Bagaimanakah insan fana ini dapat mengerti? Sulit sekali. Bagaimana dapat memahami. Apalagi untuk dimaklumi. Mengapa Dia sembunyi? Berdiam diri. Seolah-olah Dia menarik diri. Dan membiarkan dikau berjalan sendiri. Tentukan ritme hentakan kaki. Lantas? Dia pergi. Bukanah itu yang dirasakan hidup di bawah sengatan matahari? Setiap insan. Sepanjang zaman. Tak ada yang dikecualikan. Mau tak mau….
Category: Cinta
143. ’Tarian Cinta Ilahi’
Cinta memang sulit dianalisa. Tidak mengikuti logika. Sulit dicerna. Dia tak mengikuti norma. Cinta bukan untuk dimengerti. Bukan pula untuk dipahami. Tapi untuk dirasakan. Dinikmati. Dihidupi. God’s problem is not that God is not able to do certain things. God’s problem that Gos loves. Love complicates the life of God as it complicates every life….
142. ’Cinta Itu Misterius’
Cinta itu misterius. ‘Semua kejadian di alam ini dapat dibuatkan persamaan mathematisnya. Kecuali cinta!’ Cinta tak dapat diduga. Tak dapat diatur. Menolak untuk diarahkan. Apalagi dipaksakan. Dia bisa datang tiba-tiba bak dapat durian jatuh. Namun juga didapat dengan perjuangan darah dan air mata. Cinta itu dahsyat tak terkira. Si lunglai jadi raksasa. Sakit-sakitan jadi sehat…
141. Edisi Khusus: ’Duka Untuk Palu’
Hati siapa yang tak miris. Ngilu. Bak disayat sembilu. Menyaksikan gelombang laut bak moster sadis tak pandang bulu. Menelan apa saja yang ada di hadapannya. Bangunan beton kokoh, luluh lantak tak berkutik. Alam begitu kejam. Semua bertekuk lutut tak berdaya. Dasar bumi goyang. Bukit runtuh bagai lilin disambar api. Desa-desa hilang ditelan alam. Tak ada…
140. ’Rayuan Cinta’
Begitu indah Taman Sorga. Taman manusia pertama berada. Sejoli berkasih mesra. Dunia terasa milik berdua. Segala yang dikau butuhkan tersedia. Semuanya ada. Beratap langit. Berhiaskan pelangi. Berlampukan taburan bintang. Manusia harmonis dengan lingkungan. Tak ada penyakit. Tak ada serangga mengigit. Pagi merekah. Berkat melimpah. Mentari menyambut hangat. Siulan burung Nuri menyapa. Inilah sorga di dunia….
139. ’Cinta Liar’
Kisahnya hanya beberapa baris. Pasal-pasal pertama di kitab Genesis. Tentang sejoli yang romantis. Kisah bak sinetron selibritis. Siapa nyana? Ribuan buku ditulis. Tak terbilang terbit tesis. Uraian tak habis-habis. Debat panjang yang tak pernah finis. Sila kritis! Sayang! Tak sedikit yang menjadi apatis. Geram dan berkata: ‘Itu tidak logis!’ Akhirnya, cenderumg ke arah ateis. Dan,…
138. ’Pilihan Hati’
Sulit dimengerti. Tak dapat dipahami. Dia ciptakan manusia agar mencintai Sang Ilahi. Namun membiarkan dikau dan aku tentukan pilihan sendiri. Memenuhi semua kebutuhan mereka di taman Sorgawi. Lantas? Dia pergi! Seakan-akan Dia sembunyi. Berdiam diri. Menahan hati. Tak peduli? Ataukah ‘deg-degan’ menanti pilihan hati? Membiarkan pilihan cinta di tanganmu sendiri. Bagaimana ini? Cinta seperti itukah…
137. ’Resiko Cinta’
Hakekat Allah adalah kasih. Adam dan Hawa tercipta karena cinta. Saudara ada juga karena cinta-Nya. Tak ada sesuatupun yang ada di luar cinta-Nya. Segala sesuatu ada dari tiada. Karena cinta maka itu ada. Jadi, jauhlah dari kenyataan bahwa dikau tercipta karena kecelakaan. Tidaklah juga, dikau ada karena kebetulan. Bukan pula dikau ada tidak untuk apa-apa….
136. ‘Kena Hati-Nya’
Sahabat! Dunia sedang cepat berubah. Jangan gegabah. Dunia sedang dipenuhi berbagai informasi. Sikapi dengan jeli. Saatnya berpikir tangkas. Bertindak cerdas. Ingat! Semua bisa saja mengikuti. Sayang! Itu belum tentu kebenaran yang hakiki. Dewasa ini era keterbukaan. Semua dipertanyakan. Perioda ’sudah begitu dari dulu,’ disangsikan. Tak ada yang tabu untuk diragukan. Di dunia rohanipun tak terkecualikan….
135. ’Anthropomorphism’
Sahabat! Jangan lupa. Allah itu Sang Pencipta. Dia-lah sumber kehidupan. Lainnya makhluk ciptaan. Dia terpisah dari yang Dia jadikan. Allah sudah cukup dengan diri-Nya. Kemuliaan. Kehormatan. Kemegahan. Kejayaan-Nya. Itu semua tak bergantung kepada apapun dan siapapun. Entah dikau tawakal. Lainnya penyebar hoaxs kebencian. Dia tetap Allah. Tak terbatas. Berdaulat. Jaya. Berkuasa. Kekal abadi selama-lamanya. Inilah…
134. ’Cinta Tergadai’
‘Allah adalah kasih,’ kata Alkitab. Pernyataan singkat nan begitu mantap. Jejaknya ditemukan di seluruh 66 kitab. Bacalah seluruh kitab. Dikau akan lihat. Dalam setiap kisah romantika. Ceritera pelik keluarga. Tragedi jatuh bangun kerajaan. Puisi dan perumpamaan. Tersirat Sang Khalik merindukan cinta. Cinta dari manusia yang Dia cipta. ’Mainly, He wants to be loved.’ (Philip Yanccey:…
133. ’Imagine’
Gagasan bahwa Allah membatasi diri, zimsum, sulit dimengerti. Ide itu ada sebelum segala sesuatu terjadi. Bagaimana insan dapat memahami. Ini sulit sekali. Bumi belum ada. Matahari dan alam semesta masih tiada. Malaikat dan dunia tak kasat mata belum tercipta. Yang ada hanya Sang Ada. Tritunggal Yang Maha Kudus. Megah. Mulia. Cukup dengan diriNya Sendiri. Dia…