160.’Cinta Usang’

Sahabat! Ada yang mengatakan peristiwa di Eden sebagai tragedi kehidupan. Itu menjadi sumber bencana dalam peradaban. Akar dari segala kemalangan. Kesengsaraan. Kesusahan. Penderitaan. Tangisan. Kesalahpahaman. Perpecahan. Permusuhan. Peperangan. Sakit yang tak tersembuhkan. Yang unjung-ujungnya. Pada akhirnya. Semuanya akan menuju kematian! Itu tak terelakkan. Tak terhindarkan. Dunia orang mati tak akan pernah berkata: ‘Maaf, sudah cukup!…

159.’Cinta Memang Gila’

Nasi sudah jadi bubur. Waktu tak mungkin lagi diundur. Dikau dan aku tak bisa lagi kabur. Bukan hanya basah, semua telah tercebur. Sudah terlanjur. Di Eden, tarian hidup telah dimainkan. Ritme telah ditentukan. Semua sudah dalam ‘lumpur.’ Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati…

158.’Penggoda Cinta’

Sejatinya, cinta itu adalah pilihan. Cinta tumbuh mekar dalam kebebasan. Dia tak dapat dipaksakan. Cinta sering datang di luar kebiasaan. Sejujurnya, cinta itu kepercayaan. Setia walau kekasih tak kelihatan. Apa boleh buat. Pilihan telah bulat. Adam terperangkap dalam rayuan. Ia terjebak godaan. Ikuti bujukan. Cinta dikhianati. Tak setia kepada janji. Akibatnya tidak hanya kepada dia…

157.’Rayuan Maut’

Sahabat! Kisah ini sudah dari sejak purba kala. Riwayat terjadi di Taman Sorga. Tak ada yang sangka. Bagaimana itu bisa diduga. Kemana harus bertanya. Seumpamapun dikau ada di sana. Seandainya dikau dapat berbicara. Sila protes kepada Adam dan Hawa. Ayo yo yo, bersuara! Mengapa diam seribu bahasa? Kira-kira apa yang dikau akan kata? Hidup di…

156. ’The Lost Romance’

Terlalu sulit untuk dimengerti. Tak sampai akal budi untuk dapat memahami. Bagaimana mungkin Dia biarkan itu terjadi? Ibaratnya seperti Dia lepas kendali. Sang Cinta tutup mata dan membiarkan mau-mu sendiri. Seolah-olah Dia sembunyi. Seperti tak peduli apapun yang akan terjadi. Itu terjadi di taman sorga lagi! Kala belum ada iri. Apalagi dengki. Telah terjadi sakit…

155. ’The Lost Eden’

Taman Eden, taman sorga. Di taman itulah bersinggungan dimensi sorga dengan dunia. Sorga ada di dunia. Spiritual dan fisik terjalin menyatu sempurna. Tuhan dan Adam bertegor sapa. Sang Ilahi dan manusia saling tatap muka. Ooo, cinta terjalin mesra. Bahkan langkah kaki-Nya terdengar dan terasa. Cinta, sejatinya, adalah kebebasan. Mungkinkah itu sebabnya aku dan dikau bukan…

154. ’Rewrite The Story’

Setiap kita datang dari latarbelakang berbeda. Masing-masing menjadi dewasa dengan jalan unik dan istmewa. Kembarpun tidak sama. Tidak ada seorangpun sebelumnya dapat menduga. Tak ada yang dapat mereka-reka. Kelak kita akankah jadi apa? Mungkinkah semuanya sudah ditentukan? Apakah nasib keturunan Adam sudah dipastikan? Dan jalan hidup setiap insan sudahkah dituliskan? Entahlah! Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu,…

153. ’Pandora Box’

Sahabat! Dari sejak semula. Semenjak awal. Sebelum ada segala sesuatu yang tercipta. Original design. Manusia diciptakan untuk tinggal di Taman Eden, Taman Sorga. Itu maksud abadi Sang Ada (Efesus 3:11). Itulah rindu dendam-Nya. Keinginan dan kehendak-Nya yang terdalam. Cita-cita abadi-Nya, tak lain tak bukan, adalah untuk ‘bergandengan tangan’ dengan umat Adam. Bercengkrama sambil ngobrol ‘ngalur…

152. ’Selamat Datang Cinta!’

Sahabat! Sejatinya, aku dan dikau tercipta karena cinta. Sebab cinta-Nya, maka dari semula dikau didisain tinggal di taman Nirwana. Metabolisme dan fisiologi tubuh diciptakan tepat sesuai dengan atmosfir nirwana. Jadi, dari awal memang dikau itu cocoknya tinggal di taman sorga. Taman diciptakan khusus untuk dikau dan hamba. Taman semua serba ada. Bekerja karena hobi semata-mata….

151. ’Pahitnya Cinta’

Cinta ternodai. Cinta Terluka. Belahan hati tak setia. Hati mendua. Betapa sakitnya! Ketika kekasih hati ingkar janji, tak tahu lagi kemana harus pergi! Langit runtuh. Impian berlalu. Jiwa layu. Kalbu kelabu. Ke siapa harus mengadu? Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian berfirmanlah…

150. ’Cinta Rindu Cinta Pilu’

Sudahlah! Tak perlu sedih. Tak ada guna meratapi. Ini telah terjadi. ‘Nasi telah jadi bubur.’ Sejarah habis ditoreh. Nasib. Takdir setiap insan telah pasti. Tak dapat diulangi. Yang lalu tak mungkin kembali. Adam telah tentukan pilihan. Ritme dan nada telah diputuskan. Tarian setiap insan. Tarian duka. Tarian manusia. Sepanjang masa. Adam yang memilih. Tentukan nasib…

149. ’Hati Terluka’

Anganku melayang tak terkira. Melayang tinggi ke angkasa. Siapakah yang bersedia turut serta? Ini perjalanan yang tidak biasa. Melampaui doktrin agama. Lepas dari kaidah kaum ulama. Tak perlu cendekia. Tak harus dewasa. Siapa saja bisa! Karena ini kisah cinta. Ceritera hati. Perjalanan nurani. Kala cinta dikhianati. Siap? Ini riwayatku. Dan memorimu. Nostalgia cinta di taman…