Begitu indah Taman Sorga. Taman manusia pertama berada. Sejoli berkasih mesra. Dunia terasa milik berdua. Segala yang dikau butuhkan tersedia. Semuanya ada. Beratap langit. Berhiaskan pelangi. Berlampukan taburan bintang. Manusia harmonis dengan lingkungan. Tak ada penyakit. Tak ada serangga mengigit. Pagi merekah. Berkat melimpah. Mentari menyambut hangat. Siulan burung Nuri menyapa. Inilah sorga di dunia….
Category: Cinta
139. ’Cinta Liar’
Kisahnya hanya beberapa baris. Pasal-pasal pertama di kitab Genesis. Tentang sejoli yang romantis. Kisah bak sinetron selibritis. Siapa nyana? Ribuan buku ditulis. Tak terbilang terbit tesis. Uraian tak habis-habis. Debat panjang yang tak pernah finis. Sila kritis! Sayang! Tak sedikit yang menjadi apatis. Geram dan berkata: ‘Itu tidak logis!’ Akhirnya, cenderumg ke arah ateis. Dan,…
138. ’Pilihan Hati’
Sulit dimengerti. Tak dapat dipahami. Dia ciptakan manusia agar mencintai Sang Ilahi. Namun membiarkan dikau dan aku tentukan pilihan sendiri. Memenuhi semua kebutuhan mereka di taman Sorgawi. Lantas? Dia pergi! Seakan-akan Dia sembunyi. Berdiam diri. Menahan hati. Tak peduli? Ataukah ‘deg-degan’ menanti pilihan hati? Membiarkan pilihan cinta di tanganmu sendiri. Bagaimana ini? Cinta seperti itukah…
137. ’Resiko Cinta’
Hakekat Allah adalah kasih. Adam dan Hawa tercipta karena cinta. Saudara ada juga karena cinta-Nya. Tak ada sesuatupun yang ada di luar cinta-Nya. Segala sesuatu ada dari tiada. Karena cinta maka itu ada. Jadi, jauhlah dari kenyataan bahwa dikau tercipta karena kecelakaan. Tidaklah juga, dikau ada karena kebetulan. Bukan pula dikau ada tidak untuk apa-apa….
136. ‘Kena Hati-Nya’
Sahabat! Dunia sedang cepat berubah. Jangan gegabah. Dunia sedang dipenuhi berbagai informasi. Sikapi dengan jeli. Saatnya berpikir tangkas. Bertindak cerdas. Ingat! Semua bisa saja mengikuti. Sayang! Itu belum tentu kebenaran yang hakiki. Dewasa ini era keterbukaan. Semua dipertanyakan. Perioda ’sudah begitu dari dulu,’ disangsikan. Tak ada yang tabu untuk diragukan. Di dunia rohanipun tak terkecualikan….
135. ’Anthropomorphism’
Sahabat! Jangan lupa. Allah itu Sang Pencipta. Dia-lah sumber kehidupan. Lainnya makhluk ciptaan. Dia terpisah dari yang Dia jadikan. Allah sudah cukup dengan diri-Nya. Kemuliaan. Kehormatan. Kemegahan. Kejayaan-Nya. Itu semua tak bergantung kepada apapun dan siapapun. Entah dikau tawakal. Lainnya penyebar hoaxs kebencian. Dia tetap Allah. Tak terbatas. Berdaulat. Jaya. Berkuasa. Kekal abadi selama-lamanya. Inilah…
134. ’Cinta Tergadai’
‘Allah adalah kasih,’ kata Alkitab. Pernyataan singkat nan begitu mantap. Jejaknya ditemukan di seluruh 66 kitab. Bacalah seluruh kitab. Dikau akan lihat. Dalam setiap kisah romantika. Ceritera pelik keluarga. Tragedi jatuh bangun kerajaan. Puisi dan perumpamaan. Tersirat Sang Khalik merindukan cinta. Cinta dari manusia yang Dia cipta. ’Mainly, He wants to be loved.’ (Philip Yanccey:…
133. ’Imagine’
Gagasan bahwa Allah membatasi diri, zimsum, sulit dimengerti. Ide itu ada sebelum segala sesuatu terjadi. Bagaimana insan dapat memahami. Ini sulit sekali. Bumi belum ada. Matahari dan alam semesta masih tiada. Malaikat dan dunia tak kasat mata belum tercipta. Yang ada hanya Sang Ada. Tritunggal Yang Maha Kudus. Megah. Mulia. Cukup dengan diriNya Sendiri. Dia…
132. ’Zimsum’
Sahabat! Allah rela membatasi diri demi cinta. Ini gagasan di luar logika. Tindakan dengan resiko tak terkira. Tentu ini tak disukai manusia. Konsep tabu bagi kebanyakan umat percaya. Musuh setiap agama. Sang Khalik mengurung semua atribut (gelar) kemahaan-Nya (Maha Tahu, Maha Kuasa, dll) dalam cinta. Allah Maha Kuasa jadi papa tak berdaya. Yang jujur menderita….
131. ’Cinta Itu Pilihan’
Ooo cinta. Cinta memang tak mengikuti logika. Sulit untuk dianalisa. Dalam tak terduga. Mengapa Dia membiarkan Adam jalan sendiri? Mencari cinta pengisi lubang di hati? Dia rela menunggu Adam sadar sendiri. Apa sulitnya mengendalikan semuanya agar tak harus menanti? Cinta bagaimanakah yang Dia cari? Merelakan Adam pegang kendali atas niat hati. Mengapa Dia rela menanggung…
129. ’Ini Namanya Cinta’
Sahabat! Hentilah sejenak walau hanya sekelebat. Tinggalkan kesibukan kendati sesaat. Pekerjaan takkan pernah tamat. Hidup ini memang berat. Ingat, Sahabat butuh istirahat. Lihat! Apa yang terjadi di awal kisah manusia. Pada pasal-pasal pertama. Adam hidup sendiri di Taman Sorga. Berapa lama? ‘Aku tak tahu!’ Dalam menunggu, waktu terasa lama berlalu. Ini yang membuat terpaku! Allah…
128. ’Cinta Semu’
Walau narasinya terasa ‘aneh’, tapi ini bukan legenda. Lakonnya seperti dongeng. Ceriteranya bisa saja tidak logis. Apalagi romantis. Sejatinya, ini kisah nyata. Sejarah asal mula. Semua berawal di Taman Sorga. Selagi belum menjelma Hawa. Ketika Adam sendiri. Saat dia seorang diri. Sepi. Sunyi. Dan, dan, ya dan Allah mengakui! Ada yang ’tidak baik’ dengan hasil…