“Adinda bukan sekadar makhluk yang tercipta, melainkan insan yang dirindukan hadir untuk larut kedalam sedapnya madu koinonia Sang BAPA-ANAK.” Tiada yang tahu; misteri ini akan selamanya terkunci, menjadi satu rahasia purba yang tersembunyi abadi di kedalaman diri Sang ILAHI! Andai DIA tidak melabuhkan seuntai isyarat, niscaya maksud keberadaanku hanyalah tanda tanya pekat yang terus menghimpit…
Tag: YHWH
489. Labirin Kehidupan
Di Babel, peradaban menceraikan diri dari YHWH, bersikeras menapak jejaknya sendiri. Bukannya meninggikan Nama-NYA, manusia justru bersiteguh meraih nama demi kemuliaan diri (Kejadian 11:4). Maka berdirilah menara, bukan sekadar batu dan bata, melainkan kesombongan yang hendak menyentuh langit tempat DIA bertahta. Ambisi kesetaraan itu telah bersemayam dalam hati si ular sejak di Taman Surga (Yesaya…
487. Sekularisme
Dalam cakrawala makna dan tujuan hidup, pemberontakan Babel menjelma sebagai luka purba yang membekas dalam sejarah kemanusiaan. Gaungnya tak berhenti di dataran Babel, melainkan terus merambat kian kemari sehingga peradaban terasa semakin membandel. Pada era inilah manusia, dengan kesadaran penuh, mengerahkan kehendak bebasnya untuk melepaskan diri dari YHWH. Pilihan ini diteguhkan oleh semangat kebersamaan yang…
486. Menulis Ulang!
Kejadian pasal 11 ayat 1 hingga 4 memang tampak singkat, namun memuat pesan teologis yang padat. Peristiwa Babel menjadi titik balik peradaban—saat manusia mulai menempuh jalan kemandirian, berusaha melepaskan diri dari kebergantungan kepada Sang Pencipta. Di kota Babel-lah untuk pertama kalinya umat manusia sepakat bersatu, terang-terangan bangkit melawan Sang Batukarang. Dengan kemajuan daya pikir dan…
484. Cerai!
Keputusan YHWH menyerahkan umat manusia kepada hasrat hati mereka menjadi titik balik terputusnya relasi peradaban dengan Sang Pencipta. Seolah manusia tak lagi mampu menahan diri, ambisi membara untuk hidup lepas dari tuntunan-Nya pun meledak tak terhindari. Menara Babel pun menjelma menjadi icon deklarasi makhluk ciptaan yang memilih mandiri! Peristiwa Babel dalam Perjanjian Lama dapat dimaknai…
478. Tempat Perhentian
Peristiwa Perjamuan Kawin Anak Domba (Wahyu 19:9) bagaikan jendela yang terbuka untuk mengintip apa yang ada di balik cakrawala. Rahasia kosmis yang selama ini terbungkus dalam alam gaib. Misteri kehidupan yang tersembunyi dalam keheningan sejarah, kini tersingkap di hadapan kekasih hati-NYA (Kolese 1:26). Keberadaan bukan sekadar menjadi ada. Adinda ada itu sebagai pantulan dari kehendak…
476. Loyalitas!
Silakan anggap narasi ini sebagai legenda semata, atau sekadar rangkaian kebetulan. Namun yang pasti, drama kolosal ini tak tunduk pada aturan logika. Kisahnya berkelok, merajut alam maya dengan dimensi dunia. Bagi jiwa yang terpikat oleh Sang Kekasih, petualangan ini menggiring sukma ke batas yang tak terpikirkan. Sang Putra BAPA akhirnya menemukan jodoh, kekasih hati-NYA! Dalam…
474. Happy Ending
Relasi unik insan dengan Sang Pencipta yang dilukiskan dalam Alkitab, seumpama hubungan cinta sepasang kekasih yang tengah memadu asmara. DIA tanpa ragu mengungkapkan Adinda sebagai tunangan-NYA—tunangan yang dengan iling lan waspada menantikan Sang Kekasih datang menjemputnya (2 Korintus 11:2). Gambaran tentang kewaspadaan dan menjaga diri dengan saksama dilukiskan dengan apik dalam perumpamaan Gadis-gadis yang bijaksana…
472. Utama dan Pertama
Secara keturunan, dapat dikatakan bahwa Allah memulai kembali sebuah babak baru peradaban setelah bencana air bah. Kisah keturunan dari sepasang insan yang terusir dari Taman Eden pun telah berakhir, Adam dan generasi berikutnya telah lenyap dari muka bumi. Berdasarkan tugas yang diemban, boleh juga disebut Adam dan Hawa mengalami kegagalan total dalam menggenapi apa yang…
471. Lupa Waktu
Entahlah, aku pun tidak tahu, mengapa begitu? Mengapa YHWH mau mengikatkan diri-NYA dengan manusia melalui sebuah janji? Apa manfaatnya bagi Sang Kuasa untuk berkomitmen kepada makhluk yang penuh dengan cacat cela? Sudah jelas manusia tidak dapat dipercaya—sebentar mengakui salah, lalu kembali berbuat gegabah. Betul saja! Seiring bertambahnya anak-cucu Adam, bumi pun semakin kelam. Kejahatan merajalela,…
470. Harga Mati
Masih segudang hal yang belum kupahami tentang YHWH. Namun, yang satu ini benar-benar sulit dimengerti! Ini di luar logika—tak masuk akal manusia. Hanya bisa didekati lewat getaran nada-nada cinta: suara sunyi nurani, bisikan lembut hati yang nyaris sirna. Ketika hati terbungkam, akal pun mengambil alih kendali. Jadi, tatkala logika menemui jalan buntu, cobalah dengarkan suara…
469. Penghapus Rindu
Secara kasat mata, bolehlah dikatakan YHWH telah gagal melaksanakan impian-NYA melalui Adam dan keturunannya. Keinginann-NYA menghadirkan aroma gaharu di seluruh muka bumi seakan-akan gugur disapu oleh pilihan yang terburu-buru. Adam Hawa termakan bujuk rayu, dari pada Sang Pencipta mereka lebih memilih si ular sebagai teman pembunuh rindu! Entahlah, aku tak tahu pasti, tetapi patut diduga!…