berada dalam genggamannya (1 Yohanes 5:19). Semua ada dalam penguasaanya, tidak ada manusia yang tidak dapat dipengaruhinya.

Dari kawasan holy land, yang disakralkan, ruang konsistori gereja sebagai tempat persiapan ibadah mingguan, ataupun di area di sekitar mimbar yang dianggap suci, hingga di sudut-sudut remang nan gelap ibu kota di negeri ini, dia dapat hadir di mana saja dikehendaki. Dari negara super power, negara berkembang, hingga negara-negara underdeveloped semua menjadi potensial alat di tangganya!

Dari Adam Hawa, raja Saul, raja Daud, bahkan hingga Mesias, Raja dia atas segala raja, pun tidak luput dari godaannya (Matius 4:1). Dari rasul Paulus (2 Korintus 12:7), tak terkecuali hamba-hamba Tuhan ternama, pekerja-pekerja rohani yang handal, apalagi daku sebagai manusia biasa, semua bisa kena ‘sengatnya.’ Tidak ada yang imun, karena dia-lah penguasa tunggal dunia. Alam di bawah matahari adalah wilayah otoritasnya.

Prestasi nan gemilang! Luar biasa prestasi si ular di Taman Nirwana! Dia berhasil mendatangkan kematian bagi setiap insan. Peradaban, sejak hari pertama sejarah manusia, hingga di era AI (Artificial Intelligence) bahkan selama bersinar sang surya, semua berada di bawah aturannya. Kerajaan sang ular menguasai dimensi bumi, keberadaannya tak terlihat namun pengaruhnya terasa di semua lini!

Sekudus Adam Hawa saja tertipu, strategi si ular memang sangat jitu! Setelah ribuan masa berlalu, wajar dia mendapat julukan sebagai bapa segala tipa-tipu. Apakah tujuan akhirnya? Tidak lain dan tidak bukan, untuk mendorong dengan segala kemungkinan agar daku dan dikau, saudara bersaudara, negara dengan negara, suku dengan suku, bahkan antar pemeluk agama untuk saling bunuh membunuh (Yohanes 8:44).

Lihat sekeliling, dengarkan berita, simak CNN, bukankah strategi jitu si ular dapat dikatakan sukses? Semakin canggih teknologi perang, semakin berkembang pula cara nyawa melayang. Dari senjata tombak membunuh satu lawan, hingga di era sekarang, hanya sekali tekan tombol penduduk satu kota dapat hilang. Sekelebat jutaan nyawa terbang.

Lalu bagaimana dengan trailer Kejadian 6:1-4? Jika akibat si ular sendirian saja sudah begitu buruk, bagaimanakah dampak segerombolan anak-anak Allah yang memberontak? (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments