404. Kehila

Viewed : 314 views

Apakah DIA serba tahu, maha tahu untuk apapun yang terjadi di alam sana maupun alam nyata? Bagi-NYA tidak ada yang tersembunyi, semua terbuka bahkan sebelum satu pun terjadi. Tidak ada yang rahasia, gelap bagi akal manusia, bagi DIA terang benderang bak di alam terbuka (Iberani 4:13).

Apakah DIA tahu bahwa Adam Hawa akan meyimpang di Taman Sorga? Apakah DIA menyadari si ular akan sukses menggoda? Apakah DIA tahu akibat dari memakan buah yang mengakibatkan celaka? Afirmatif, yes, DIA Maha Tahu! Tidak ada peristiwa sekecil apapun yang DIA tidak tahu.

Kalau demikian adanya, apakah DIA juga yang memastikan bahwa peristiwa itu akan terjadi? DIA-kah yang menentukan, mendorong, atau pun mentakdirkan sebelumnya (predestinasi) bahwa perkara itu akan menjadi nyata?

Jika demikian faktanya, masihkah perlu bicara isu kehendak bebas jika semua sudah ditentukan sebelumnya? Wajarkah kesalahan ditimpakan di pundak Adam Hawa? Bukankah mereka hanya mengikuti alur cerita yang sudah digariskan Sang Sutradara?

Pembaca yang budiman! Dikau tidak akan menemukan petunjuk yang memuaskan dalam kitab Kejadian pasal 3 terhadap berbagai pertanyaan yang mengusik iman. Tidak ada pilihan, Puan dan Tuan harus mencarinya di kisah ataupun cerita lain yang tersebar di berbagai bagian Alkitab.

Dalam pelarian Daud dan gang-nya dari hadapan raja Saul, dia mendengar kabar yang menyayat hati. Bangsa Filistin telah berhasil merebut dan menjarah kota Kahila. Lantas, Daud bertanya kepada DIA yang maha tahu, apakah dia harus maju dan akankah kota Kehilah dapat dibebaskan?

Lalu bertanyalah Daud kepada TUHAN: “Apakah aku akan pergi mengalahkan orang Filistin itu?” Jawab TUHAN kepada Daud: “Pergilah, kalahkanlah orang Filistin itu dan selamatkanlah Kehila.” Kemudian pergilah Daud dengan orang-orangnya ke Kehila; ia berperang melawan orang Filistin itu, dihalaunya ternak mereka dan ditimbulkannya kekalahan besar di antara mereka. Demikianlah Daud menyelamatkan penduduk Kehila. (lengkapnya sila baca 1 Samuel 23:1-5)

Sang Maha Tahu, menjawab: Yes! Majulah dan rebut kembali kota Kehila! Dan benar saja seperti yang DIA katakan. Namun, cerita belum selesai. Drama yang lebih pelik menunggu di ayat-ayat berikutnya.

Kepada Saul diberitahukan, bahwa Daud telah masuk Kehila. Lalu berkatalah Saul: “Allah telah menyerahkan dia ke dalam tanganku, sebab dengan masuk ke dalam kota yang berpintu dan berpalang ia telah mengurung dirinya.” Maka Saul memanggil seluruh rakyat pergi berperang ke Kehila dan mengepung Daud dengan orang-orangnya. (1 Samuel 23:7-8)

Suasana kemenangan belum sirna, tiba-tiba ada kabar burung raja Saul akan mengepung kota Kehila untuk menangkap Daud! Drama berikutnya tak kalah mencekam. Dalam situasi serba sulit, Daud mengajukan 2 pertanyaan kepada Sang Maha Tahu.


Berkatalah Daud: “TUHAN, Allah Israel, hamba-Mu ini telah mendengar kabar pasti, bahwa Saul berikhtiar untuk datang ke Kehila dan memusnahkan kota ini oleh karena aku. Akan diserahkan oleh warga-warga kota Kehila itukah aku ke dalam tangannya? Akan datangkah Saul seperti yang telah didengar oleh hamba-Mu ini? TUHAN, Allah Israel, beritahukanlah kiranya kepada hamba-Mu ini.” Jawab TUHAN: “Ia akan datang.” Kemudian bertanyalah Daud: “Akan diserahkan oleh warga-warga kota Kehila itukah aku dengan orang-orangku ke dalam tangan Saul?” Firman TUHAN: “Akan mereka serahkan.” (1 Samuel 23:9-12)

Akankah Saul datang ke Kehilah? Dan akankah warga (yang telah dibebaskan dari Filistin) menyerahkan Daud kepada Saul? Celaka! Sang Maha Tahu menjawab: Yes, positif! Saul akan datang dan warga akan menyerahkan.

Lalu bersiaplah Daud dan orang-orangnya, kira-kira enam ratus orang banyaknya, mereka keluar dari Kehila dan pergi ke mana saja mereka dapat pergi. Apabila kepada Saul diberitahukan, bahwa Daud telah meluputkan diri dari Kehila, maka tidak jadilah ia maju berperang. (1 Samuel 23:13)

Daud dan rombongan ambil langkah seribu. Akibatnya, apa yang DIA tahu tidak pernah terjadi! Saul tidak jadi datang dan karenanya warga tidak pernah menyerahkan Daud kepada Saul.

Dapatkah disimpulakan dari sepenggal kisah kota Kehilah bahwa peristiwa yang tidak pernah terjadi dapat diketahui-NYA? Dan apa yang DIA ketahui ternyata dapat tidak terjadi. Apakah ini artinya kemahatahuan DIA tidak ikut menentukan, mendorong, apa lagi memastikan bahwa itu akan harus terjadi?

Kalaulah begitu, berarti DIA tahu sebelumnya apa yang akan terjadi di trailer Taman Sorga. Namun, DIA tidak mendorong, atau merekayasa, apalagi memastikan sebelumnya (predestinasi) bahwa peristiwa itu akan terjadi. Kemahatahuan DIA terpisah dengan predestinasi alias takdir. Begitukah? (nsm).

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments