Yesus “Marah” Kepada Petrus

Viewed : 420 views

Markus 8:31-33
Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.
Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.
Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Sekali waktu Yesus “marah” kepada Petrus, sebab ketika Yesus menyatakan penderitaan yang akan dialami-Nya, Petrus menyela. Alkitab menuliskan Petrus menegur Yesus.

Mengapa Petrus berani menegur Yesus?
Siapa Petrus?

Persoalannya bukan siapa Petrus, tetapi yang menjadi masalah adalah Petrus tidak percaya dan mengatakan bahwa apa yang dinubuatkan tentang penderitaan Yesus tidak perlu terjadi. Seakan Petrus menginginkan bahwa nubuat tentang derita yang akan dialami Yesus dihapuskan dan dibatalkan.

Ini menjadi masalah besar karena pernyataan Petrus mengisyaratkan bahwa nubuat Alkitab tidak perlu digenapi. Ide ini tentu bukan kehendak Allah, sampai-sampai Yesus marah dengan mengatakan, “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Markus 8:33).

Masalahnya dalam hal ini adalah: Petrus masih kurang mengenal Yesus selama ini. Petrus kurang mengerti bahwa Kristus datang untuk menggenapi seluruh nubuat Kitab Suci.

Kita juga dapat saja seperti Petrus. Sudah sekian lama menjadi orang Kristen, namun masih saja kurang memahami untuk apa Dia datang. Akibatnya kita tidak berada dalam pikiran Allah. Kita berjalan dengan pikiran kita. Meski kita tidak langsung ditegur keras oleh Yesus seperti kepada Petrus, namun kita perlu waspada.

Kenallah Yesus dan ikutilah jalanNya apapun harganya! Teladan yang baik dari Petrus adalah: meskipun dia ditegur keras oleh Yesus, tapi dia tidak mundur dan tidak memberontak. Sejarah mencatat bahwa Petrus di kemudian hari berubah menakjubkan menjadi rasul yang setia.

Bagaimana dengan kita ?

Kenallah Yesus dan setialah terhadap panggilanNya!

Hosea 6:3
Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.

Selamat bekerja.
Selamat belajar.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita.
Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using Llama 4 on Meta AI

Comments

comments