474. Happy Ending

Viewed : 339 views

Relasi unik insan dengan Sang Pencipta yang dilukiskan dalam Alkitab, seumpama hubungan cinta sepasang kekasih yang tengah memadu asmara. DIA tanpa ragu mengungkapkan Adinda sebagai tunangan-NYA—tunangan yang dengan iling lan waspada menantikan Sang Kekasih datang menjemputnya (2 Korintus 11:2).

Gambaran tentang kewaspadaan dan menjaga diri dengan saksama dilukiskan dengan apik dalam perumpamaan Gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh (Matius 25:1-13). Meski sebagai tunangan-NYA, mereka tetap tidak tahu kapan Sang Mempelai akan menjemputnya—mungkin esok, sebulan lagi, atau saat bulan purnama kembali muncul. Tidak ada yang tahu.

Dalam tradisi Yahudi, seorang gadis yang telah bertunangan akan dipingit, menanti saat mempelai pria menjemputnya untuk dibawa ke keluarganya dan merayakan pesta perkawinan. Gadis itu dikurung, tidak diperbolehkan pergi ke mana-mana, agar siap dijemput. Selama sekitar dua minggu setelah pertunangan, mempelai pria dapat datang secara tiba-tiba kapan saja bersama rombongannya.

Alkitab dengan lugas melukiskan akhir dari drama pertunangan ini. Bagi Anda yang mungkin termasuk tipe pembaca last-page reader—yang ingin segera tahu apakah kisah romantis ini berakhir dengan happy ending atau justru tragic ending tanpa memperhatikan detailnya—bagian berikut mungkin dapat membantu.

Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. (Wahyu 19:7)

Yes! Puncak dari drama setelah berakhirnya peradaban adalah Pesta Perkawinan Anak Domba Allah! Ini semacam perayaan besar-besaran, seperti saat anak tunggal penerus marga mendapatkan jodoh impal/paribannya atau anak om dari pihak ibu dalam tradisi adat Karo!

Kesukacitaan tujuh hari tujuh malam—siang dan malam, hidangan tak henti-henti disajikan, diiringi musik penuh keriangan. Semua keluarga dan handai tolan diundang, seluruh kampung turut memeriahkan. Tarian elok nan gemulai dipertontonkan, semua undangan ikut bergoyang. Lupa sakit, hilang air mata—semua bersukacita melihat Anak Domba Allah, yang telah disembelih, kini siap duduk di pelaminan!

DIA menang! Maut telah dikalahkan. Namun sayangnya, kemenangan ini belum sepenuhnya menjadi kenyataan!

Drama romantis ini tampak berakhir dengan happy ending—pesta besar, karena yang YHWH rindukan sejak semula akhirnya terwujud! Namun, jalan menuju ke sana penuh lika-liku, tragis, dan sarat tangisan air mata, bahkan hingga mencucurkan keringat darah!

Kisah cinta-NYA yang pertama di Taman Eden berakhir dengan duka. Seakan harapan-NYA yang begitu tinggi kepada manusia sirna. DIA harus berpisah dengan kekasih hati karena insan memilih kekasih lain. Walau terasa berat, namun bagaimana mungkin tinggal serumah dengan yang tidak menginginkanmu? (Kejadian 3:23-24)

Drama cinta-NYA yang kedua tak kalah pilu. Generasi Adam berikutnya tak berbeda dari leluhurnya. Perangai mereka menyiksa hati-NYA—duka, perih, karena semuanya berbuat jahat di mata-NYA (Kejadian 6:6-7).

Kali ini, bukan hanya manusia—makhluk dari alam sana pun turut menghina-NYA (Kejadian 6:1-2; Yudas 1:6; 2 Petrus 2:4-5). DIA begitu berduka, hati-NYA terluka. Tak ada lagi yang mau menyapa, kecuali the one and only, Nuh yang sederhana.

Drama cinta ini masih berlangsung—setiap manusia yang terlahir menjadi lakonnya. Daku dan dikau memegang peran utama dalam kisah ini. Tak ada figuran; semua berperan menentukan kapan cerita The End! Meski adegan akhirnya telah ditakdirkan, tetapi jalan menuju ke sana tetap bergantung pada pilihan Anda.

Panjang atau pendeknya cerita bergantung pada sikap Adinda dalam mencintai-NYA (2 Petrus 3:11-12). Jangan merasa tak berarti—karena justru Andalah yang menentukan bila mana happy ending itu akan terjadi.

Aaahhh! Walau demikian, Puan dan Tuan ada kebebasan memilih tunangan. Apa pun yang menjadi keputusan sukma, tangan-NYA tetap terbuka untuk senantiasa siap memeluk, kapan pun Adinda kembali ke cinta pertama! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments