54. ‘Cinta Samsak’

Viewed : 937 views

Ooo cinta! Cinta memang misterius. Bagaimanakah dapat mampu memahaminya? Itu di luar nalar manusiawi. Cinta tak bisa dikaji secara matematis. Akan tetapi, siapa yang ‘kena’ panahnya, cinta itu nyata senyata pembuluh darah vena di leher. Tidak ada rumusan ataupun urutan yang harus dilakukan agar bertemu cinta. Cinta sering kali datangnya tak terduga. Ia dapat muncul kapan saja dan dari mana saja. Hati yang telah tersentuh ‘cinta ilahi’ (Divine Love), dapat melihat misteri itu di dunia sekitarnya.

Tetapi mereka memperdaya Dia dengan mulut mereka, dan dengan lidahnya mereka membohongi Dia. (Mazmur 78:36)

Mazmur 78 adalah suatu kidung pujian dari bani Asaf. Dalam sa’ir itu terselubung ungkupan hati Allah. Cetusan hati-NYA. Dia diperdaya? Allah tertipu? Allah dikelabui? Bagaimana mungkin Allah yang Serba Maha, membiarkan dirinya di’bully’ oleh makhluk ciptaan yang fana? Allah seakan-akan seperti seorang boss yang, maaf, lugu, polos, dan mudah dikadali.

Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, (Mazmur 103:10, sila baca juga ayat 11-13)

Wow wow wow. Kayaknya, seperti ada kuasa lain yang menahan keadilan, kemahakuasaan, dan murka Sang Pencipta. Kuasa itulah yang agak-agaknya, mengendalikan atribut ‘Maha’ Allah yang lainnya. Cinta Ilahi itulah yang membuat Adam dan Hawa terluput dari pemusnahan. Tak ada kuasa yang lebih besar di bawah jagad raya ini sekuat kuasa Cinta Ilahi. Dan Allah itu sendirilah Sang Cinta itu (1 Yohanes 4:8).

Tetapi dia [Yesus] tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia [Yesus] diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-nya [Yesus], dan oleh bilur-bilur-nya[Yesus] kita menjadi sembuh. (Yesaya 53:5)

Ups! Cinta Ilahi itu asing dan tak wajar alias aneh. O maaf, maksudmya? Cinta ini tak seperti yang dikenal manusia. Orang lain yang salah, dia yang menanggung. Wah wah awah! Itu bagai Samudera. Seluruh sampah dan kotoran semua mengalir lewat sungai-sungai menuju Samudera. Ya, samudera menjadi tong sampah. Kok gitu? Yes, karena samudera, maka ada siklus hidrologi yang melahirkan awan. Dan kemudian terjadi hujan. Itulah yang memungkinkan di bumi ada kehidupan. Cinta ini selalu memikirkan dan bertindak untuk kebaikan. Serta Sang Cinta rela menanggung kesalahan mereka dengan diri-Nya sebagai korban. Bolehlah dikata cinta seperti ini sejenis cinta ’Self-Sacrificing Love’ (cinta yang mengorbankan diri sendiri). Ibarat samsak tinju! Dipukul bertubi-tubi dan berulang-ulang kali. Namun dia diam dan tak bergeming serta tak melawan, seperti tak peduli. Samsak mengorbankan diri demi sang petinju berprestasi. Cinta Ilahi layaknya seperti samsak yang dipukuli. Diperdaya, dikibuli, disakiti. Dan Dia diam! Sebaliknya! Dia menyediakan matahari dan udara agar mereka yang menipu-Nya dapat hidup nyaman. Cinta Samsak? Aaahhh. Aku masih jauh. Moga cinta Sahabat sudah mendekati samsak.

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM

Image by Сергей Горбачев from Pixabay

Comments

comments