472. Utama dan Pertama

Viewed : 230 views

Secara keturunan, dapat dikatakan bahwa Allah memulai kembali sebuah babak baru peradaban setelah bencana air bah. Kisah keturunan dari sepasang insan yang terusir dari Taman Eden pun telah berakhir, Adam dan generasi berikutnya telah lenyap dari muka bumi.

Berdasarkan tugas yang diemban, boleh juga disebut Adam dan Hawa mengalami kegagalan total dalam menggenapi apa yang diharapkan (Kejadian 1:28). Keturunan mereka yang seharusnya memenuhi bumi, sehingga Taman Eden dapat meluas seiring bertambahnya jumlah manusia, akhirnya terhenti dilibas dahsyatnya tsunami.

DIA tetap teguh pada tujuan awal kala menciptakan makhluk yang serupa dengan-NYA. Mandat yang diberikan kepada Adam kembali ditegaskan, menjadi alasan utama dan pertama mengapa Nuh beserta keluarganya diselamatkan dari bencana (Kejadian 9:1).

Sejak semula, sebelum segala sesuatu tercipta, Sang Tritunggal Yang Maha Ada, di suatu masa sebelum ada era, memutuskan untuk menciptakan makhluk tiga dimensi yang akan mendiami bumi. Makhluk ini begitu istimewa di hati-NYA sehingga mereka pun disediakan tempat yang menyerupai kahyangan di bumi. Kawasan dengan suasana bak sorga, tempat DIA rendezvous dengan mereka (Kejadian 3:8).

Aaahhh, DIA betah di Taman Eden, bercengkerama dengan Adam tentang berbagai topik seru sampai lupa waktu. Dulu begitu, sekarang pun DIA seperti itu. Layaknya sepasang kekasih yang tengah mabuk cinta, kini pun DIA merindukan Adinda. Itu seumpama Adam, yang selalu terpikat untuk berada dekat dengan kekasihnya, Hawa (Kejadian 2:23). DIA hadir dan berada di tengah-tengah mereka!

Langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat-NYA, namun YHWH telah memilih sejak awal untuk berdiam di Taman Eden bersama kekasih-NYA, Adam dan Hawa. DIA berkenan tinggal bersama manusia di bumi. Bahkan sejak awal, DIA berhasrat untuk tinggal di dalam hidup Adinda (2 Tawarikh 2:6; 6:18; 1 Korintus 3:16-17; Efesus 2:22).

Walau tidak mudah, Adinda tentu dapat membayangkannya! DIA begitu terpesona oleh manusia! Para penulis Alkitab mengalami kesulitan mengungkapkan relasi unik ini. Dengan ilham Roh Kudus, mereka harus menggunakan narasi insani untuk mengungkapkan isi hati-NYA.

Walaupun dapat menimbulkan berbagai penafsiran, Alkitab tidak segan menyebut bahwa Adinda adalah tunangan-NYA (2 Korintus 11:2). Dalam budaya Yahudi, tunangan dianggap sudah sah sebagai istri, seperti kisah Yusuf dan Maria (Matius 1:18-20). Dalam ekspresi lainnya, bangsa Israel digambarkan sebagai orok yang terkapar tak berdaya di padang gurun. DIA memungut, membesarkannya hingga menjadi seorang gadis cantik, lalu jatuh cinta dan menjadikannya istri-NYA (Yehezkiel 16:1-34).

Dapat dibayangkan betapa dalamnya luka hati-NYA ketika Adam, Hawa, dan generasi-generasi berikutnya berkhianat tepat di hadapan-NYA (Kejadian 6:6). Namun, DIA tetap teguh pada tujuan-NYA sejak awal. Masih ada pribadi yang setia, meskipun hanya Nuh, the one and only.

Biarkan peradaban menjadi semakin semrawut, tetapi maksud-NYA untuk menjadikan bumi seperti surga tidak pernah surut (Matius 6:10). Kerinduan untuk menghadirkan Global Eden di muka bumi terus berlanjut. Langit adalah tahta-NYA, bumi adalah tumpuan kaki-NYA, namun DIA merasa at home di dalam hidup Adinda (Yesaya 66:1).

Sepanjang peradaban, di tengah sejarah yang berantakan, DIA selalu menemukan insan yang berkenan. DIA tampaknya senang memulai dengan satu orang yang kemudian berkembang menjadi lebih banyak. Yang terkecil akan menjadi bangsa besar, yang diremehkan kelak terbukti justru menjadi yang terkuat (Yesaya 60:22). Hingga akhirnya, setelah berlaksa-laksa masa, kehendak-NYA di bumi akan seperti di sorga, dan bumi akan penuh dengan kemuliaan-NYA (Habakuk 2:14).

Sebagaimana Nuh, itulah alasan utama dan pertama aku dan Anda ada yaitu untuk berlipatganda memenuhi seluruh pelosok benua. Dengan demikian, aroma harum sorga tersebar ke mana-mana. Di tengah berbagai bau busuk pengkhianatan umat manusia, semoga DIA tetap menemukan Adinda yang setia.

Aaahhh, inipun pilihan hidup juga!

Sama seperti Adam dan Hawa di Taman Sorga. Demikianpun di era Nuh dan keluarga, selama pintu bahtera masih terbuka, kesempatan masih ada. Tawaran serupa berlaku sepanjang masa, boleh percaya atau geleng-geleng kepala ataupun anggap itu hanya sebatas legenda belaka. Inilah privilege daku dan dikau sebagai manusia, berkemampuan menolak kehendak Sang Maha Kuasa.

Pilihan setia dan turut serta rencana-NYA ada di tangan Adinda!(nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments