Drama pembebasan kota Kahila dari bangsa Filistin serta rencana jahat raja Saul untuk menyergap Daud, siapa nanya memberi isyarat. Indikasi mendasar bagi pertalian foreknowledge, pengetahuan DIA akan masa depan, dengan predestination, sesuatu di masa depan yang sudah dipastikan akan terjadi sebelumnya.
Pada adegan dialog Daud dengan Sang Maha Tahu (1 Samuel 23:6-13), DIA tahu dengan pasti apa yang akan dilakukan penduduk kota jika raja Saul datang. Positif! Jika Daud kukuh tetap di Kahilah, raja Saul akan datang dan penduduk kota akan menyerahkan Daud ke raja Saul.
Bagi DIA tidak perlu bertanya-tanya, semua gamblang terbuka. DIA tahu apa yang akan dilakukan raja Saul, dia akan terus mengejar Daud bahkan hingga ke Kahila sekalipun. Demikian juga bagaimana sikap mayoritas penduduk, pengorbanan Daud cs tidak akan dianggap!
Lalu, Daud dan gerombolannya lari kocar kacir segera meninggalkan Kahila (1 Samuel 23:13). Mendengar Daud telah keluar dari perangkap, raja Saul mengurungkan niat menjebak musuh bubuyutannya di kota Kahila.
Akhir cerita, raja Saul tidak pernah datang ke kota Kahila dan penduduk tidak tidak pernah menyerahkan Daud seperti yang diinfokan Sang Maha Tahu sebelumnya. Salahkah nubuatan yang disampaikan-NYA? Kurang jitukah apa yang diberitakan akan terjadi? Apakah yang DIA katakan belum tentu terjadi?
Tentulah tidak! Manalah mungkin Sang Maha Tahu salah dalam memprediksi masa depan! Akan tetapi, kan dalam adegan pengejaran raja Saul, tidak terjadi apa yang diprediksi akan terjadi? Apakah Sang Maha Tahu dapat juga terpleset dalam menduga apa yang akan terjadi? Pastilah daku dan dikau sepakat, apapun yang DIA katakan pastilah tepat!
Dalam bahasa matematik, DIA memahami dan mengetahui segala kemungkinan yang akan terjadi sebelumnya (foreknowledge) dengan batasan-batasan keadaan tertentu. Batasan ini dikenal dengan prinsip jika… maka, if… then. Jika Daud tetap ngotot tinggal di Kahila, maka semua itu akan pasti terjadi.
So, sinyalnya sangat kuat! Apa yang DIA ketahui tentang masa depan (foreknowledge), tidak berarti perkara itu sudah ditentukan sebelum peristiwanya terjadi (predestinasi)! Bukankah dari 1 Samuel 23:13, apa yang DIA ketahui sebelumnya (foreknowledge) peristiwanya tidak terjadi? Jadi confirmed, peristiwa itu tidak ditentukan sebelumnya (predestinasi) karena faktanya itu tidak terjadi.
Dengan bahasa sederhana, dapatlah dikatakan bahwa forekknowledge (pengetahuan akan masa depan) tidaklah mengharuskan kejadian itu telah ditentukan sebelumnya (predestinasi). Yang pasti dijamin, DIA tahu apa yang akan terjadi di masa depan dengan sempurna dengan segala kemungkinannya tanpa mengharuskan DIA memilih salah satu yang akan terjadi sebelumnya.
Dengan demikian, semua kemungkinan peristiwa di masa depan yang tidak pernah terjadi diketahui-NYA. Logika sederhanya, tentulah itu tidak dipastikan terjadi sebelumnya (predestinasi) karena bukankah perkara tersebut tidak menjadi nyata di kemudian hari?
Bagaimana dengan foreknowledge yang terjadi? Sebagaimana dengan adegan pembebasan kota Kahila di 1 Samuel 23:1-5. Yang jelas, peristiwa tersebut telah DIA ketahui sebelumnya! Namun, apakah kejadian itu telah ditentukan sebelumnya bahwa itu pasti akan terjadi?
Sejauh ini, hati dengan nyaman dapat mengerti bahwa pengetahuan DIA akan masa depan tidaklah mengharuskan DIA untuk menentukan peristiwa itu terjadi sebelumnya. Semua pengetahuan-NYA tentang masa depan memberi jaminan bahwa perkara tersebut diketahui dengan sempurna.
Karena pengetahuan akan masa depan tidak mengharuskan peristiwa tersebut telah ditetapkan sebelumnya, maka pengetahuan akan masa depan yang akhirnya terjadi mungkin atau mungkin juga tidak telah ditentukan sebelumnya.
Demikianlah kemungkinannya umat Israel kuno memahami relasi foreknowledge-predestination, dalam kaitannya dengan free will. Pengertian generik ini, sana sini cukup berlainan dengan aliran utama dari para pakar ternama.
Ini isu rumit! Bersyukur, siapa sangka walau ini perkara pelik, moga sekarang mata Adinda tercelik. Sering kali, misteri ilahi terungkap bagi Puan dan Tuan yang dikatagorikan sebagai golongan yang tidak berpengetahuan alias kaum awam (Matius 11:25,26). Wallahu a’lam! (nsm)
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes. Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM |

